
Setelah sampai Alex mengajak mereka masuk dan duduk di ruang keluarga.
Pelayan langsung menyediakan minuman dan camilan untuk tuan nya.
" Nak kau sekarang adalah keluarga kita , mom dan dad tau kau hanya di jual untuk menutupi hutang ayah mu , tapi suami dan kami tidak akan menganggapmu penebus hutang tetapi kau anak kami " ucap Kei dengan lembut
Misel hanya menunduk malu , ia malu karena kelakuan ayah nya.
" Terimakasih nyonya , tuan " jawab Misel
" Sekarang kau panggil Mom dan dad , dia adalah Alexi memang sih namanya kayak lelaki harusnya untuk Alex nama nya tapi mom lebih suka jika dia namanya Alexi , dan yang ini nama nya Morgan " ucap Kei sambil tersenyum renyah
" Iya mom , hai salam kenal aku Misella " jawab Misel dengan tersenyum.
" Oh iya , pak wawan tolong antarkan ibu dan bapak ini ke kamar yang sudah di sediakan , bi sum dan pak jang istirahatlah dulu " ucap Alex
" Baik tuan , terimakasih " balas pak jang
" Mari pak , buk " ajak pak wawan
Mereka bercerita dengan sesekali bergurau hingga larut , setelah puas bercerita mereka langsung pergi ke kamar masing - masing.
Dan disinilah pengantin baru itu , di kamar pengantin yang sudah di hias sedemikian rupa.
" Mandilah dulu , baju nya ada di ruang ganti " ucap Alex
__ADS_1
" Baik tuan " balas Misel
" Stop panggil tuan , aku ini suami mu bukan tuan mu " ucap Alex kesal
" hmm bagaimana kalau Mas ? " tanya Misel
Di balas hanya anggukan saja oleh Alex.
Misel langsung mandi karena badannya sudah sangat lengket.
Setelah Misel selesai sekarag giliran Alex masuk ke dalam kamar mandi tanpa melihat Misel yang hanya memakai lingeria karena di lemari hanya ada pakaian itu saja.
Setelah selesai Alex langsung keluar hanya memakai handuk sebatas lutut saja , ia tidak melihat Misel di tempat tidur ia melihat ke sekelilingnya dan melihat Misel sedang berdiri di depan kaca besar.
" Kau sedang apa ? " tanya Alex
Alex meneguk ludah kasar nya dengan susah payah karena hasrat nya sudah naik.
Perlahan alex mendakat dan bahkan sudah tidak ada jarak lagi antara dia dan misel.
Alex melihat bibir yang sangat menggoda sampai ia tak sadar bahwa bibir nya sudah menyatu.
Entah kenapa Misel hanya diam terpaku dengan kelakuan suaminya.
Tangan alex sudah mendekap tubuh misel dan tangan yang satu lagi menahan tengkuk misel.
__ADS_1
Alex terus mencumbu misel dengan lihai nya seolah dia pernah melakukannya.
Mereka sudah berbarinh di ranjang dengan keadaan tidak memakai sehelai benangpun.
Melihat tubuh Misel yang begitu putih bersih menyulut hasrat Alex.
Tangan alex sudah berada di dada misel dengan gemas nya ia menyerang bahkan sampai misel mengerang.
Setelah cukup dengan pemanasannya Alex langsung penyatuan , alex merasa ke susahan untuk melakukannya.
Alex akhirnya bisa melakukannya walau punggungnya menjadi cakaran oleh Misel.
Di kamar yang dingin itu hanya ada hawa panas dan suara desahan dan erangan ke dua insan yang sedang melakukan malam pertama.
Mereka melakukan sampai beberapa kali , bahkan Misel sudah sangat kelelahan.
" Ahhhh mas , sudah aku lelah " ucap misel dengan lesu
" Sebentar lagi sel , Ahhhhhhhh" erangan panjang Alex menandakan ia sudah mengeluarkan benih nya di rahim sang istri.
" Terimakasih , walaupun pernikahan ini terkesan paksaan tetapi aku akan membahagiakanmu aku akan belajar mencintai mu sayang " ucap Alex dan mencium kening misel.
" Aku juga akan belajar mencintaimu suamiku " balas misel
Alex pindah ke samping Misel dan langsung memeluk tubuh polos sang istri.
__ADS_1
Mereka tertidur dengan pulas nya karena merasa lelah setelah melakukan hampir subuh.