Kirana Gadis Panti Asuhan

Kirana Gadis Panti Asuhan
Kirana Gadis Panti Asuhan


__ADS_3

Bab. 1


#Peristiwa berdarah#


Gadis kecil berusia 9 tahun itu terbangun mendengar kegaduhan di kamar Ayah dan Ibunya. segera turun dari ranjang dan berjalan perlahan untuk melihat apa yang sedang terjadi. betapa terkejutnya gadis kecil itu kala melihat sang Ayah terbujur di lantai bersimbah darah, sedang ibunya terikat di ujung ranjang dengan mulut tertutup lakban. sedang adiknya yang baru berusia 2thn menangis di samping ibunya


terlihat 3 orang asing sibuk mengacak acak lemari milik orang tuanya, dan sibuk mengambil barang berharga berupa uang dan perhiasan milik orang tuanya. Gadis itu menjerit histeris menyaksikan apa yang ada di hadapanya. teriakanya mengundang perhatian ketiga perampok itu dan 1 diantaranya menyuruh temanya yang lain mengejar gadis malang itu.


Gadis kecil itu berlari ke dapur dan berinisiatif mengambil pisau dapur lalu bersembunyi di balik dinding kulkas, namun para perampok berhasil menemukanya. salah satu perampok mendekat hendak menangkap gadis kecil itu, namun gadis kecil itu melakukan perlawanan dengan menghunuskan pisau dapur dan mengakibatkan robek di pergelangan tangan salah satu perampok.


"Anak sialan.., bantu aku menangkapnya!" umpat perampok itu sambil memegangi pergelangan tanganya yang teluka.


dua perampok lain berhasil menangkap gadis kecil itu dan mengikatnya.


"Anak sialan" hardik perampok yang terluka mendekat dan menampar gadis kecil itu hingga tersungkur.


"Jangan sakiti anaku, tolong... tolong.. " teriak sang ibu dgn keras berharap ada tetangga yang mendengar teriakanya.. sang ibu berhasil melepaskan ikatan talinya dan berlari ke arah dapur serta menyaksikan para perampok menganiaya anaknya.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang sang ibu melakukan perlawanan dengan memukul mukul para perampok dengan tangan kosong, namun naas, salah satu perampok itu melayangkan pukulanya ke arah kepala sang ibu, hingga sang ibu terpental dan kepalanya terbentur ujung meja dengan sangat keras, darah segar mengalir hebat hingga tak sadarkan diri lagi..


Gadis kecil itu kian histeris menyaksikan kematian kedua orang tuanya..


"Ibuu... Ayaah... "Jeritnya pilu..


"Kirana.. kirana.. buka pintu nak.. "


panggil seseorang dari balik pintu sambil terus menggedor pintu kamar Kirana..


"Aakkhhh..."


perlahan Kirana bangkit dan membukakan pintu, ternyata Ibu Maya yg merupakan pengurus panti asuhan Muara kasih dan beberapa adik2 panti telah berjejer di depan pintu kamarnya..


Sambil menyentuh pundak Kirana lembut Ibu maya menenangkan kirana yang terdengar masih terengah engah..


"Kirana, mimpi lagi" tanya bu Maya

__ADS_1


"Iya bu" jawabnya sambil kembali mengelap pelipisnya dengan telapak tanganya..


"Tadi bagas, hari dan leni berlari kekamar ibu karna tidak berhasil membangunkanmu ketika kamu mengigau dan berteriak di dalam kamar" ucap bu Maya menjelaskan..


"pantas sj mereka berkumpul di sini" ucap kirana sambil berusaha tersenyum meski hatinya masih tak kunjung tenang, namun sebisa mungkin berusaha meyakinkan pada bu Maya dan Adik adik pantinya bahwa Dia baik baik saja.


Tak berapa lama terdengar suara Azan subuh, lalu bu Maya pun menyuruh anak2 itu segera mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat berjama'ah.


***


Penggalan kisah itu terjadi beberapa tahun silam sebelum Kirana si gadis kecil bersama adiknya yg bernama Rama itu akhirnya di antarkan oleh beberapa warga dan aparat dusun ke panti asuhan..


Kirana menetap di panti Asuhan dan memohon pada Ibu Maya untuk tidak membiarkanya pergi, sedangkan Rama Adiknya di Adopsi oleh pasagan suami istri pengusaha. Namun setelah Rama di adopsi, Kirana tak lagi dpt bertemu dengan adiknya, lantaran pengusaha itu akhirnya pindah keluar negri dan berbisnis di Amerika.


Tak ada yg bisa Kirana lakukan, selain berdoa agar suatu hari dapat di pertemukan kembali dgn adiknx.


Bu Maya menyekolahkan anak2 pantinya semampunya. Biasanya hanya sampai lulus SMA dan mana kala mereka sudah siap menjalani kehidupan masig masing dgn bekerja dn mencari tempat tinggal sendiri. Namun Kirana adalah anak tertua di panti itu, sementara teman sebayanya dulu sudah di adopsi oleh para pasangan yang tak kunjung memiliki momongan.

__ADS_1


Kirana gadis yang berprestasi, baik di sekolah maupun di bidang olah raga, biayaiswa berhasil di raih sebagai wujud prestasiya, serta beberapa medali berhasil di sabetnya di setiap kompetisi. baik medali Maupun hadiah di Persembahkan pd Bu Maya sbg wujud bakti dan demi kelangsungan hidup anak anak panti..


__ADS_2