Kirana Gadis Panti Asuhan

Kirana Gadis Panti Asuhan
Kirana Gadis Panti Bab 4 #PDKT#


__ADS_3

"Ran, ini abangku yang aku ceritakan tadi" ucap shela sambil bola matanya seakan menari kearah abangnya dan Kirana mengisyaratkan atau sebagai pengganti telunjuk..


Darwis yang mendengarkan celoteh adiknya pun segera menyahut


"Ooo ternyata Shela diam diam suka cerita abang ya? "goda darwis pada shela adiknya sambil cengar cengir


"Hih, Abang GR, tadi itu shela lihat Kirana lagi baca buku tentang bela diri, makanya shela cerita kalau Abang juga seorang master" jawab Shela


"Oh Kirana suka suka Bela diri, pantas saja wajahnya kayaknya berbakat jadi master" ucap Darwis sambil matanya terus mencuri pandang lewat sepiyon, seakan tahu kalau Kirana memang tak menceritakan tentang dirinya dlm debutya..


sementara kirana hanya tersenyum tipis pada shela, seakan menghargai celotehan sahabatnya, dan tak sedikit pun melirik kearah Darwis.


***


" Stop berhenti di sini" ucap Kirana mana kala mobil sport Darwis yang mereka Tumpangi hampir melintasi panti asuhan tempat Kirana tinggal".


"Kirana qm tinggal di panti? " tanya shela terkejut, di sambut oleh anggukan Kirana.


Selama ini memang shela hanya mengenal Kirana di sekolah sebagai gadis yang pintar dan sederhana, tapi Shela tidak pernah tahu di mana sahabatnya itu tinggal.


Darwis pun menghentikan mobilnya tepat di halaman panti.. Disambut oleh dua wanita tengah baya yg terlihat hampir seumuran, yaitu Ibu Maya dan Ibu Ratih pengurus panti.


Ketika Kirana hendak membuka pintu mobil Darwis untuk turun, tiba2 shela memegang pergelangan tangan Kirana..


"Kirana, maafkan aku, seharusnya aku lebih banyak tahu tentang kamu, seharusnya sebagai sahabat aku bertanya tentang kesulitanmu"

__ADS_1


lagi lagi kirana hanya membalas ucapan shela dengan melempar senyum manisnya. kemudian membalas sentuhan tangan shela dan berlalu keluar dari mobil Darwis. Darwis yang menyaksikan kedua sahabat itu hanya diam, namun dalam hatinya tahu bahwa saat ini Kirana adalah gadis tangguh yang tak ingin di kasihani.


"Eh, teman temanya Kirana, tidak ikut masuk?"tanya bu Maya menawarkan pada Shela dan Darwis.


"Oh, trima kasih Bu, Kami buru buru, lain kali kami akan main kemari" jawab Darwis sedang shela hanya melempar senyum pada Bu maya dan bu Ratih..


"Ooh, trimakasih sudah antar Kirana, soalnya tadi pagi bilang ban sepedanya bocor" ucap Bu Maya lagi menjelaskan.


"Iya bu, kami juga senang bisa antar Kirana pulang" jawab shela kemudian kemudian merekapun berpamitan untuk pulang..


***


*malam hari di kediaman pak Bayu ayah Darwis*


Pak bayu dan Bu Siska berbincang2 tentang Darwis anak lelaki mereka..


"Buk,Ibuk tahu nggak Darwis sudah punya pacar atau belum?"


"Nggak tahu juga ya Yah, sampai sekarang belum pernah bawa cewek"


"Anak kita normal nggak ya Bu, masak usia segitu blm pernah pacaran?"


"Hus Ayah ini, ngomong kok sembarangan". jawab bu Siska sambil matanya melotot ke arah suaminya


" ya Siapa tahu saja Bu, coba bayangkan umurnya Darwis sudah berapa, La Ayah dulu masih SMA saja sudah gandeng cewek kesana kemari" ucap pak Bayu.. Tak di sadari olehnya, istrinya terkejut dan mencubit perut pak Bayu yang agak gendut seperti bunting 4 bulan.

__ADS_1


"Hemm.. jadi ceweknya dulu banyak ya..??" Ucap bu Siska sambil tersenyum namun matanya membulat.. pak Bayu hanya cengar cengir sambil memegangi tangan istinya..shela terkekeh menyaksikan tingkah kedua orang tuanya yang memperdebatkan abangnya sampai sampai merembet ke masa muda mereka..


"Shel, coba panggil abangmu nak" Titah pak Bayu pada putrinya kemudian


Shela mengangguk dan bangkit dari duduknya, berlalu menuju ke arah kamar abangnya..


tak lama kemudian, Darwis dan shela datang di ruangan semula di mana pak Bayu dan istrinya menunggu.


"Ada apa ayah, tanya Darwis ketika sudah duduk di samping dan bersandar maja di pundak Ibunya. masih seperti masa kecilnya yang selalu di manja oleh orang tuanya..


"Begini Darwis, Ayah mau tanya tentang kamu, sudah punya pacar atau belum, itu Ibumu sudah kebelet punya mantu sama cucu" tanya Pak bayu pd Darwis sambil melirik pada istrinya sambil tersenyum lebar menampakan gigi putihnya di balik kumis tebalnya..


"Kok Ibu sih, bukanya tadi ayah yang mulai bertanya " sahut bu Siska


" Kayaknya tadi berdua deh membahas soal jodoh mas Darwis" timpal shela kemudian ikut tertawa lebar..


"Hmm... ya sudah jangan pada ribut, pasti nanti Darwis kenalkan Gadis pujaan hati Darwis"ucap Darwis menghibur..


"Kapan...?" tanya pak bayu, bu Siska, dan Shela serempak..


mereka saling bertukar pandang dan terkekeh bersama..


"Ya.. nanti 3-4 thn yg akan datang jawab Darwis enteng sambil menggaruk garuk rambut kepalanya yang tidak gatal..


"Huuuu..." sorak ketiganya sambil melempari Darwis dengan Kulit kacang rebus. Sedang Darwis menghalau dengan telpak tanganya sambil terkekeh..

__ADS_1


__ADS_2