
"Hehh, gadis tak tahu diri. masuk saja tanpa permisi" Hardik pak Hendro sambil melotot kearah Kirana
"Kalau saya permisi dulu tentu saya tidak akan bisa mendengar percakapan kalian, Lagian apa kalian juga permisi waktu mencopet tas ibu ibu di jalan tadi sore? " ucap kirana sambil bersendekap
"Nguping kamu ya? ucap teman pak Hendro yang biasa di sebut Bargo
"Tidak, cuma tidak sengaja dengar" jawab kirana kemudian sambil mencibikan bibir tipisnya
"Jangan berani kamu mengadu pada polisi atau saya akan seret kamu keluar dari panti ini" ucap pak Hendro menggertak Kirana
"Coba saja kalau bisa, yang berhak menentukan saya pergi dari panti ini hanya Ibu Maya, bukan kalian" tantang Kirana
"Lancang, mulutmu itu memang butuh di kasih pelajaran" hardik pak Hendro lagi sambil melayangkan pukulan ke arah Kirana..
Namun dengan sigap kirana yang masih bersendekap hanya menghindar hingga pukulan pak hendro yang meleset membuatnya nyaris terjungkir dan segera Kirana melayangkan tendangn ke bokong pak Hendro hingga pak Hendro melesat bablas keluar halaman. Lalu kirana menyusul keluar halaman dengan santainya sementara pak Hendro bangkit terhuyung huyung memegangi bokongnya
"Leman, Bargo, ayo bantu saya menghajar bocah sialan ini" perintah pak Hendro pada kedua rekanya.
Kedua rekanya dari belakang mendekap Kirana dan satunya lagi hendak memegangi tangan Kirana satu tendangan ke arah belakang mengenai selakangan Bargo dan satu siku mengahantam perut Leman hingga mereka meringis memegangi bagian tubuh mereka yang sakit.
Lagi pak Hendro menyerang kirana membabi buta, namun kirana terlebih dulu melayangkan tendangan ke perut pak Hendro, sementara membungkuk memegangi perutnya Kirana kembali melayangkan siku nya ke pungung pak Hendro hingga tersungkur. lalu kirana berjalan menghampiri pak hendro menarik tanganya sambil meninjak lengan pak Hendro
"Aaakhhh..." teriak pak hendro memekik kesakitan sambil ketakutan lenganya akan patah di tangan Kirana.
"Ada apa ini ribut ribut" teriak Ibu Ratih dari dalam rumah panti yang mendengar kegaduhan di halaman panti dan menyaksikan kirana hampir pematahkan lengan pak Hendro
"Kirana sudah, jangan nak" pekik Bu Ratih terkejut
Kirana kemudian melepaskan pak Hendro sambil mendengus kesal
lalu beranjak masuk ke dalam panti
Baru saja hendak melangkah kepintu masuk pak hendro Meneriakinya
"Lain kali kalau kau macam macam denganku aku pastikan kalian tidak akan bertemu Mbak Maya lagi" ancam pak Hendro
kirana membalikan badan dan menatap tajam ke arah pak Hendro dn mulai berfikir
*Mungkin pak Hendro tahu di mana keberadaan Bu Maya*
"Dimana Ibu maya?" tanya Kirana kemudian
__ADS_1
"Hah.. Bukanya Maya bilang kalu dia keluar kota"
Kirana terdiam seribu bahasa hendak bertanya lebih banyak, tapi rasanya percuma bicara dengan orang seperti pak Hendro. Akhirnya Kirana memilih untuk mengajak bu Ratih masuk ke dalam rumah panti. meninggalkan pak Hendro leman dan bargo yang masih meringis kesakitan akibat di hajar oleh Kirana..
***
sesampainya di kamar Bu ratih bertanya pada Kirana
"Ada apa Kirana, kenapa kamu sampai berurusan lagi sama pak Hendro dan kawananya? "
"Bu, mereka duluan yang mulai"
"Kok bisa?"
"Tadi Kirana tidak sengaja mendengar obrolan mereka gagal menjambret tas milik ibu ibu di jalan pas Kirana mau masuk mereka fikir Kirana sengaja menguping, karna itu mereka marah dan berniat menghajar Kirana" jawab kirana menjelaskan
"Oalah, untung kamu pintar bela diri nak. klo tidak kasihan wajah ayumu ini pasti di bikin babak belur sama mereka" Ucap bu Ratih sambil menjumput dagu Kirana
Kirana hanya menanggapi kata kata bu Ratih dengan senyum.
***
Bu ratih yang mendengar ketukan segera membukakan pintu.
"Assalamualaikum bu"
"wa alaikum salam, eh temanya kirana ya?" tanya bu Ratih sambil tersenyum
"Iya Bu, kirananya ada?"
"ada kebetulan baru selesai pake seragam" jawab Bu Ratih.
"Oh ya Bu, ini ada titipan dari Ibu saya buat anak anak panti" ucap darwis seraya menyerahkan kantongan yang di bawanya
"Oh ya, trima kasi naakk.. "
"Darwis bu"
"Oh ya, Darwis, anak anak pasti sangat senang, ayo mari masuk sekalian sama anak anak panti sarapan" ajak Bu Ratih
Darwis mengangguk dan mengikuti langkah Bu Ratih menuju ruang makan anak anak panti
__ADS_1
"Mari nak Darwis!" seru bu Ratih sambil menarik satu kursi kosong
"Baik Bu"
Pak Hendro dan kedua temanya menoleh kearah Darwis dan terkejut, karna pemuda yang duduk di meja makan berhadapan dengan mereka saat ini adalah pemuda yang menghajar mereka kemarin sore sa'at menjambret tas ibu ibu. Darwis pun terkejut dgn adanya mereka, Dan Baru ingat kalau Kirana pernah bercerita tentang pak Hendro dan teman temanya.
*Jadi yg kirana maksud itu mereka* bisik Darwis dalam hati
"Eh pak Anak panti Asuhan juga to? " tanya Darwis sambil memandangi wajah mereka dengan ucapan mengejek
"Oh, nak Darwis kenal mereka?" tanya Bu Ratih
"Tidak Bu, cuma kenal muka saja, karna kemarin tidak sengaja ketemu mereka pas lagi nabrak gerobak pemulung" jawab darwis sambil tersenyum
"Humpp..." Kirana yang baru saja masuk ke ruang makan nyaris tertawa lepas mendengarkan penuturan Darwis
"Lho kom bisa nabrak gerobak pemulung? tanya bu Ratih lagi penasaran
"Iya bu, kayaknya kemarin main kejar kejaran sambil umpet empetan malah bapak yang kurus ini sampai nyungsep di tong sampah" jawab Darwis lagi menjelaskan
sambil memegang pundak pak Bargo yang duduk di sebelahnya..
"xi..xi..xi.."Kirana dan bu Ratih tak kuasa menahan tertawanya sebab bagi Kirana cerita darwis adalah kebenaran yang di renovasi
"Oalah, mungkin mereka lagi olah Raga biar sehat" timpal Bu Ratih lagi
" Sudah sudah.., Kamu ini juga siapa mau apa kesini, mau daftar jadi anak panti juga?" tanya pak Hendro mulai kesal dengan Darwis
"Oh, saya mau ngadopsi pak, klo bisa ngadopsi anak perempuan yang tertua di sini biar bisa masak di rumah saya besok" Jawab Darwis malah bercanda sambil melempar pandanganya ke arah Kirana..Di sambut oleh mata bening Kirana yang melotot ke arahnya dan darwis justru terkekeh..
Pak Hendro yang mulai kesal dgn keberadaan darwis pun memberikan isyarat pada kedua temanya untuk beranjak dari meja makan tanpa menyentuh makanan yang di sediakan dimeja..
"Lho mau kemana pak, kalo mau olah raga sarapan dulu nanti takutnya pingsan lemas!"Justru kirana sekarang mengejek pak Hendro dan teman temanya..
"Diam kamu Kirana" hardik pak Hendro sembari melotot bengis ke arah Kirana karna merasa sangat di rendahkan.
Kirana justru membalas tatapan pak Hendro dengan sorot mata tajam.
pak Hendro pun melengos dan meningalkan ruang makan bersama kedua temanya..
" Sudah sudah ayo makan" ucap bu Ratih kemudian.. Dalam hati bu Ratih juga tahu kalau yang di maksut Darwis kejar kejaran adalah yang di Ceritakan Kirana kemarin malam bahwa pak Hendro dan kawananya gagal menjambret tas Ibu ibu.
__ADS_1