Kirana Gadis Panti Asuhan

Kirana Gadis Panti Asuhan
Kirana Gadis panti Bab 15 #ICU#


__ADS_3

Di sepanjang perjalanan menuju rumah sakit Rama terus menangis. Rasa sedih dan kecemasanya akan keadaan Kirana begitu menyayat hatinya. penyesalan yang timbul akibat kabur Dari Rumah pak Danu kian mendera


"master Kirana maafkan Saya, andai bukan karna saya ini tidak akan terjadi" ucapnya dengan air mata yang terus berderai. pak Danu dan Istrinya yang melihat penyesalan mendalam Rama berkali kali mengusap punggung Rama agar tenang.


sesampainya di Rumah sakit, tim medis segera melakukan tindakan medis. Kirana yang tak kunjung sadarkan diri di bawa keruang oprasi semua yang mengantarnya hanya bisa menunggu di Luar ruangan.disela sela Tangisnya Rama ingat akan Darwis


"Papa master Darwis!!" ucapnya seakan ingin mengingatkan pak Danu untuk menghubungi Darwis.


"Oh iya, papa Lupa" jawab pak Danu seraya mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Darwis


Sedang Darwis yang tengah bingung mencari keberadaan Kirana. Ketika Ibu Ratih mengatakan Kirana ke bengkel Darwis menyusul ke bengkel sepeda yang tak jauh dari panti, tak menemukan Kirana di sana darwis pun mencarinya berkeliling dan hanya menemukan sepeda Kirana di depan minimarket, namun Kirana tetap tak di jumpainya. Dengan harap cemas Darwis kembali ke panti dan memilih menunggu Kirana di sana.


Beberapa pasang mata dan telinga yang merasa senang atas hilangnya kirana adalah pak Hendro dan kedua temanya. mereka berharap Kirana tak kembali selama lamanya ke panti itu.


Drrtttt...drttt...


ponsel berbunyi dan Darwis segera mengangkat pangilan telfon pak Danu


"Apa pak, rumah sakit. baik pak saya segera kesana" ucap darwis sembari mengakhiri panggilan.


"Bagaimana nak Darwis? " tanya bu Ratih yang menemani Darwis menunggu Kirana dari tadi


"Kirana kritis di Rumah sakit Bu" Jawab Darwis dengan mata berkaca kaca.


"Ya Allah, Kirana"pekik Bu Ratih menangis pilu


Darwis mengusap pundak bu Ratih agar tenang


"Saya akan ke Rumah sakit dulu Bu, Ibu tunggulah di sini" ucap Darwis kemudian


"Iya nak darwis, sedampainya di sana tolong segera kanari Ibu" jawab bu Ratih sambil menganggukan kepalanya.. air matanya tetap berderai


pak Hendro dan kedua temanya saling bertukar pandang dan tetsenyum gembira mendengar percakapan Darwis dan ibu Ratih


*Mudah mudahan kau mampus sekalian Anak sialan*bisik pak Hendro dalam hati

__ADS_1


***


Dirumah sakit, Dokter yang menangani Kirana keluar dari ruang oprasi. pak Danu segera menghampiri Dokter guna bertanya keadaan Kirana


"Bagaimana keadaan pasien Dokter?"


"Begini pak, pasien kehilangan banyak Darah dan harus mendapatkan donor darah secepatnya, namun persediaan darah sejenis darah pasien tidak ada di rumah sakit" jawab dokter


"apa golongan darahnya dokter?"tanya pak Danu lagi


"O positif" jawab dokter


"Oh, itu.. golongan darah saya sama dengan pasien, ambil darah saya dokter" tukas pak danu kemudian.


"Baiklah kalau begitu pak, silahkan melakukan pemeriksaan dulu sebelum transfusi, suster antar Bapak ini ke lab" ucap dokter memberi arahan


Segara pak Darwis mengikuti suster yang di tujuk oleh dokter tadi.


Setelah dilakukan pemeriksaan dan dirasa memadai, maka Dokterpun segera melakukan transfusi darah pak Danu untuk Kirana


" Bagaimana dengan keadaan Kirana pak Danu?" tanya Darwis yang menghampiri pak danu yang masih terbaring usai mendonorkan darah untuk Kirana.


pak Danu menggeleng pelan dan menjawab


"Tadi dokter bilang Kirana koma, jika dalam 2 hari Kirana tak siuman maka tidak ada harapan untuk Kirana" ucap pak Danu melemah


Hati Darwis begitu hancur mendengarkan penuturan pak Danu, kakinya seakan tak lagi berpijak di bumi, dengan langkah lemah Darwis terduduk di kursi yang ada di ruangan itu


"Maafkan Rama anak saya master Darwis" ucap pak Danu lagi menyesalkan semua yang terjadi pada Kirana


"Kirana sudah banyak menderita kehilangan orang orang yang di cintainya dan berpisah dengan Rama sekian Lama, Dia pasti tidak ingin kehilangan Rama lagi, karna itulah dia mengorbankan nyawanya sendiri untuk Rama" ucap darwis dengan mata kian berkaca kaca


pak darwis terhenyak mendengarkan kata kata yang di lontarkan Darwis


"Apa maksut Master Darwis?" tanyanya masih belum paham

__ADS_1


"Rama adalah adik kandung Kirana yang pak Danu adopsi dari panti Asuhan" jawab Darwis


pak Danu terbelalak


"Jadi Kirana.. ohh.. " ucap pak Danu terhenti sambil menepuk jidat dan mengingat semuanya. memang pada waktu itu Ibu Maya pengurus panti dimana Rama di adopsinya pernah bercerita bahwa Rama memiliki kakak perempuan


"Kirana tidak bermaksut merebut Rama pak Danu, dia hanya ingin memastikan Rama baik baik saja bersama anda, karna itu kirana menutupi jati dirinya selama ini" ucap Darwis menjelaskan


Pak Danu mengangguk angukan kepala, Kini pak Danu mengerti kenapa Kirana dan Rama bisa begitu dekat, ada ikatan batin di antara mereka, Darah yang tak mampu di pisahkan meski tergerus oleh waktu


di Balik pintu ada Rama yang hendak masuk dan terhenti mendengarkan percakapan Darwis dan pak Danu


"Master Kirana, kakaku" ucapnya sembari menangis sesegukan


Darwis dan pak Danu menoleh kearah Rama dan menatapnya iba


"Rama.., Kemarilah nak! " seru pak Danu sambil melambaikan tanganya pada Rama.


Setelah rama berada di dekatnya, pak Danu menggenggam tangan Rama


"Kamu sudah dengar semua Rama?" tanya pak Danu menyesalkan


Rama mengangguk pelan. Bermacam kecemasan melanda hatinya, mungkinkah ayah Angkatnya akan kembali memisahkanya dengan Kirana setelah tahu bahwa Kirana adalah kakak kandungnya


"Rama anaku, Dampingilah Kirana kakakmu, dia juga berhak atas dirimu" ucap pak Danu masih menggenggam tangan Rama


"Papa.. apa papa tidak keberatan?" tanya Rama masih belum yakin apa yang ucapan pak Danu ayah angkatnya yang didengarnya


pak danu menggeleng lembut dan tersenyum, di sentuhnya kepala Rama dan di usapnya lembut


"Papa yang salah, seandainya waktu itu Papa mengadopsi kalian berdua dan bukan hanya kamu seorang semua ini tidak akan terjadi"ucap pak Danu sambil berusaha tersenyum getir, seakan menyalahkan dirinya sendiri


"Papa.." isak Rama sambil memeluk tubuh pak Danu dengan erat. begitu pun pak Danu memeluk putra angkat kesayanganya itu sambil mengarahkan pandanganya pada Darwis yang tersenyum tipis menyaksikan keduanya..


***

__ADS_1


Rama dan Darwis menemui Kirana yang masih terbaring tak sadarkan diri di ruang ICU selang oksigen dan perban nampak membalut kepala kirana. Rama menoleh pada Darwis sejenak dan Darwis mengangguk pelan mengisyaratkan pada Rama untuk mendekati tubuh Kirana. rama pun mendekati kirana dn menyelipkan jemari tanganya ke tangan Kirana. Ingin rasanya mendekap erat tubuh Kirana setelah tahu bahwa orang yang dengan gigih berjuang selama ini untuk mendekatinya adalah kakak kandungnya. Pantas saja Kirana sudi mengorbankan keselamatanya sendiri demi menyelamatkanya..


__ADS_2