Kirana Gadis Panti Asuhan

Kirana Gadis Panti Asuhan
Kirana Gadis Panti Bab 20 #Uluran tangan pak Danu#


__ADS_3

Melihat keadaan Kirana dan Bu Ratih yang begitu sedih Darwis mengajak keduanya masuk ke rumah panti dan menunggu anak anak panti di dalam..


sekitar satu jam kemudian anak anak panti pulang ke panti bersama sama. penampilan mereka nampak pucat dan dekil.mungkin karna beberapa hari mengamen membuat mereka kelelahan dan terpaparsinar matahari. Betapa sedih hati kirana menatap nanar ke adik adik asuhnya satu persatu.


"Adik adiku ada yang bisa menjelaskan kenapa kalian sampai mengamen di jalanan?" tanya Kirana yang masih duduk bersama Darwis dan bu Ratih di ruang tamu


Anak anak itu hanya menunduk dan saling melirik, siku tangan mereka saling bersenggolan seolah meminta satu sama lainya untuk menjelaskan. namun mereka tetap saja hening tak bersuara


"Lala, bagas kemarilah nak" titah Bu Ratih dan keduanya pun mendekat pada Bu Ratih yang duduk bersebelahan dengan Kirana. sedang saudara saudaranya yang lain masih tetap diam di tempat


"coba kamu jelaskan pada Ibu dan kak Rana apa yang terjadi?" pinta bu Ratih kemudian


"Kami tahu Ibu sudah tak miliki uang lagi bu, tadinya kami beralasan ke taman untuk bermain padahal kami punya rencana untuk membantu ibu mencari uang dengan mengamen tapiii..." ucapan lala terhenti dan wajahnya nampak ketakutan.


"Tapi apa Lala ayo bicara, jangan takut ada kak Rana di sini" ucap Kirana masih penasaran


"Uang kami di rampas pak Hendro dan pak Hendro meminta kami terus mengamen dan hasilnya di kumpulkan pada pak Hendro dan teman temanya jika tidak mereka" jawab lala wajahnya mulai memerah, air mata berjatuhan..


"Kenapa kalian mau melakukanya untuk pak Hendro?" tanya kirana lagi hatinya mulai meradang


"Pak Hendro memukuli Bagas dan mengancam kami. mereka akan nenculik kami bila kami tak menuruti perintahnya" jawab lala sambil terus menangis..


"Jadi pipi bagas waktu itu biru bukan karna jatuh?" tanya Bu ratih menatap ke arah Bagas yang kemudian mengangguk pelan..


"Ohh.." Air mata kirana tak terbendunng lagi.kirana tak memperdulikan akan sakit pada luka jahitanya yang belum mengering. menghampiri Lala dan bagas serta memeluk keduanya. Lala dan bagas balas memeluk pinggang Kirana dan menangis sejadi jadinya..Diikuti oleh anak anak panti yang lain berlari menghampiri Ibu ratih dan menangis bersama. Ibu Ratih pun nampak sesegukan masih di kursinya..


"Maafkan kami Buuu..."ucap anak anak itu. kata kata dan tangisan mereka kian menyayat hati Ibu Ratih..


Darwis yang menyaksikan keadaan itu menggelengkan kepala dan turut bersedih..


"Sudah sudah, sekarang kalian mandi dan istirahat, Ibu akan siapkan makanan untuk kalian" ucap Bu Ratih pada anak anak asuhnya sambil sesekali menyeka Air matanya..


Anak anak itu pun menuruti kata kata Bu Ratih. dan bersama sama memasuki kamar mereka.

__ADS_1


Dari luar terdengar suara pak Hendro dan teman temanya berjalan memasuki halaman sambil berbincang bincang dan sesekali terbahak. entah apa yang mereka perbincangkan..


Benar benar luka hati kirana jauh lebih sakit di bandingkan luka fisik yang ada pada dirinya saat ini. tanpa pikir panjang Kirana berlari menghampiri kawanan itu dan


"Plak..plak.. bukk..bukk..bukk...


kirana seperti kesetan menghajar ketiga orang itu dengan pukulan dan tendangan. Darwis terkejut dan mengejar kirana namun tak kesampaian. Kirana terlanjur kalap..


pak Hendro dan kedua temanya bangkit perlahan sambil meringis kesakitan.


tak puas sampai di situ kirana masih ingin menyerang mereka lagi. namun Darwis sudah ada di belakangnya medekap tubuh Kirana


karna cemas pada kondisi kirana yang masih belum pulih sepenuhnya.


"Sudah Kirana, cukup.. Ingat kamu belum pulih benar"ucap darwis masih berusaha mendekap dan menenangkan Kirana yang masih menangis menahan amarahnya..


"Lepaskan aku kak Darwis, Biar aku bunuh saja mereka, manusia manusia berhati iblis" ucapnya dengan volume keras dan menatap pak hendro dan kedua temanya dengan tatapan bengis


"Darwis yang turut tersulut emosi melepaskan Kirana dan menghampiri pak Hendro..


plakk..plakk.. bug..bug.. prakkk..


pak Hendro yang sudah kesakitan di hajar Kirana kini kembali mendapatkan pukulan pukulan dari Darwis. Tubuh pak Hendro terpental dan menabrak pot bunga yang tersusun di halaman panti..


Bu Ratih yang menyaksikan itu di depan pintu hanya Diam. tak lagi menghentikan Kirana dan darwis. hatinya pun merasa puas atas sakit hatinya atas apa yang di lakukan pak hendro padanya dan anak anak panti..


pak hendro terhuyung huyung kembali bangkit, di bantu oleh kedua temanya memapah pak Hendro meninggalkan halaman panti dengan terburu buru..


namun beberapa langkah pak Hendro berhenti dan menoleh pada kirana


"Aku akan membuat perhitungan denganmu" ucapnya kemudian melanjutkan langkahnya keluar halaman panti dan terus berlalu..


***

__ADS_1


Setelah sampai di dalam rumah panti dan keadaan Kirana sudah tenang,Darwis mengulurkan beberapa lembar uang ratusan pada Bu Ratih.


"Bu mudah mudahan ini bisa membantu, sementara ini. jika tahu akan begini, mungkin tadi saya akan singgah di ATM" ucap Darwis


"Oh, ini sudah sangat membantu untuk anak anak beberapa hari ke depan nak Darwis" ucap bu ratih senang


Kemudian Darwis pun pamit undur diri. tak lupa mengingatkan kirana


"Jaga dirimu baik baik kirana, jika ada apa apa segera hubungi saya" ucapnya Darwis yang masih saja cemas pada Kirana..


Kirana menganggukan kepala sambil tersenyum tipis. kemudian darwis pun berlalu dengan mengendarai mobilnya


***


Ke esokan harinya 2 buah mobil berhenti di halaman panti, nampaklah pak Danu bersama istrinya dan juga Rama turun dari mobil mewahnya. dan seperti biasa beberapa pengawal mengikuti mereka..


Mendengar suara kelakson Bu Ratih membukakan pintu dan meyambut pak Danu dan keluarganya. kebetulan mereka sudah pernah bertemu ketika menjenguk Kirana di Rumah sakit..


" Silahkan masuk Pak, Bu" Ucap bu Ratih ramah


Beberapa orang pengawal terlihat menurunkan beberapa dos berisi makanan dan minuman serta buah buahan sebagai oleh oleh untuk anak anak panti.


setelah berada di dalam dan baru saja duduk di ruang tamu, rama menoleh kiri kanan seperti mencari sesuatu.


"Hmmm.. cari siapa sayang" tanya ibu Wanda istri pak Danu melihat putra angkatnya seperti mencari cari seseorang. kata kata gurauan itu dilontarkan padahal bu Wanda tahu siapa yang Rama cari.


"Kak kirana mana bu?" tanya Rama pada bu Ratih..


"Oalaahh.. nak rama sudah tak sabar bertemu kirana rupanya, Kak kirananya baru selesai mandi. mari sini menunggu bersama anak anak panti di dalam" ajak bu Ratih


Rama menoleh pada pak bayu dan istrinya yang tersenyum pada Rama sambil menganggukan kepala, tanda mereka menyeujui tindakan Rama. Dengan senang hati rama berjalan masuk ke kamar anak anak panti dan di sambut ramah oleh anak anak panti..


Setelah itu Bu Ratih memberi tahu Kirana bahwa Ada pak Danu dan keluarganya. Kirana yang baru selesai mandi menemui Rama sebentar di kamar anak anak panti. setelah melepas Rindu dengan Rama Kirana membiarkan Rama tetap di kamar anak anak panti, dan terlihat mereka begitu menikmati kebersamaan mereka.kemudian Kirana pergi ke ruang tamu di mana pak Danu dan istrinya beserta bu Ratih menunggu Kirana dengan sabar.

__ADS_1


__ADS_2