Kirana Gadis Panti Asuhan

Kirana Gadis Panti Asuhan
Kirana Gadis Panti Bab 5 # Petunjuk keberadaan Rama#


__ADS_3

Pagi pagi sekali Darwis sudah mandi dan berpakaian rapi, menggunakan celana jins, dan berbaju kaos di timpali switer. tak lupa menggunakan sedikit wewangian.. setelah berkaca dan merasa ketampananya sudah maksimal, Darwis pun beranjak menuju ruang makan. Tapi di Ruang makan hanya ada Ayah dan Ibunya. Tapi Darwis mencari shela adiknya.


"Shela mana Bu?"


"Baru saja keluar, katanya pagi ini ada olah raga di sekolahnya, makanya buru buru berangkat" jawab Bu siska sambil menyuapkan potongan roti ke mulutnya.


"Oh, Klo begitu Darwis pergi juga deh Bu, yah" Kata Darwis segera menenggak susu di gelasnya dan berlari keluar rumah berharap shela belum berangkat..


"Shel.. shel.. shel.tungguin"panggil Darwis saat melihat adiknya membuka pintu mobil yang biasa di gunakan untuk mengantarnya pulang pergi sekolah oleh pak mamat sopirnya.


"Ih tumben, abang jam segini sudah ganteng kayak Li min ho, xi..xi..xi..mau kemana bang?" tanya shela menggoda kakak tersayangnya.


"he..he..Mau antar Shela sekolah dong, tapi singgah jemput Kirana kan?" jawab darwis sambil tersenyum manis..


"Wah..wah..wah.. Kayaknya kerjaan pak mamat sekarang jadi ringan ni, ada sopir baru yang antar jemput Shela sekarng kesekolah, kayaknya gara gara kena virus ehem.. " ledek shela sambil terus tersenyum seakan mengerti kalau abangnya mulai menyukai sahabatnya.


"Hemm, sok tauk.. abang tu cuma mau perhatian, masa punya adik satu aja nggak di perhatiin"jawab Darwis seenaknya


"Huu..Pake ngeles lagi, ayok pak mamaatt.." sahut shela menguji Darwis dgn berpura pura hendak masuk ke mobilnya kembali..


"wellehh..pake ngusil lagi.. i.. iya udah deh abang ngaku" jawab darwis sambil menarik pergelangan tangan Shela adiknya menuju mobil miliknya, di iringi shela yang terkekeh berhasil menjahili abangnya.


"Tambahin uang jajanya Shela ya Bang, supaya shela nanti bisa tlaktir Kirana!"


"Yaaahhh.."


***


Sampai di depan panti asuhan nampak Kirana yang baru saja keluar halaman..


"Ran" teriak shela dari dalam mobil. dan Kirana pun mendekat.


"Sepedanya belum di perbaiki kan? " tanya shela..


"Be.. anu.. eh..Saya sudah pesan ojek online.."Jawab Kirana karna tak enak bila harus terus di beri tumpangan.


"Tapi ojeknya udah balik Ran, Abang darwis tadi yg ganti rugi ke bang ojol" ucap shela sambil tertawa..

__ADS_1


"Hah..!" kirana melotot bingung kearah Shela dan Darwis. sedang Darwis pura pura menggunakan headsed padahal musiknya tidak menyala, hanya alasan semata untuk menutupi kecanggunganya menghadapi reaksi Kirana mengetahui bang Ojolnya di hadang Darwis di pintu gerbang dan suruh mutar balik lagi dengan uang ganti bensin.


"Ayolah Ran, tidak setiap hari juga kan" rayu shela kemudian sambil membukakan pintu mobil untuk sahabatnya.


Akhirnya mau tidak mahu Kirana pun pasrah saja.


*Di perjalanan*


"Oh iya, Kirana, Hari ini di perguruan Bela diri menerima pendaftaran murid baru, kalau mau saya bisa mengantarmu kesana, bukankah kata Shela kemarin kamu tertarik belajar bela diri kan?"Ucap darwis, seakan ingin mendengarkan Kirana becakap denganya. Nyatanya itu hanya alasan agar dia bisa mengantar kirana.Lagipun kirana pasti datang sebagai master bukan sebagai murid baru.


"Oh, tidak perlu Kak, biar nanti saya send.."


"Nggak apa apa Ran, biar bang Darwis yang antar, tapi sayangnya aku nggak bisa ikut, siang nanti aku ada janjian nemenin Ibuku, tapi jangan khawatir, Abangku nggak pernah macam macam sama cewek, klo dia macam macam tinggal bilang ke aq hehehe.."


Blm selesai Kirana berbicara, Shela sudah memotong ucapanya panjang kali lebar, seakan ingin memberi peluang pada Darwis untuk bisa dekat dengan Kirana


Darwis yang slalu mencuri pandang lewat kaca sepion hanya tersenyum mendengarkan celotehan shela membujuk Kirana. Darwis tahu kali ini kirana pun pasti tidak bisa menolaknya..


***


sepulang sekolah, Darwis kembali untuk menjemput, tapi kali ini Kirana yang akan dia jemput. seperti yang di bahas pagi tadi, bahwa Mereka akan ke tempat Latihan bersama. sedang shela, sudah pula di jemput oleh pak mamat sopir pribadinya.


"Bagaimana dengan sepedamu Kirana, apa aku boleh membantumu membawanya ke bengkel atau tukang tambal ban?"


"Tidak perlu master Darwis, saya bisa sendiri hanya saja blm ada waktu kemarin.."Jawab Kirana tanpa mau menatap lawan bicaranya..


"Owh, saya juga berharap hari ini kamu juga sangat sibuk hingga belum bisa membawa sepedamu ke tukang tambal".


"Maksut master??" tanya kirana tidak mengerti


Darwis tersenyum tipis dan menghentikan mobilnya ketika mesuki zona lampu merah..


"Kenapa kamu tidak ingin menatapku kirana, apa wajahku menyeramkan bagimu, atau membosankan?" tanya darwis kembali..


Dengan brgitu kirana mulai berani menatap wajah Darwis, dan mereka pun bertatap mata.. namun kerut kening Kirana masih menggambarkan pertanyaan.


"Aq ingin selalu dekat denganmu Kirana, aq ingin menjadi kakimu kemana pun kamu melangkah. dan Aku tahu kita tidak akan bersama jika sepedamu tidak rusak" jawab Darwis tersenyum tipis.

__ADS_1


Kirana pun segera mengalihkan pandanganya kembali, jantungnya berdebar hebat kala mendengar pengakuan Darwis. Begitupun Dengan Darwis, tak sangup mempercayai apa yang di katakanya pada Kirana hari ini, dan itu terucap begitu saja.


Tit..tit.. Klakson mobil di belakng mereka mengagetkan Darwis yang masih menata jarak nafas dan detak jantungnya yang berdegup hebat.


Lalu perlahan diapun kembali mengemudi mobilnya..


Sesampai di tempat latihan, Kirana segera masuk ke ruang ganti.. Diluar sudah menungu para murit lama dan beberapa murid baru.


setelah pakaianya siap diapun segera keluar menemui murid2nya


"Hari ini kita kedatangan murid baru baru ada 8 orang, mari silahkan perkenalkan nama kalian masing masing.


mereka pun memperkenalkan nama dan umur serta sekolah mereka satu persatu.. Namun yang terakhir meyebut nama dan umurnya berhasil membuat mata Kirana terbelalak.


"Saya Rama Rahardiyan 12 tahun, kelas 1 SMP"


Deg..


jantung kirana seakan hendak berhenti berdetak. kala Bocah lelaki yang berada di barisan terakhir itu menyebut namanya.


"Rama?" mata kirana berkaca, namun dia tak berani menghpiri anak lelaki itu sebelum memastikan itu adalah adiknya. sebab meski nama depan mereka sama namun Rama adiknya tak memiliki nama belakang..


Kembali kirana mencoba vokus, meski hatinya bergemuruh ingin segera menghampiri anak itu..* siapa dia, tinggal di mana, siapa orang tuanya.. orangtua angkat atau kandung.. Oh Rama..*


Darwis yang sedari tadi mengajar di tingkatan lain, namun mereka masih satu ruangan, memperhaikan Kirana yang nampak tak seperti biasanya.. Dia pun segera mendekati Kirana..


"Kirana apa kamu Sakit?"


Kirana mengarahkan pandanganya ke Darwis dan mengeleng, Namun Darwis memperhatikan kirana yg tidak terlalu fokus dengan gerakan. bukanya memperhatikan murid2nya.. matanya hanya tertuju ke arah Rama Rahardiyan.. Namun Darwis justru berfikir Kirana kehilangan konsentrasi akibat percakapanya di mobil tadi..


"Kirana, Tolong jangan fikirkan kata kataku tadi, kita bisa membahasnya lain waktu.." Ucapnya..


"Apanya? " justru kirana tidak mengerti apa yang di maksud oleh Darwis saat ini..


Matanya kembali tertuju pada anak lelaki itu, dan kini Darwis baru menyadarinya lalu Darwis pun melihat anak lelaki yg baru kelas 1 smp itu, sangat tampan. Lalu Darwis pun menarik tangan kirana sedikit menjauh dari anak2 itu, kemudian bertanya lagi


"Kirana, kamu tidak sedang jatuh cinta pada siswa SMP kan? Tanya Darwis mulai cemas. Kalau2 Kirana justru memiliki kelainan dengan menyukai anak smp di bandingkan pria seumuran kirana sendiri ataupun lebih dewasa darinya..

__ADS_1


mendengar pertanyaan Darwis, kirana justru melebarkan bola matanya menatap Darwis.. Tidak menjawab, hanya mendengus kesal dan pergi meningalkan Darwis..


__ADS_2