
"Latihan selesai selesai, bubar"
"Hoss"
Semua murid membungkukan Badanya dan membubarkan diri masing masing.
Darwis kembali menghampiri Kirana yang masih sibuk mengelap keringat di leher dan tanganya dengan handuk kecil..
"Kita pulang sekarang Kirana?"
Kirana mengangguk dan segera berjalan menuju ke ruang ganti. tapi baru saja hendak masuk
Brukkk..
"Aoouu.."
Seseorang bertabrakan denganya kirana.. keduanya terhuyung menyentuh bagian tubuhnya masing masing. mata kirana terbelalak kala melihat siapa yang bertabrakan denganya.
"Rama" ucapnya pelan..
"huf uhh.. Ma'af kak, tadi saya buru buru"
"He..Oh tidak apa apa" Jawab kirana masih termanggu di tempat.
"Tuan Muda, tuan tidak apa apa? " tanya seorang laki laki dewasa menghampiri Rama.
"Oh, tidak apa2 pak, hanya bertabrakan kecil" jawab rama pada lelaki itu sambil tersenyum
"Saya permisi Dulu kak, sekali lagi ma'af" ucap Rama lagi sabil tersenyum dan berlalu. terlihat lelaki tadi mengikutiny dan membawakan tas milik Rama. Mata Kirana berkaca mana kala memandangi bocah lelaki itu, hatinya berdesir hebat, seakan mengatakan ada ikatan antara Dirinya dan anak lelaki yang memiliki nama depan sama dengan Adiknya itu. Sebab jika adiknya masih sehat, mungkin sebesar Rama ini..
"Ran, kok masih di sini"Tegur Darwis yang telah selesai menganti pakaianya dan mengagetkan kirana..
"Oh, iya.. aku masuk dulu"
Criik.. kaki Kirana menendang benda kecil..
Kirana menunduk dan memungut benda itu yang ternyata adalah sebuah kalung bergantung pula sebuah cincin mirip dgn yang di berikan pada rama adiknya. terkejut, kirana segera mencari siapa tahu ada huruf yang tertera di cincin Itu
" A&H" itu nama Dari Arman dan Hana ayah dan ibunya. Mendapati kenyataan itu Kirana segera berlari keluar aula..
"Rama" pekiknya..
Darwis yg sedari tadi memperhatikan Kirana penuh keheranan pun segera mengikuti Kirana dan mengejarnya..
sayang sekali Mobil yang di tumpangi Rama telah berlalu.Sudah tak ada lagi orang di parkiran kecuali Dirinya dan Darwis yang mengikutinya dari tadi. Kirana melepas maskernya dan matanya menyapu keliling halaman aula. namun tak menjumpai sesiapa yang dia cari..
"Raaammmaa"..pekiknya melunglai di halaman parkiran..
Melihat Kirana histeris, Darwis menghapiri Kirana dan memeluknya. Dia tak tahu apa yang terjadi, yang Darwis tahu, saat ini Kirana butuh bahu untuk bersandar..
__ADS_1
***
Masih terisak, namun kini Kirana lebih tenang. Barulah Darwis berani bertanya pada kirana.
"Apa yang terjadi Rana, siapa Rama sebenarnya?"
" Dia adiku kak Darwis, dia Adik kandungku hu..hu.." ucap kirana kembali menangis. dan darwis kembali mendekap tubuh kirana agar kembali tenang.
"Hai Kirana, apa kau lupa, 2 hari sekali kita akan bertemu dia di sini?" ucap darwis, seraya membuat Kirana tenang.. Entah bagaimana dia bisa lupa bahwa dia adalah master atau guru Bela diri Rama sa'at ini.
Saat itu pula Kirana baru sadar kalu dirinya sudah terlalu lama di dalam dekapan Darwis. Kirana melepaskan diri dan mendorong tubuh lelaki itu, agar terlepas dari pelukan Darwis dan menatap pria tampan yang ada di hadapanya itu dgn sorot mata tajam..
"Eh.. kak Darwis ambil kesempatan ya peluk peluk sy?"
"Haahh".. Darwis heran campur bingung.
Kemudaian kirana pun segera berlalu menuju ruang ganti..
***
setelah menunggu beberapa lama akhirnya Kirana pun keluar, Darwis sudah menunggunya di parkiran.
melihat Kirana, Darwis langsung membukakan pintu mobil dan mempersilhkan Kirana masuk. lalu mereka pun melaju untuk pulang.
Di perjalanan tak ada lagi percakapan di antara mereka.. Darwis memilih tidak bicara apa apa, merasa cemas kalau akan mengganggu kirana yang masih bersedih..
"Bang Darwis!!"seru sela
"Hai, Ibu sama shela dari mana?"
"Nih nemenin Ibu ke Butik"jawab shela..
"Ooo"..
"Bang Darwis baru pulang, Kirana mana?" tanya shela lagi
"Tuh ada di mobil, Abang suruh nunggu"Jawabnya sambil menunjukbke arah parkiran.
"Siapa Kirana? " tanya Bu siska..
"Calon mantu buu... xi..xi..xi.. "jawab shela sambil terkekeh..
Oooo" Bu siska percaya..
"Iya calon mantu, klo Kirana mau nikah sama Abang, klo nggak ya lapuk deh.." timpal Shela Lagi smabil terkekeh..
"Huh..." Darwis gemes dengan kejahilan shela, seandainya tanganya tidak penuh barang bawaan, mungkin dia akan memggelitiki perut shela sampai ampun..
"Tunggu tunggu, kok nggak mau gi mana sih, emang bukan pacarnya? " tanya bu Siska bingung..
__ADS_1
"he..he.. belum pacaran buu.. masih PDKT, Kan Kirana teman sekolah Shela" jawab shela..
"Oallah,, yah tertunda dong pingin cepet punya mantu.."ucap bu Siska sambil meringis..
"Dah ah, Ibu juga masih belum tua tua amat.., Darwis tinggal ya, Kasihan kirana di parkiran sendirian" jawab Darwis sambil berlalu.
***
Sesampai di rumah panti, selesai mandi Kirana merebahkan badanya.. membayangkan yang terjadi sore tadi.
"Rama" ucapnya lirih dan air mata mulai mengalir di sudut matanya. Di genggamnya kalung yang di dapatkanya ketika dia bertabrakan dengan Rama.Rasanya taksabar menunggu 2 hari lagi, di mana itu adalah jadwal latihan Bela Dirinya dan Rama.
kriet..
terdengar gagang pintu diputar dan seseorang masuk. Ternyata itu adalah Ibu Maya.Kirana segera menyeka air matanya, namun Ibumaya sudah terlanjur melihatnya.
"Ada apa lagi Kirana, sang juara kita sedang menangis rupanya" tegur bu Maya..
"Tidak Bu" jawab kirana sambil menggeleng..
"Bicaralah nak" ucap Bu Maya lagi sambil membelai ranbut panjang kirana..
Kirana tidak menjawab dan hanya mengulurkan tanganya, memperlihatkan kalung dan cincin kedua orang tuanya..
Ibu maya terkejut, melihatnya.. karna Ibu maya pun juga hafal kalung itu.. kirana dulu memakainya beberapa bulan sebelum di berikan pada Rama yang akan di adopsi..
"Kirana, Apa kamu bertemu Rama nak?" tanya bu maya penuh selidik..
Kirana mengangguk,
"Dia murit Bela diri baru dibtempatku mengajar bu, Awalnya aku juga tidak tahu kalau itu adiku Rama, kami bertabrakan, dan kalung itu terjatuh dari Rama.." kembali pecah air mata haru Kirana.. Setelah lebih dari 10 tahun akhirnya, dapat bertemu Rama kembali, walaupun Rama tidak tau kalau dia adalah kakaknya..
"Bu, boleh aku tahu nama orang yang mengadopsi Rama?" tanya kirana..
Sejenak Ibu maya berfikir, lalu mulai bicara..
"Danu Hermawan"
"Trima kasih Bu" ucap Kirana tersenyum..
"Tapi Kirana"
"Tapi Apa Bu"
Bu maya menghela nafas berat dan baru mulai bicara..
"Rahasiakan dulu dirimu, jika pak Danu tahu kamu kakaknya Rama, Ibu justru cemas, Rama akan di jauhkan dari kamu, dan justru bisa jadi di kirim lagi keluar negri. mereka pasti takut kehilangan Rama.." ucap bu rani menjelaskan..
Ya kirana mengerti, karna memang di sana Rama menjadi seorang pangeran, pasti tidak sembarang orang di perbolehkan menyentuh Rama. itu dapat kirana saksikan siang tadi saat Rama pergi oleh di kawal beberapa orang..
__ADS_1