
Selesai makan malam Kirana dan anak anak panti membereskan meja makan dan mencuci piring mereka bersama sama. Itu mmemang sudah jadi rutinitas anak anak panti setiap harinya. setelah selesai tak lupa Kirana mengingatkan adik adik panti untuk belajar bersama sebelum tidur mengingat hari ujian sekolah serempak akan segera tiba. Begitupun Kirana dan bu Ratih memasuki kamar mereka.
"Bu apa Bu Maya ada pesan dengan Ibu?" Tanya Kirana pada Bu ratih sebab hatinya merasa tak tenang setelah seharian tak dapat menemui Bu Maya.
"Tadi pagi Ibu Maya hanya menyuruh Ibu untuk kepasar dan tidak berpesan apa apa, tapiii.." Ibu Ratih tak melanjutkan bicaranya
"Tapi apa Bu..?" tanya kirana merasa penasaran
Bu Ratih berjalan menuju ke meja belajar dan membuka laci di meja itu, lalu mengambil secarik kertas dan menyerahkanya pada Kirana.
Kirana menerima kertas yg di sodorkan Ibu Ratih dan membaca tulisan yang ada dikertas itu..
*Urus panti baik baik, saya keluar kota ada urusan penting di rumah kerabat"
Hanya itu yang tertulis. Kirana mengeryitkan kening membaca tulisan itu, namun merasa aneh karna tulisanya sangat jelek tak seperti tulisan tangan Bu Maya. Karna Kirana tahu tulisan Ibu Maya sangat bagus. sebab ibu Maya biasanya selalu ikut membibing anak anak panti mengejakan PR dari sekolah
"Bu, apa ibu yakin ini tulisan Ibu Maya? " tanya kirana pada Ibu Ratih. Hatinya kian tak tenang sekarang. begitupun Ibu Ratih menggelengkan kepalanya tanda tak yakin. namun tak tahu apa yang harus mereka lakukan sekarang. tersirat pula kesedihan yang terpancar di wajah Ibu Ratih, Kirana yakin Ibu Ratih pun pasti sangat cemas pd Ibu Maya Orang yang sedari kecil hidup bersamanya sudah seperti saudara kandungnya sendiri
"Apa ibu tahu kerabat Ibu Maya di luar Kota?"tanya kirana lagi
tetap saja ibu Ratih Menggeleng
Hingga melewati malam pertama tanpa mendengar kabar tentang Ibu Maya, mengundang kegelisahan di hati Mereka. Bahkan berkali kali nomor pribadi Ibu maya di telfon pun tak dapat di hubungi.
***
Hingga pagi pun tiba, masih juga tak ada tanda tanda Ibu Maya memberikan kabar. Rumah panti seakan senyap seperti kehilangan jantungnya. Anak anak panti tampak tak semangat menikmati sarapanya, yang ada hanya pak Hendro dan kedua temanya terdengar gaduh menyantap makanan sebanyak banyaknya. pemandangan itu membuat Hati Kirana begitu muak. Apalagi Kirana yg sedari awal mencurigai bahwa pak Hendro dan kawananya adalah orang orang yang bertangung jawab atas Hilangnya nyawa kedua orangtua Kirana.
Tapi kirana kini mulai curiga juga pada mereka, kenapa Pak Hendro sama sekali tidak memperdulikan keadaan maupun keberadaan Ibu Maya. padahal mereka bersaudara kandung.
***
Di kediaman pak Bayu satu keluarga sedang menikmati sarapan pagi mereka
"Bang, Shela berangkatnya sama pak mamat saja ya" ucap shela sambil menyantap nasi goreng di piringnya
"Lho kenapa shel?" tanya Darwis menatap kearah Shela
__ADS_1
shela tersenyum lebar
"Biar Abang bisa banyak ngobrol sama Kirana, Kalo ada shela kasihan Abang gk banyak omongnya, shela tahu abang malu sama shela" celetuk shela sambil terkekeh..
"Sstt.."Darwis mengisaratkan agar shela diam sambil melotot kearah adik kesayanganya itu
"Ehemm.. Bu.. Kayaknya kita ketinggalan berita ini Bu.." ucap pak Bayu pada Istrinya
"Ibu sudah tahu kok yah, waktu itu pernah ketemu di depan butik pas ada penjual gorengan, jadi cuma Ayah yang ketinggalan beritanya" jawab bu siska sambil melempar senyum lebar pada suaminya
"Hah, masak sih.. kang korannya Ayah nggak adil ini" balas pak Bayu lagi sambil melotot ke arah shela, yang semakin terkekeh. Darwis tersenyum senyum malu..
"Namanya siapa Sih wis? " Tanya pak Bayu
belum sempat Darwis menjawab tapi di dahului oleh Bu Siska dan Shela serempak
"Kiraanaa.." jawab keduanya sambil terus terkekeh
Pak bayu pun ikut tertawa..
"lha. jadi Kapan Kirananya di ajak main ke sini, Ayah mau lihat cantik nggak pilihanya anak Ayah ini" goda pak Darwis kemudian..
"Lhaahh cocok berati, Barby kekasihnya pangeran Darwis" ucap pak Bayu menimpali
"Pangeran Eryk Ayah kekasihnya berby" jawab shela
"Ya Sudah nanti Ibu suruh Bik Marni bikinin bubur merah ganti namanya Darwis jadi Eryk" kata bu siska
"Nggak usah Bu, bubur cangijo aja yang enak" jawab pak Bayu sambil tertawa di ikuti oleh seluruh Anggota keluarganya..
***
"Lho, shela mana Kak? " tanya Kirana kala melihat shela tak ikut bersama di mobil Darwis
"Kasihan pak mamat katanya bengong aja nggak ada kerjanya klo nggak nyupirin Shela" jawab Darwis sambil terkekeh
Kirana pun hanya tersenyum tipis menanggapi candaan yang di lontarkan Darwis
__ADS_1
Melihat Kirana kembali murung darwis pun mulai bertanya pada kirana
"Kenapa lagi Ran?" tanyanya sambil terus mengemudi
kemudian Kirana menceritakan pada Darwis, tentang keperguan Ibu Maya yang secara tiba tiba. bahkan tidak ada nomornya yang dapat di hubungi. Begitu pun Kirana menceritakan tentang kehadiran pak Hendro adik bu maya di panti, berikut kecurigaan Kirana pada pak Hendro dengan teman temanya yang berhubungan dengan kematian kedua orang tuanya dan mungkin pak Hendro pun ada hubunganya dengan hilangnya Bu maya secara tiba tiba
Setelah mendengarkan penjelasan Kirana darwis berusaha mencerna dan kemudian menyarankan Kirana untuk tidak panik ataupun gegabah
"Begini Kirana, jika dalam 2x 24jam tetap tidak ada kabar dari Bu Maya, baru kita lapor polisi, oke" ucap darwis menenangkan hati Kirana.
Kirana pun hanya dapat menganguk lesu.
***
Keesokan harinya setelah pulang sekolah sebelum ke tempat latihan, tetap tak ada kabar dari Ibu Maya, maka Darwis pun menemani Kirana ke kantor polisi untuk membuat laporan kehilangan.
"Tenanglah kirana, bersabarlah biar polisi yang mencari Ibu Maya" hibur darwis
Kirana menganguk berusaha menurunkan kecemasanya
Setibanya di tempat latihan kirana menajarkan pertandingan belediri 1 lawan satu
satu demi satu berhadapan dengan lawan masing masing, hinga tiba giliran Rama dan salah seorang temanya yg menjadi lawanya
"Siap, mulai!"Kirana memberi aba aba
Rama melayangkan pukulan tangan kanan ke depan, berhasil di tankis lawan, kemudian tangan kiri maju lagi, namun lawanya gesit menangkap tangan Rama memutar dan membegal kaki Rama hingga terpelanting, namun sayangnya Rama tak bisa mengimbangi dan tanganya terkilir.
"Rama" teriak Kirana berlari menghampiri melihat Rama terhuyung menahan sakit pada lenganya
Kirana membantu rama berdiri, dan dari kejauhan beberapa laki2 dewasa yang utus untuk mengawal Rama pun berlari menghampiri, Rama di bopong menuju mobilnya dengan panik Kirana Dan Darwis mengikuti mobil yang membawa Rama ke rumah sakit. Tak berselang lama dari arah lorong UGD rumah sakit nampak pria berjas bersama wanita cantik di sampingnya yakni istri dari pria itu. Kirana pun Ingat bahwa Dia pernah melihat pasutri itu pada waktu mereka datang untuk mengadopsi Rama. dan beberapa pengawal di belakangnya berjalan tergesa gesa menuju ke arah Rama. Setelah memastikan pada dokter bahwa Rama baik baik saja dan hanya terkilir pasangan itu pun keluar dari ruangan dan bertatap muka dengan Darwis dan Kirana.
*Habislah aku* Bisik kirana dlm hati
Namun di luar dugaan Pria itu justru tersenyum dan menawarkan jabat tangan pada Darwis dan Kirana
"Saya Danu Orang tua Rama" ucap lelaki itu sambil tersenyum teduh
__ADS_1
"Maafkan kelalaian kami pak" ucap Darwis pada pria itu.
"Heh..he.. tidak apa2, Rama hanya terkilir dan itu sudah Resiko dalam Latiahan" jawabnya kemudian