Kirana Gadis Panti Asuhan

Kirana Gadis Panti Asuhan
Kirana Gadis Panti Bab 2 #Menutupi jati Diri#


__ADS_3

Meski kini Kirana telah berada di bangku kelas 3 SMA, tak banyak teman yang akrab denganya, meski kirana begitu cantik, namun cowok cowok di sekolahnya enggan mendekatinya, karna di mata teman temanya menilai kirana gadis yang aneh. kirana lebih banyak menghabiskan waktu menyendiri setiap kali jam istirahat sekolah tiba, tak banyak berinteraksi dengan teman temanya, kecuali dengan shela teman sebangkunya. Hanya shela yang mau duduk sebangku dengan Kirana, semenjak dari pertama kali kirana masuk kls 1 SMA hingga mereka kelas 3 SMA. Meski di mata teman teman yang lain Kirana di nilai aneh, bagi shela, Kirana adalah teman yang unik. Dibalik sifat diam Kirana otak jeniusnya membuat shela betah berlama lama dengan Kirana. memang tak banyak berucap, tapi Kirana senang membagi pengetahuan dengan caranya sendiri.. kadang shela banyak bertanya tentang materi pelajaran yang di nilainya sulit, Kirana mengajarkan shela dgn baik kadang secara langsung maupun melalui tulisan dn WA.Kirana hanya bicara bila penting saja.


Setiap berangkat dan pulang sekolah Kirana menggunakan sepeda yg di beli dari hasil keringatnya ketika Dia bertanding dlm kejuaraan olahraga. Kirana sengaja memakai celana olahraga setiap berangkat maupun pulang sekolah, untuk mempermudahnya mengendarai sepedanya. diruang ganti sekolah barulah dia mengganti pakaianya. shela sering menawari Kirana jemputan dgn mobilnya yg di belikan papa mamanya khusus untuk antar jemput shela di sekolah, namun Kirana menolaknya dgn halus.


"Rana, kenapa kamu tidak mau kalau aku menjemput dan mengantarmu aku kan sahabatmu Ran?"


"Trimakasih tawaranya shela, tapi bersepeda sangat menyenangkan bagiku, bonus kan bisa olahraga setiap hari" jawab Kirana dengan menyungging senyum manis di bibirnya.


Padahal bukan hanya itu alasannya, selain mendambakan tubuh yang atletis, dgn bersepeda akan memudahkan Kirana mencapai tempat latihan Beladiri setiap pulang sekolah tepat waktu, meski jalanan sedang macet. tapi untuk alasan itu, kirana tidak pernah membuka dirinya bahkan tidak memberitahukanya pula pada shela.


"Nggak takut jadi dekil ya Ran? " goda shela lagi


"Daahh.., ntar klo aku dekil tinggal minta skincare kamu"jawab Kirana sambil nyengir.


"enak saja.." timpal shela sambil mencubit lengan Kirana..


"klo ngak mau, besok klo ada fisika nggak usah minta ajarin lagi ya.." jawab Kirana lagi sambil tersenyum..

__ADS_1


"Iiiihh kok gitu sih ran.. " ucap shela sambil tertawa girang karna berhasil membuat Kirana lebih banyak bicara hari ini.


Begitulah Kirana, memang sudah lazimnya klo banyak yang menilainya sbg gadis aneh.. Jika tak di tegur, Kirana jarang berbicara. hanya shela yang tahu kepribadian kirana yang sebenarnya sangat baik.


***


Jam pulang sekolah Kirana jarang langsung pulang, karna harus ke tempat latihan bela diri. bukan hanya satu perguruan, dulu ketika masih kelas 1 smp pertama kali yg di ikuti hanya pencak silat.. setelah 2 lulus dari pencak silat kirana melebarkan debutnya di perguruan tekwondo, dan sekarang pun ikut di perguruan mhuathai sekaligus, hanya saja beda2 hari..


Mengerti akan kesibukan Kirana, biasanya Ibu Ratih sengaja membawakan bekal untuk Kirana, jadi kirana dpt memakanya sebelum memulai olahraganya..


***


Darwis merupakan kakak tingkatan yang sudah menjadi seorang master di perguruan beladiri tempat Kirana mengajar..pertama kali bertemu Kirana 3 tahun lalu, ketika kirana baru masuk. ya masih remaja yang baru kelas 3 SMP.


Tak ada yang tahu jelas kedekatan Kirana dan Darwis, sepintas hanya sebagai guru dan murit, namun bagi Darwis, Kirana adalah segalanya. nyatanya Darwis memang mulai menyukai Kirana sejak pertama kali melihat wajah Kirana.. Ya, hanya Darwis lah yang Tahu wajah asli Kirana saat masuk di perguruan, sebab kirana selalu menggunakan masker untuk menutupi wajahnya, bahkan ketika Kirana ada di ring untuk bertanding..


lalu bagaimana Darwis dpt berhasil membuka masker Kirana,

__ADS_1


ini Karna sifat Keponya Darwis yg sulit untuk di bendung, mana kala melihat salah satu adik muritnya tak pernah membuka maskernya. maka berinisiatiflah Darwis mengundangnya ke ruang master..


"Bisa kamu buka maskermu Kirana? " titahnya kala itu..


"Tapi master" sahut kirana hendak menolak..


"Tidak ada kata tapi, buka sekarang" perintahnya lagi..


Akhirnya Kirana pun bersedia membuka maskernya, di iringi dengan bola mata darwis yg membulat kala memandangi kecantikan gadis itu dan tak berkedip.. Betapa tidak, selama ini hanya melihat mata kirana yang bulat dan berbulu lebat, kini dapat melihat wajahnya tanpa masker.. hidung yang mancung terkesan menukik kebawah, dgn bibir tipis bagian atas dan sedikit tebal di bawah, menyusul dagunya yang nyaris meruncing alias tirus, benar2 alami dan menyihir mata seorang Darwis sinaga, andai yang ada di hadapanya adalah anak kuliahan mungkin Darwis akam berlutut dan menyematkan cincin di jari manis Kirana, lalu mengajaknya menikah, sayangnya masih kelas 3 SMP..


"Master, Master Darwis.." panggil kirana menyadarkan Darwis yg sedang tertegun menatapnya kala itu..


"Oh.. ehem.. kirana.., silahkan pakai kembali maskernya.." ucapnya kemudian menutupi kegugupanya..


dan Kirana pun kembali menggunakan maskernya..


"Boleh aku tahu, kenapa kamu menutupi wajahmu terus menerus Kirana, kamu cantik dan tak ada cacat fisik?" tanya Darwis kemudian..

__ADS_1


__ADS_2