Kirana Gadis Panti Asuhan

Kirana Gadis Panti Asuhan
Kirana Gadis Panti Bab 17 # Penderitaan Anak Panti


__ADS_3

Setelah memastikan keadaan Kirana kian membaik dokter menyarankan agar kirana di pindahkan dari ruang ICU ke ruang perawatan oleh para perawat. Keluarga pak Danu dan keluarga Darwis akhirnya pulang kekediamanya masing masing. namun shela memilih menemani Abangnya dan Kirana di rumah sakit


"Kirana, kamu itu bikin semua orang cemas tahu nggak sih?" ucap shela yang sudah ada di dekat kirana yang masih terbaring di ruang perawatan. kirana hanya tersenyum mendengar pernyataan Shela..


"Ya Kirana lain kali kalau pergi pergi jangan lupa ponselmu" timpal Darwis mengingatkan


"Ya.. saya juga tidak tahu akan jadi begini" jawab kirana


"Lagian kamu sih Ran, belajar beladirinya belum berapalama pake jadi jagoan segala" ucap shela yang masih belum tahu kalo Kirana sebenarnya sudah bergelar master. Karna setahu shela waktu itu Kirana baru mau mendaftar ke perguruan setelah dikenalkan pada Darwis beberapa bulan yang lalu..


"Shel, situasinya genting, makanya aku nekat" jawab Kirana1


Darwis hanya tersenyum, melirik kearah Kirana. dalam hatinya dia tahu pasti kirana tidak fokus hingga mendapatkan luka demikian.


" Sakit ya Ran, kata dokter luka di pinggangmu parah banget" tanya shela sambil menyentuh pinggang kirana pelan


"Udah nggak apa apa kok shel, sembuh karna ada kamu di sini" jawab Kirana


"Kok aku sih? " ucap shela sambil membulatkan matanya


"Iya langsung lupa sakit karna ada sahabatku yang bawel" jawab kirana sambil tersenyum. di balas senyum oleh shela


"Sayangnya para pelaku berhasil lolos, saat polisi mengrebek TKP atas informasi yang di berikan Rama mereka sudah tidak ada di sana, sedang rumah itu adalah milik seorang warga yang di sewa, pilik rumah mengatakan bahwa rumah di sewa untuk kepentingan main film.Darwis menjelaskan,


"Mudah mudahan kejadian serupa tidak terulang" ucap kirana


"Kirana, tadi pak Danu juga menuturkan kalau Beliau akan menerima kamu kapanpun kamu ingin bertemu Rama, bahkan jika perlu kamu boleh tinggal di Rumahnya bersama Rama" ucap darwis menyampaikan pesan pak Danu. mata kirana kembali berbinar mendengarnya


"Sy akan sering menemui Rama kak, tapi untuk meninggalkan panti itu tidak mungkin untuk saat ini, apalagi Ibu maya juga belum ada kabarnya" jawab kirana kembali sedih


"Iya sudah hampir dua bulan, di mana ibu maya sebenarnya" ucap Darwis sembari mengusap keningnya dengan jemarinya..


Shela yang tidak terlalu paham haya diam dengan percakapan mereka


"Oh iya Ran, besok pengumuman hasil ujian keluar. Besok aku saja yang memeriksakan pengumuman atas namamu" ucap shela


" Trimakasih ya Shel" balas kirana tersenyum

__ADS_1


"Baiklah, saya rasa kirana sudah baik baik saja aku bisa pulang sekarang, karna jika bang Darwis yang aku suruh pulang pasti Dia tetap tidak bisa tenang kalau jauh dari Kirana" pamit shela


Kembali gurauan shela mengundang senyum malu Darwis, dan mencubit pinggang adiknya


"Aouuu..sakit" pekik shela mengelus elus pinggangnya sambil cengar cengir ke arah Darwis sambil terkekeh. Kirana yang menyaksikan keduanya ikut tersenyum lebar..


***


Di Panti nampak ibu Ratih yang baru saja pulang dari rumah sakit. langsung menuju dapur mengambil air minum.


"Ratih.. ratih.." teriak pak Hendro memangginya.


"iya sy di sini" jawab Bu Ratih..


" Ratih berikan aku uang" pinta pak hendro


"uang, uang apa? " tanya bu ratih sambil mengeryitkan kening


"jangan banyak tanya, berikan saja uangnya padaku, bukankah setiap bulan selalu ada para donatur yang memberi sumbangan untuk panti?" ucap pak Hendro dengan suara lantang


Brakkk...


"Banyak omong, berikan uang itu segera" hardik pak Hendro lagi sambil menggebrak meja.


anak anak panti yang mendengar kegaduhan berlari menuju suara berasal. mereka berlari ke arah bu Ratih, beberapa diantaranya berlari memeluk Bu Ratih. rupanya keadaan Kirana yang masih berada di Rumah sakit membuat pak hendro dan teman temanya berani semena mena di panti.


"Cepat berikan" Hardik pak hendro lagi.


Dengan kesal dan bingung bu ratih pun membuka tas yang di tentengnya dan menyerahkan beberapa lembar uang pecahan 50 ribuan.. Dan di sodorkan ke pak Hendro. lalu pak hendro menerima uang itu dengan kasar


"Cuma segini, hehh Ratih, mau menipuku kamu ya, berikan tasnya padaku.." hardik pak Hendro dan merampas tas milik bu Ratih.


" Jangan Hendro" teriak Bu Ratih mempertahankan tasnya


Namun pak Hendro tidak perduli terus menarik tasnya dan mendorong Bu Ratih hingga terjerembab.. Anak anak panti yang menyaksikan itu sebagian berlari menghampiri bu Ratih dan menangis. sementara pak hendro mengacak acak isi tas Bu Ratih dan mengambil semua uang yang ada di tas bu Ratih, kemudian melemparkan kembali tas yang sudah kosong ke arah Bu ratih. jerit tangis ketakutan anak panti akan sikap pak hendro, dan Bu Ratih berusaha menenangkan mereka satu persatu..


"Sudah anak anak ayo masuk kamar kalian" ucap Bu Ratih sambil berusaha tersenyum menutupi kesedihan dan kebingunganya.

__ADS_1


*Bagaimana ini, makan apa anak anak besok?* bisik tanya bu Ratih dalam hati.


***


Malam itu, Keluarga pak Danu dan juga Rama kembali mengunjungi Kirana di Rumah sakit


"Bagaimana master Darwis, apa kata dokter?" tanyanya pada Darwis


"Kesehatan kirana semakin membaik pak Danu, jika terus tidak ada halangan tiga samapai empat hari sudah bisa di bawa pulang" jawab Darwis sembari tersenyum


Rama yang kini nampak begitu Riang selalu berada di samping Kirana setiap datang ke rumah sakit. tanaganya tak pernah lepas menggenggam jemari Kirana..


pak Danu menatap wajah kirana dan tersenyum "Bagaimana kirana, apa kamu mau tinggal bersama kami dan Rama?" tanya pak Danu kemudian.


"Trimakasih sebelumnya pak Danu, tapi saya belum bisa meninggalkan panti, ada banyak hal yang membuat saya harus tinggal" jawab kirana


"Kau yakin Kirana?" tanyanya menawarkan lagi


"Saya tahu Rama sangat bahagia mendapatkan orang tua yang sangat baik dan menyayanginya seperti orang tua kandung sendiri, trima kasih pak Danu memberi izin sy untuk dapat menemui Rama kapan pun dan Rama bisa menghubungi saya jika Dia Rindu" jawab kirana sambil menatap Rama. begitu rama memabalas kirana dengan senyum manisnya..


"Baiklah jika itu keputusanmu Kirana, kami sangat menghargai dan bila kamu berubah keputusan kapanpun kami siap menerimamu" ucap pak danu lagi meyakinkan.


" Kirana tidak akan pergi dari panti jika bukan saya saya membawanya pergi dengan bergelar nyonya Darwis pak Danu" ucap darwis sambil terkekeh melempar gurauan yang di sambut melototnya mata Kirana dan Rama saling bertatapan, dan gelak tawa pak Danu


"Ha.ha.ha. begitu rupanya, baiklah kalau begitu kirana, bagaimana dengan kelanjutan sekolahmu, saya dengar tentang kelulusanmu, dimana akan lanjut kuliah, jurusan apa?" tanya pak Danu kemudian


Melihat kirana hanya diam dan menunduk Darwis pun menjawab


"Kirana ingin menjadi seorang tenaga medis"


Pak danu kembali menoleh kearah Kirana yang masih tetap menunduk


"Pilih fakultas manapun yangkamu suka Kirana, jangan fikirkan tentang biaya kuliahmu sy akan segera mengirim orang untuk mengurusnya" ucap pak Danu


Akhirnya Kirana tersenyum ke arah pak Danu dan pak danu menganggukan kepala pada kirana


Darwis diam dalam senyumnya, inginya sebenarnya Darwis membiayai kuliah Kirana, namun karena anggukan Kirana seperti nya menyetujui ucapan pak Danu

__ADS_1


__ADS_2