
***
Sudah lebih 1 bulan belum juga ada petunjuk tentang keberadaan Ibu Maya bahkan polisi pun blm berhasil mendapatkan informasi apa apa. Kegelisahan anak2 panti semakin mendalam. begitupun pd Bu Ratih dan Kirana. Namun mereka tak dapat berbuat apa hanya mampu berdoa agar Ibu Maya kembali dengan selamat..
ujian serempak di sekolah sudah Dimaulai, setelah beberapa minggu di perawatan akhirnya Rama dpt mengikuti ujian di sekolah.
Setelah beberapa hari Kirana tak lagi datang mengajari Rama, Rama begitu merindukan Kirana, sedang latihan Bela diri untuk sementara di liburkan untuk anak anak yang masih bersekolah SD sampai SMA agar tidak mengganggu waktu belajar murit untuk menghadapi ujian Nasional. Tiba tiba muncul inisiatif Rama kabur dari pengawasan para pengawal pak Danu agar bisa menemui Kirana.
Rama tidak mau mengatakan tentang kerinduanya pada Kirana, sebab ayahnya melarangnya bergaul dengan terlalu banyak orang di luar rumah. munculnya kejenuhan di hati Ram yang membuatnya ingin tahu dunia luar.
Namun sayangnya Rama tidak tahu bahwa kepergianya membawa petaka baginya. persaingan bisnis pak Danu membuat keluarganya menjadi incaran pesaing bisnisnya. itulah kenapa pak Danu dan keluarganya selalu bepergian dengan pengawalan ketat. Sayangnya Rama masih polos dan belum memahami akan hal itu.
***
"Ran, ujianya sudah selesai? "
"sudah kak, besok tingal tunggu pengumuman" jawab kirana sambil tersenyum.
Drrrttt..Drttt..
ponsel Darwis berbunyi, Darwis pun segera mengangkatnya..yang ternyata itu nomor pribadi pak Danu..
"Halo.."
"Halo Darwis"
"Oh iya pak? "
Darwis melospeker volume karna Tahu pasti Kirana ingin mendengarkan pak Danu membicarakan soal Rama. apalagi kalau bukan itu, karna selama ini mereka punya hubungan dengan pak Danu atas nama Rama sbg pendidik.
"Eh, begini Darwis, kami hanya ingin minta tolong, apabila ada kemunkinan Rama datang mencari Kalian, karna Rama menghilang dari sekolah barusan..
"Apa" Kirana terkaget dan panik..
"Oh baik pak", ucap Darwis
Dan pak Danu mengakhiri pangila ponselnya
"Bagaimana Rama bisa menghilang kak" tanya Kirana Panik
"Entah Ran, Kita juga sepertinya tidak pernah menceritakan pada Rama di mana kita tinggal, apa mungkin kalau Rama mencari kita?"
Memahami kepanikanya Darwis menenangkan Kirana
lalu memutar kemudinya melewati lorong lorong berharap dapat menemukan Rama yang bisa saja nekat pergi sendiri berjalan kaki..
__ADS_1
Benar saja beberapa jam lemudian Darwis melihat Rama. namun jalanya bersimpangan di sebrang, sedang begitu ramaibkendaraan.
Darwis harus melewati pembelokan dan lampu merah yang masih berjarak beberapa puluh meter lagi..
"Ran, itu Rama" teriak darwis sambil menunjuk kesebrang jalan..
Turunkan saya disini kak, saya menyebrang berjalan kaki untuk menemuinya bisa, kakak teruskan mencari belokan untuk kesana dengan mobil" ucap kirana sedikit panik.
Darwis pun menurunkan Kirana dan membiarkan kirana menyebrang jalan
masih beberapa meter lagi mendekati Rama,kirana berlari sambil hendak menghampiri dan memanggil
"Rama.." teriak kirana
Rama menoleh dan tersenyum melambaikan tanganya mengetahui Kirana yang datang padanya
"Kak Rana" balas Rama yang juga hendak menghampiri Kirana
Namun tiba tiba
ciiiieeettt...
sebuah mobil berhenti di samping Rama dan dengan paksa menarik Rama masuk, Rama meronta namun kalah kuat oleh orang yang menariknya. menyaksikan hal itu kirana berlari sekencang mungkin agar dapat sampai sambil berteriak
"Rama.. tooolooong..kaka Darwis tolong Rama.".sayangnya tinggal beberapa langkah lagi mobil hitam itu melaju. Kirana tetap mengejar namun tak bisa berbuat banyak karna masih mengunakan Rok sekolah.. tiba tiba mata kirana tertuju pada sebuah batu sebesar kepalan tangan memungut dan melemparkanya ke arah mobil itu
" Kirana ayo cepat masuk.."teriak Darwis
kirana bergegas masuk kemobil dan Darwis segera mengemudikan mobilnya mengejar mobil yang membawa Rama, namun sayannya mereka tertingal jauh karna tadinya kirana masih menungu darwis yang harus membelok di lampu merah, hingga mereka kehilangan jejak..
"Kemana perginya mobil itu" ucap darwis sambil terus menyetir, pandanganya menyapu seluruh jalanan, begitu juga kirana sambil menangis sesegukan
"Tenanglah kirana" ucap darwis melihat kirana menangis
"Bagaimana Rama kak" Kirana masih menoleh kesana kemari berharap masih bisa bertemu mobil yang membawa Rama pergi
"Iya, tidak mungkin itu orang orang pak Danu, sebab mereka tidak mungkin berlaku kasar untuk membawa Rama"
"Iya kak, Kalau itu orang orang pak Danu pasti mereka berlaku lembut dan sopan pada Rama, tidak mungkin seperti itu, tapi siapa.. hu..hu" ucap kirana sambil terus menangis..
Darwis pun menenepi di jalan sepi dan merogoh ponsel di saku celananya, lalu menghubungi pak Danu guna menceritakan dan memastikan bahwa itu bukan orang orang pak Danu. dan ternyata memang bukan..
Sampai menjelang petang, mereka masih berkeliling kota mencari petunjuk keberadaan mobil yang membawa rama. namun hasilnya nihil.
Tentu saja Kirana pulang dengan hati yang hancur, bu Maya belum ketemu, sekarang Rama hilang..
__ADS_1
"Hu..hu..hu.."
ibu Ratih yang melihat Kirana dalam keadaan sedih berlari menhampiri Kirana..
Lalu kirana menceritakan semua yang terjadi kepada Bu Ratih..
"Bagaimana bila terjadi sesuatu pada Rama buu hu..hu.. " sambil terus menangis kirana menyandarkan kepalanya di pelukan ibu Ratih dan Ibu Ratih pun memahami kesedihan kirana
***
Keesokan harinya Kirana tidak sekolah, matanya nampak sembab karna semalaman menangis dan hanya sedikit tidur.Ibu Ratih yang mengerti keadaan kirana tadinya sengaja tidak membangukanya..
Saat berjalan keluar kamar suasana hening, hanya ada suara bu Ratih di dapur..
Melihat Kirana, sudah di dekatnya Bu Ratih mengajak kirana berbicara
"Kirana, Tadi nak Darwis kemari, waktu ibu bilang kamu belum bangun nak Darwis bilang pada ibu agar tak perlu membangukamu. nanti siang dia akan kesini lagi.. Katanya Dia akan ke kediaman pak Danu terlebih Dahulu" ucap Bu ratih menjelaskan
"ya Bu" jawab kirana Lesu
Kirana pun kembali kekamar
baru beberapa saat duduk di kamar
Drrttt..
ponselnya berbunyi nama Darwis tertera di layar
"Halo.."
"Kirana, saya baru dari rumah pak Danu, jika menurut pak Danu orang orang itu adalah suruhan pak Hadi mantan rekan Bisnisnya yang kini menjadi Rivalnya"
"Apa pak Danu sudah lapor polisi?" tanya kirana
"Tentu saja sudah, istirahatlah dulu siang nanti saya akan menjemputmu, siapa tahu ada petunjuk lain tentan Rama.
"Iya kak"jawab Kirana dan Darwis pun mengakhiri panggilanya.
***
"Bu, kirana mau kebengkel dulu memperbaiki sepeda kirana"Pamit kirana pada bu Ratih..
setelah selesai mengganti ban sepeda kirana bermaksut mampir ke mini market, ada beberapa barang yang ingin di beli. Namun saat memarkirkan sepedanya di depan mini market tiba tiba mata kirana tertuju kemobil di sebelahnya,
*ini mirip mobil orang yang membawa paksa Rama kemarin* bisik kirana dalam hati.
__ADS_1
Kirana melihat bagasi mobil sedikit terbuka, kelihatanya pemiliknya sedang berbelanja dan barang bawaanya cukup bayak, kirana menyingkir dari tempat itu dan membiarkan sepedanya disitu lalu kirana sendiri menjauh memperhatikan seorang lelaki dewasa berjaket levis mondar mandir mengambil barang dari dalam minimarket.. mengambil kesempatan kirana mecoba mendekat menyentuh mobil, ternyata tidak ada alaramnya, kemudian membuka pintu mobil ternyata bagian belakang juga tak terkunci. Kirana kemudian masuk dan bersembunyi di balik kursi mobil..