
Di perjalanan menuju ke sekolah, melihat Kirana hanya diam Darwis yang mengawali percakapan..
"Beberapa hari lagi ujian, apa kamu sudah mempersiapkan diri Kirana? "
"Ya k' Darwis, sy sudah siap" jawab Kirana
"Kamu mau Lanjut kuliah ke jurusan apa? "
"Sebenarnya cita citaq dari kecil ingin menjadi tenaga medis"
"wah.. shela jg, dia ingin menjadi Dokter" ucap Darwis sambil terus mengemudi
"Benarkah?"
"Ya, nanti kalau aq sakit, aq tidak perlu sibuk mencari dokter karna pasti menyenangkan memiliki Adik dan istri seorang Dokter" ucap Darwis sambil melirik ke arah Diana
"Istri?" tanya kirana menoleh kearah Darwis sambil mengerutkan kening
"Kenapa Kirana, Kau tidak menyukaiku? Darwis balik bertanya
"Saya hanya seorang gadis panti, mana pantas bersanding dengan putra seorang pengusaha, mana mungkin orang tuamu akan setuju jika saya menjadi istri kak Darwis"jawab kirana lirih
Darwis tersenyum tipis dan kembali melanjutkan percakapan
"Orang tuaku tidak seperti itu Kirana, meskipun Ayahku seorang pengusaha Kami tidak pernah memandang rendah derajat seseorang, sebab kedua orang tuaku juga pernah hidup susah sebelum menjadi seorang pengusaha, Lain halnya jika kamu tidak menerimaku karna usia yang terpaut jauh" jawab Darwis sambil sesekali melirik Kirana dengan senyuman
"Sejak kapan kak Darwis menyukaiku?" tanya Kirana
"Sejak Aku berhasil membuatmu membuka masker" jawab Darwis tersenyum lebar
kirana membelalakan matanya ke arah Darwis
"Itu kan ketika aku masih SMP kelas 3" ucap kirana heran
"Karna itulah aku tidak pernah memiliki kekasih Kirana, gadis ninja berhasil menghipnotis pikiranku dan membuatku sanggup menghabiskan waktu sampai Gadis itu dewasa" Ucap darwis jujur
Kirana tersenyum tipis dan tersipu mendengar penuturan Darwis, sebab semenjak Darwis bertemu Kirana yang selalu memakai masker saat latihan Darwis memang selalu menyebutnya Ninja
"Apa tidak pernah jatuh hati pada orang lain, bukankah waktu itu kak Darwis masih maha siswa, pasti gadis kampus cantik cantik dan kaya" ucap kirana masih menatap darwis yang tetap fokus dengan kemudi mobilnya
"Entahlah Kirana, tak satu pun dari mereka yang dapat menyentuh hatiku, setelah aku bertemu denganmu hatiku tak pernah berpaling darimu" ucap Darwis kembali melempar senyum kearah Kirana".
"Aku pernah menceritakan ini pada salah seorang sahabatku, dan sahabatku itu justru mengomentariku dengan sebuatan orang gila, ya aku gila karnamu" ucap Darwis kemudian sambil melebarkan senyumnya
Kirana merasa tersentuh oleh penuturan Darwis, kini Dia mengerti kenapa selama ini Darwis selalu ada untuknya dan selalu memberikan dukungan kepadanya..
__ADS_1
Sebenarnya Darwis masih ingin berlama lama berbincang dengan Kirana, namun mereka sudah sampai di sekolah Kirana..
Di depan gerbang sekolah sudah ada shela menunggu Kirana dan melambaikan tanganya melihat kedatangan mobil darwis..
"Kirana.."
baru saja akan keluar dari pintu mobil, Darwis memanggil
"Ya, kak? " Kirana berhenti dan kembali menoleh kearah Darwis
"Jangan Lupa sepulang sekolah kita akan ke kediaman pak Danu"tutur Darwis
kirana tersenyum dan mengangguk pelan kemudian masuk ke sekolah bersama dengan Shela yang setia menunggunya
"Kirana, Orang tuaku ingin aku mengajakmu ke rumahku" ucap shela sambil berjalan disamping Kirana
"Kenapa Shel?" tanya Kirana
"Aku banyak bercerita pada mereka tentang kamu Kirana, dan mereka ingin mengundangmu untuk makan malam bersama dirumahku, Kamu mau kan Kirana? " ucap shela sambil menyentuh pundak sahabatnya itu
"Tapi Shel.. " Kirana merasa canggung jika harus berada di tengah keluarga Shela dan Darwis
"Ayolah Kirana jangan menolak, mereka hanya ingin mengenalmu" ucap shela membujuk
***
sepulang sekolah, seperti kesepakatan Kirana dan darwis akan berkunjung ke kediaman pak Danu Ayah angkat Rama. dan seperti biasa Kirana dan Shela berpisah di pintu gerbang sekolah..
"Da.. Kirana.. kak Darwis jangan lupa ya"teriak Shela dari dalam mobil yang jendelanya terbuka sambil melambaikan tanganya. kirana jadi tahu kalau shela membujuknya kerumahnya juga atas saran Darwis
Setelah mobil yang di kendari shela dengan pak mamat sopirnya berlalu kirana membalikan badan dan menatap Darwis
"Kenapa tadi pagi kak Darwis tidak bilang kalau akan mengajaku kerumah orang tua kak Darwis?" tanya Kirana
Darwis tersenyum dan menjawab
"Saya tidak yakin kamu akan setuju kalau aku yang membujukmu Kirana, sebenarnya ini hari ulang tahun Ibuku, beliau tidak ingin perayaan, dan hanya membuat makanan yang di bagikan pada fakir miskin dan anak anak yatim" ucap Darwis menjelaskan.
Kirana membalas senyum tipis Darwis dan memasuki pintu mobil yang sudah di bukakan oleh Darwis.mereka pun melaju ke kediaman pak Danu.
"Jangan lupa maskermu Ninja" Ucap Darwis setelah beberapa puluh menit akhirnya sampai di kediaman Pak Danu yang megah
kirana kembali tersenyum dan segera memakai maskernya..
Mereka memasuki kediaman megah pak Danu di sambut oleh beberapa pengawal yang sudah mengenal Kirana dan Darwis.memang sering bertemu mereka ketika mengawal Rama saat Latihan
__ADS_1
Di dalam rumah mewah itu pun ada pak Danu dan Istrinya yang menyambut ramah kedatangan Darwis dan Kirana. Rana di persilahkan masuk ke kamar Rama sedang Darwis mengobrol dengan pak Danu di ruang tamu.
Pelayan membukakan pintu kamar Rama untuk Kirana, dan Rama menyambut Kirana dengan senyum yang sumringah
Kini kirana begitu lega, melihat Rama yang bahagia bersama Keluarga pak Danu yang sangat baik dan Rama benar benar di perlakukan bak seorang pangeran
Tak ada alasan bagi Kirana untuk merasa cemas lagi, meski dalam hati kecilnya begitu ingin memeluk Adiknya
Diruang tamu Pak Danu dan darwis ngobrol panjang lebar tentang keluarga. tak disangka juga ternyata Ayah darwis juga merupakan salah satu rekan bisnis pak Danu dalam bidang ekspor inport
setelah selesai mengajarkan beberapa mata pelajaran pada Rama, Akhirnya Kirana dan Darwis pun pamit pulang pada pak Danu.
Diperjalanan pulang Darwis melihat Kirana tersenyum senyum bahagia setelah bisa bersama Rama beberapa jam
"wah..wah.. rupanya ada yang sedang bahagia" ucap Darwis
Kirana kembali mengurai senyumnya kearah Darwis
"Trima kasih atas semua yang kak Darwis lakukan untuk saya" balas kirana
"saya tidak melakukan apa apa kirana, Allah sengaja memberikan sedikit rasa sakit pada Rama agar dapat mempertemukanmu dengan Rama" ucap darwis
kirana mengangguk
"Kita akan langsung ke rumah orang tuaku, Shela pasti sudah menunggu" ucap darwis lagi
"apa tidak pulang ganti pakaian dulu" tanya Kirana
"Tadi shela menelfon, katanya biar kamu langsung kesana, karna shela sudah mempersiapkan pakaianmu, Ibu juga membelikan puluhan lembar pakaian utuk di bawa pulang ke panti nanti" jawab Darwis
mobil yang mereka tumpangi pun melaju ke Rumah keluarga Pak Bayu Ayah Darwis..
"Sesampainya di gerbang Rumah, shela berlari lari kecil menyambut kedarangan Darwis dan Kirana.keluar dari mobil shela langsung menggandeng tangan Kirana memasuki rumahnya
"Buu.. Kirana sudah datang" pangil shela pada bu Siska
Bu siska keluar menuruni anak tangga dengan senyum lebar dan menyambut Kirana ramah. menerima uluran tangan kirana dan memberi pelukan pada Kirana tak lama pak Bayu pun juga turun dari kamarnya, kemudian menjabat tangan Kirana.
"Oh, ini to si Berby" ucap pak Bayu
kirana yang tanganya masih belum lepas dari tangan pak bayu menoleh ke arah shela yang tertawa lebar
"Kirana ayah" jawab shela kemudian
"Oh iya, maksutnya Kirana" ucap pak Bayu lagi sambil melepaskan jabatan tanganya dan terkekeh, begitupun bu Siska dan bayu ikut tertawa karna pak Bayu yang memang sangat hobi mengundang lelucon dan menciptakan kehangatan dalam keluarganya..
__ADS_1