
"Saya tidak bisa menjelaskanya master, tapi tolong rahasiakan identitas saya di luar sana"
"Bagaimana caranya Kirana?" tanya Darwis masih bingung bercampur heran pd Kirana.
"Katakan saja pada mereka bahwa saya menutupi wajah saya lantaran saya bergigi tongos dan berwajah codet, dengan begitu baik teman ataupun orang orang tidak akan bertanya kenapa saya menutupi wajah saya"
Darwis kembali membulatkan matanya di iringi dgn pipinya yang mengembung kala menahan rasa ingin tertawanya, membayangkan bagaimana wajah cantik kirana bila memiliki codet dan gigi tongos.
"Ha..ha..ha, ah kamu ada ada saja kirana, justru sebelum kita ketemu seperti ini pun tadinya aku berfikir kalau kamu enggan membuka masker karna gigimu tonggos, makanya kamu cocok menjadi ninja.. Ha..ha..ha.." Darwis tetap tertawa tanpa memperhatikan ataupun mendengarkan dengusan kesal Kirana yang kemudian pergi meninggalkan ruangan itu.saat tertawanya mulai reda, Darwis tak melihat kirana lagi di hadapanya..
"Hah.. Kirana..kirana.. kok ngilang.."ucapnya sambil menoleh kiri kanan seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal..
***
pertemuan tertutup antara darwis memang hanya sekali, dan hanya pada waktu itu juga darwis melihat wajah Kirana, Kini setelah 3 tahun berlalu, Darwis tetap membayangkan wajah cantik Kirana.. walaupun mereka masih sering bertemu di perguruan, namun Kirana tetap memakai masker dan jarang menampakan wajah aslinya..
"Bagaimana wajahmu sekarang Kirana" bisik darwis dalam hati sambil tersenyum senyum sendiri di kamarnya.
Andai bukan karna malu, mungkin Darwis akan segera mengungkapkan perasaanya terhadap kirana, namun sadar betapa umur mereka terpaut jauh, kirana masih gadis SMA sedangkan dirinya telah lulus sarjana sejak 2 tahun yang lalu. sudah semenjak beberapa bulan terakhir Darwis mulai membantu bisnis Ayahnya dan jarang lagi ke perguruan. hanya sesekali bila ada kesempatan Darwis baru bisa mengunjungi perguruan, di mana selama Darwis tak mengajar, maka Kirana lah yang menggantikanya sebagai master. sebab debutnya di dunia bela diri sudah terasah dan sering mendapatkan medali dalam setiap pertandingan. Kerinduanya pada Kirana kian menggelitik batinya.
***
Di panti sebelum tidur Kirana selalu memandangi foto Keluarga yg masih tersimpan rapi di binkai meja belajarnya.. Kadang bayangan pahit masalalu itu muncul lagi, begitupun bayangan ketika mereka masih bersama..
10 tahun yang lalu setelah kematian Ayah dan Ibunya, Dia terpaksa harus berpisah pula dengan adiknya, sebab pasutri yang mengadopsi Rama adiknya telah membawanya pergi keluar negri, seakan harapan untuk bertemu Rama begitu tipis.
"Di mana kamu Rama, apa kamu baik baik saja?"Bisiknya dalam hati sambil memeluk foto keluarganya. Tak kuasa air mata mengalir membanjiri pipinya. terlintas kenangan ketika sebelum Kirana melepaskan Adiknya 10 tahun yang lalu..
__ADS_1
"Rama, kakak sayang sama Rama. Tapi Besok rama harus pergi bersama Ayah dan Ibu baru rama, kata Ibu Ratih, ini untuk masa depan Rama agar bisa menjadi orang hebat. Suatu hari kakak pasti akan menemui Rama..hu..hu..hu.." Jamji Kirana pada waktu itu, seraya mengalungkan kalung ibunya di leher Rama dengan cicin pernikahan kedua orang tuanya yang berukir nama kedua orang tua Kirana..yg tergantung di kalung itu..pilu perpisahan itu masih terasa dihati Kirana hingga bagai tersayat belati.. Di peluknya foto keluarganya hingga Kirana pun terlelap..
***
Keesokan harinya pagi pagi sa'at Kirana hendak mengendarai sepaedanya ternyata ban sepedanya bocor. Kirana terpaksa memakai jasa ojek online untuk berangkat kesekolah.
Jam istiraht sekolah seperti biasanya Kirana duduk menyendiri di taman sekolah. terlalu asyik membaca buku2 dan tehnik bela diri, hingga Kirana tak menyadari kedatangan shela sahabatnya.
"Ran" Bisik shela di telinga Kirana hingga membuat Kirana tersentak kaget. di iringi gelak tawa shela yang kemudian duduk di samping kirana sambil menyodorkan sebotol cola kepada kirana.. Sedang kirana masih sibuk mengemasi buku2nya.
"Hobi Olah raga bela diri ya Ran? " tanya shela
"Oh kamu lihat?" kirana balik nanya
"Ya elah Ran, aku tu sudah daritadi di belakangmu kali" ledek shela lagi sambil cengingisan..
"Kenapa nggak ikutan belajar aja Ran, kakaku juga master lho"
"Oh ya, siapa namanya kakakmu?" tanya kirana sambil menyedot pipet cola yg di suguhkan shela..
"Darwis Sinaga nama kakaku"
"Uhuk..uhuk.. mendengar nama yg di sebutkan shela Kirana terkejut dan tersedak minuman pemberian shela..
"Ran, Aduh.. kenapa sih? " tanya shela heran sambil menepuk nepuk punggung Kirana.
"Oh eh, enggak cuma tersedak, tadi kaget saja pas disebut ada naganya taku nyembur api, heh heh.." jawab Kirana di iringi gelak tawa shela..
__ADS_1
"ha..ha..hah..Kirana, sejak kapan kamu belajar nglawak sih Ran, xi..xi..xi..lucu banget deh qm hari ini tau nggak" ucap shela masih dengan nada tertawa yg berusaha dia tahan namun tetap saja meledak.
***
sepulang sekolah Kirana masih menunggu ojek di tepi jalan, shela yang melihat itu datang menghampiri Kirana.
"Hay Rana, sepedanya mana? "
"Bocor banya shel, ni lagi nunggu bang ojek lewat" jawab kirana sambil tersenyum
Shela pun berinisiatif menawari Kirana pulang bersama
" Barengan sama aku saja ya Ran, bentar lagi aku di jemput".
Baru saja selesai berucap mobil sport hitam berhenti di dekat mereka..
"Shela..!"
Panggil pengemudi mobil itu.. betapa terkejutnya kirana kala mrlihat orang berkaca mata hitam yg meneriaki Shela ternyata adalah Darwis abangnya shela sekaligus masternya. Begitupun Darwis yang terkejut sekaligus bahagia, akhirnya kembali bertatap muka dengan Kirana tanpa penutup wajah lagi.
*Kamu semakin cantik kirana* bisiknya dlm hati..
"Yok Ran". ajak shela sambil memasuki mobil kakaknya dgn menarik tangan Kirana,
Kirana hendak menolak, tapi shela dengan kencang menariknya masuk, sedikit memaksa.
"Kok kakak yang jemput, pak mamat mana?"Tanya shela pada kakanya memecah keheningan di perjalanan..
__ADS_1
"pak mamat mengantar Ayah keluar kota, ada rapat" jawab darwis sambil sesekali mencuri pandang wajah kirana lewat kaca sepion di depanya.. kirana maupun shela tak menyadari sikap Darwis, sebab Darwis memakai kaca mata hitam.