Kirana Gadis Panti Asuhan

Kirana Gadis Panti Asuhan
Kirana Gadis Panti Bab 14 #Koma#


__ADS_3

Tak berselang Lama pria berswiter levis itu masuk dan mengemudikan mobilnya. perjalanan hanya sekitar 20 menit saja. pria itu berhenti dan keluar dari mobilnya


greeettt..


terdengar suara seseorang membuka garasi mobil dan mobil yang di kemudikan berjalan masuk pelan kemudian berhenti lagi. pria itu keluar dari mobil dan ada suara seseorang lagi di luar


"Gi mana Ron bos sudah transfer?"


"beres, tu gue juga sudah beli perlengkapan buat kita makan makan malam ini"


"Halllaahh, biar banyak duit paling elu bisanya cuma beli makanan instan"


"Sudahlah, lagian mau beli yang mentah emang elu bisa masak" jawab pria itu terkekeh


"Bagaimana anak itu aman?"


"cuma jagain anak SMP doang masak elu pake nanya, bisa apa dia kalo kamar udah di kunci" jawab pria yang satu lagi


*mudah mudahan yang mereka sebut anak Smp itu adalah Rama* bisik Kirana dalam hati


"ya sudah, bantu gue bawa barang barang itu masuk" ucap pria itu lagi


terdengar bagasi mobil di buka, dan dua lelaki itu menurunkan belanjaan pria tadi.


"Ada pesan apa dari bos? " tanya pria yg satu lagi sambil mengeluarkan barang belanjaan


"cuma bilang, jangan apa apakan bocah itu, kita bisa celaka klo sampai Danu tahu anak itu terluka" jawab pria itu


lalu mereka pun masuk kedalam garasi masuk kedalam rumah. setelah merasa Aman, kirana pun keluar dari mobil dan mengendap endap masuk kedalam rumah itu juga.. tampak dari sebuah jendela kaca tembus pandang, ternyata jumlah mereka ada 5 orang..


kirana memutuskan bersembunyi dulu di belakang pot pot besar yang tersusun rapi dan beberapa tanaman hias di ruangan itu, ada pot yang lebih besar dari tubuh kirana, jadi kirana dengan aman menyelinap di sana. menunggu hingga situasi memungkinkan untuk keluar


Ada hampir setengah jam Kirana di sana, hanya mengintip orang orang itu menikmati cemilan dan minuman


"Huaahhh.. ngantuk gue, gantian jaganya ya" ucap salah seorang dari mereka.


"iya, Gue juga ni, timpal seorang lainya"


"Apaan sih kalian kerjaanya tidur melulu ini kan masih sore"ucap pria yang lainya


"ya sudah gue sama udin jaga ntar malam elu elu bertiga yang jaga jawab yang lain lagi"


kemudian Tiga orang meninggalkan ruangan dan dua lainya masih di tetap di ruangan itu.


beberapa menit kemudian keduanya nampak membaringkan diri di sofa..


"Itu anak udah di kasih makan belum? tanya seorang dari mereka pada temanya

__ADS_1


"Iya, gue lupa" jawab temanya itu


"Gila lu, klo sampai sakit tu anak kita bisa kena hukum si bos" ucap pria itu lagi sambil bangkit


"ya udah lu aja yang kasih tu roti gitu aja repot"


"ya udah mana kuncinya"


kemudian pria yang satunya menyerahkan kunci kamar,setelah itu memperbaiki bantal di sofa yang ditidurinya untuk kembali berbaring. dan pria yang menerima kunci itu menuju ke anak tangga.. ternyata kamar yang di tempati menyekap anak itu ada di lantai atas.


pria yang ada di sofa berbaring menghadap tak searah dengan kirana, jadi kirana mengendap endap keluar dan mengikuti pria yang membawa kunci kamar itu.. terlihat pria itu membuka kunci kamar dan beberapa menit kemudian terdengar suara lelaki itu menghardik seseorang. kirana mengambil saputangan dan memakainya sebagai masker.


"Ayo makan, mau mati kelaparan"


suara itu terdengar jelas


"Aku mau pulang om" ucap bocah itu


*Ya itu suara Rama* bisik kirana dalam hati, segera berlari dan memasuki kamar itu. pria itu terkejut oleh kehadiran Kirana yang sudah menenteng fas bunga di tanganya dan memukul kekepala pria itu hingga pecah.


Pyarrrrr...


pria itu memegangi kepalanya yang berdarah kemudian menyerang kirana. kirana pun melawan dengan cepat melumpuhkan pria itu satu pukulan aperkat mendarat di dagu pria itu hingga terlempar ke dinding lemari mengenai kaca hingga pecah berserakan.. aksi itu rupanya mengundang kawanya yang lain.. pria yang berada di sofa tadi menghardik dari arah pintu


"Hai siapa kamu"


"Hati hati master Kirana!"


Kirana menoleh sebentar pada rama dan mengangguk..


lalu kembali fokus pada ketiga pria di hadapanya. dua diantaranya memegang pisau dan menghunus kearah kirana. kirana berhasil menhindar dan mengalahkan 2 orang.. tinggal 1 lagi yang sementara berduel dengan kirana,


"Berhenti atau anak ini mati" teriak salah seorang pria yang tadi di kalahkan kirana dan berhasil menyandra Rama. Kirana yang gelap mata berlari menyerang pria itu dan lupa klau pria yang berduel denganya belum tubang, sayang satu tendangan melayang kearah kirana dan terbentur dinding hingga keningnya berdarah, mata Kirana berkunang kunang namun tetap tak mau menyerah dan kembali menyerang lelaki yang menendangnya tadi, lelaki yang menyandra Rama menghempaskan rama dan ikut kembali menyerang kirana, namun kirana yang mulai kelelahan dan kepalanya terluka kembali terken tusukan pisau salah satu pria itu di pinggangnya, satu pukulan lagi melayang di pipi kirana hingga terpental.


"Master kirana.." rama teriak histeris, melihat kirana terluka..


Mendengar teriakan Rama kirana kembali bertekat untuk bankit, karna tak ingin Rama ketakutan dan cemas akan dirinya. Kirana bangkit meski darah mengalir deras dari pinggang dan pelipisnya


Kirana menutup mata sejenak dan memasang kuda kuda, kedua pria itu menyerang bersamaan, satu tendangan tekwondo kembali berhasil melumpuhkan satu pria dan kirana berhasil menyeringai dan menangkap gerakan tangan satu lelaki lainya, satu hentakan pisau dapat di jatuhkan, kirana memelintir tangan pria itu dan menendangnya dengan keras.. Pria itu terpental menindih teman yang lainya yang masih terhuyung tak mampu bankit.


"Rama, ayo cepat" panggil kirana dan Rama pun menghampirinya. mengajak rama segera berlari keluar. untung saja mereka lupa mengunci pintu utama dan memudahkan Kirana dan rama segera keluar dari rumah itu. kirana baru tahu kalau rumah itu letaknya memang agak jauh dari tetangga yang lain.. halamanya sangat luas seperti tanah lapang dan beberapa puluh meter baru ada rumah lainya.


pantas saja tidak ada yang mendengar keributan di rumah itu. saat berlari bersama Rama, kirana merasa pandanganya mulai gelap. perih di bagian pinggang, matanya mulai berkunang dan terasa kehabisan tenaga..


namun kirana bertahan hingga sampai kejalanan.


"Rama berhenti sebentar" ucap kirana

__ADS_1


Melihat keadaan Kirana yang sedemikian, Rama segera memapah Kirana dan kembali melanjutkan perjalanan. sayangnya kirana jarang membawa ponselnya kemana2, sehingga dalam keadaan genting ini tak bisa meminta bantuan orang orang yang di kenalnya.


setelah di rasa aman Rama memperlambat langkahnya, ketika melihat seseorang pengendara motor Rama pun memberanikan diri menghadangnya untuk meminta pertolongan..


"Pak.. pak.. tolong pak"


pengendara motor berhenti dan memperhatikan Rama, serta kirana


"Ada apa dek, apa yang terjadi?"


"Ceritanya panjang pak, tolong bawa kami sampai di jalan Raya ya pak" ucap kirana sambil membuka saputangan yang tadi di pakainya sebagai masker, khawatir kalau si bapak pengendara motor mengira dia orang jahat karna melihat wajahnya tertutup sapu tangan.


"Oh iya, mari nak masih ada beberapa ratus meter lagi" jawab si bapak kemudian


Kirana dan rama pun segera naik ke motor bapak itu.


sesampainya di jalan raya, kirana meminta tolong pada bapak tadi untuk menghadangkan taksi. sebab kiran sendiri sebenarnya sudah hampir kehilangan tenaga dan kesakitan. hanya demi Rama dia bertahan.


Tak lama ada taksi yang melintas, Kirana di bantu si bapak dan Rama pun segera masuk ke mobil taksi itu dan mengucapkan terimakasih ke bapak tadi.


Kirana menyebutan alamat rumah pak Danu pada sopir taksi. setelah itu membiyarkan dirinya bersandar di kursi sambil menutupi pinggangnya yang masih terus meneteskan darah segar.. pandanganya yang kian berkunang, dan matanya kian meredup


"Maafkan Rama master, seandainya bukan karna Rama ini semua tidak akan terjadi"Ucap Rama menangis. Kirana yang sudah nyaris menutup matanya berusaha sekuatnya untuk tidak tertidur


"Tidak apa Rama, yang penting kamu baik baik saja" ucap kirana tersenyum..


"Terima Kasih master kirana"


"Rama, ambil uang di saku celana kak Kirana" ucap kirana yang hampir tak lagi bisa menggerakan badanya


Rama mengangguk, dan menuruti ucapan kirana. mengambil beberapa lembar uang yang ada di kantong kirana, uang itu tadinya yang akan dia pakai mbeli kebutuhan di mini market tempat ia menemukan mobil yang menculik Rama


Beberapa puluh menit kemudian mobil taxi sudah berhenti di depan gerbang rumah Pak Danu. Rama membayar taxi itu dan memapah kirana keluar. kirana yang sudah mulai lemah tetap berusaha berjalan.


"Tuan.., Tuan muda datan Tuan.." seru seorang pengawal yang melihat Kirana dan Rama


Tak lama Pak Danu dan istrinya berlari menghampiri mereka dan memeluk Rama.


Baru saja pak Danu menoleh arah kirana


Bruukk.. kirana benar benar sudah tak snggup lagi berdiri. dan terkulai di halaman rumah pak Danu.


"Master kirana.." teriak Rama mengahampiri kirana yang sudah pingsan


Disusul pak Danu, Istrinya dan para pengawalnya


Masih terdengar sayup oleh kirana suara Rama memangil manggil namanya, dan juga pak Danu

__ADS_1


"Siapkan mobil kita bawa kerumah sakit! ".perintahnya pada anak buahnya..


__ADS_2