Kirania Little Angel

Kirania Little Angel
(BAB 10) DESA


__ADS_3

Felix pergi begitu saja tanpa mengetahui tentang perasaan Kirania padanya, karena dari awal dia tidak memikirkan bahwa Kirania akan mencintainya.


Felix berjalan entah kemana arah dan tujuannya, dia tidak tahu kemana harus mencarinya, dia hanya terus berjalan berharap menemukan seekor rubah oren itu.


Sudah banyak orang yang ditemuinya dan bertanya tentang ciri-ciri rubah oren, tapi Felix tidak mendapatkan informasi tentang rubah oren.


Untuk sekarang Felix hanya bisa berjalan tanpa adanya arah tujuan demi mencari rubah oren.


Felix melihat sebuah desa kecil, yang sebagian bangunannya hancur, dan orang-orang yang tinggal di desa itu terlihat menderita, bajunya yang kotor dan sobek, wajah semua orang yang terlihat sedih dan badannya yang kurus.


Felix menghampiri salah satu orang yang ada di desa itu dan menanyakan beberapa hal kepadanya.


Felix menghampiri pria yang sedang bertani bersama anak laki-lakinya, dia bertanya "Permisi pak, aku petualang dari kota tersembunyi, namaku Felixia, apa yang terjadi di desa ini?"


"Oh, halo anak muda, namaku Finlio, beberapa hari yang lalu desa ini diserang oleh Monster, jadi sebagai desa hancur" jawab Finlio.


Felix tidak terkejut karena dia sudah mengetahui pasti beberapa desa pasti akan diserang oleh Monster, karena mereka hidup berdampingan dengan Monster, jadi itu tidak membuat Felix terkejut sama sekali.


Yang membuat Felix terkejut adalah, orang-orang yang berada di desa masih tetap memperbaiki bangunan yang hancur, padahal mereka tahu kalau suatu hari nanti Monster pasti akan datang lagi dan menyerang desa, tapi itu tidak membuat mereka putus asa, walaupun mereka terlihat sedih tapi tidak membuat mereka putus asa.


Finlio juga mengatakan kalau desa yang dia tinggali sekarang sudah biasa diserang Monster, setiap tahun pasti ada beberapa orang yang mati karena serangan Monster, tapi mereka tetap tinggal di desa itu karena tidak mempunyai rumah lagi selain desa itu.


"Kemana kau akan pergi anak Muda?" tanya finlio.


"Aku sedang mencari rubah oren, yang telinganya berwarna putih, tubuhnya oren dan 2 garis hitam dikeempat kakinya" jawab Felix.


Finlio mengatakan, jika Felix ingin mencari seekor rubah sebaiknya pergi ke hutan yang berada di dekat danau terbesar, karena populsi rubah sangat banyak disana.


Felix senang karena mendapat informasi tentang rubah, walaupun belum pasti apakah rubah yang dicarinya ada disana atau tidak.


Felix yang peduli dengan desanya, dia bertanya "Kenapa tidak meminta bantuan kepada petualang untuk menjaga desa?"

__ADS_1


"Petualang tidak akan mau untuk menjaga desa jika bayarannya kecil" jawab Finlio.


Felix sebenarnya ingin membantu desa itu, tapi dia harus mencari seekor rubah, dia tidak bisa terus-terusan berada di desa itu.


Felix pun mengucapkan terimakasih, dan ingin pergi dari desa itu, tapi ada anak laki-laki yang melihat dirinya, anak laki-laki itu sangat kagum melihat Felix sebagai seorang petualang, dan membawa pedang yang sangat bagus di punggungnya.


Felix melihat anak laki-laki itu, seperti saat pertama kali melihat Kirania yang terpesona dengan pedangnya.


"Kemarilah" kata Felix pada anak laki-laki itu.


Anak laki-laki itu terlihat sangat senang karena Felix memanggilnya, dia langsung bergegas menghampiri Felix.


"Siapa namamu?" tanya Felix.


"Namaku Elvio kak" jawab Elvio yang wajahnya terlihat senang.


"Elvio? nama yang bagus, aku Felixia, senang berkenalan denganmu" kata Felix sambil mengusap kepalanya.


Elvio terlihat sangat senang karena dia bisa bicara secara langsung dengan Felix, dia ingin sekali menjadi seorang petualang, tapi karena tidak ada yang mengajarinya dia selalu berlatih sendiri bagaimana caranya bertarung.


Felix yang melihat Elvio sangat bersemangat yang ingin menjadi seorang petualang, dia berkata "Aku yakin kau akan jadi petualang yang hebat"


Elvio terlihat sangat senang karena Felix menyemangatinya.


Finlio mengatakan, kalau Elvio selalu berlatih sendirian, bahkan dia tidak tahu apa yang dipelajari anaknya dari latihan sendiri.


"Oh iya, dia anakku, dia sangat menganggumi seorang petualang, tapi setiap dia bertemu dengan para petualang, Elvio tidak pernah bisa bicara secara langsung dengan mereka, karena para petualang tidak pernah mau bicara kepada orang-orang yang ada di desa ini" kata Finlio.


Felix bingung kenapa para petualang tidak mau bicara dengan orang-orang yang ada di desa ini, padahal seorang petualang seharusnya melindungi siapapun, dan menjaga kedamaian kota termasuk desa kecil seperti ini.


Finlio mengatakan, semenjak kematian petualang kelas S yang membuat Elvio ingin menjadi seorang petualang, para petualang yang lainya tidak pernah lagi untuk membantu desa kecil seperti ini, jika tidak mendapatkan bayaran yang sesuai, dia juga tidak tahu alasannya, kenapa para petualang seperti itu sekarang.

__ADS_1


Felix tidak ingin melihat anak laki-laki ini berubah pandangannya terhadap petualang yang dia kagumi selama ini, karena melihat para petualang yang sekarang seperti itu. Seorang petualang seharusnya melindungi siapapun termasuk yang lemah, dan juga menjaga kedamaian.


Felix yang ingin sekali memberikan beberapa ilmu berpedangnya pada Elvio, dia berkata "Elvio, aku ingin melihatmu mengayunkan pedang"


"Tapi, aku tidak memiliki pedang" jawab Elvio.


Felix bertanya "Selama ini kau berlatih menggunakan apa?"


Elvio yang terlihat sedih karena dia tidak ingin melihat Felix kecewa padanya, dia berkata "Emmmm, kayu"


Felix sudah menebaknya dari awal kalau Elvio pasti menggunakan pedang dari kayu, karena dilihat dari kondisinya, Elvio tidak mungkin bisa untuk membeli sebuah pedang.


Felix yang tidak ingin melihat Elvio sedih dia berkata "Elvio, jika kau bisa mengayunkan pedang ini, aku akan membelikanmu sebuah pedang" lalu Felix mengambil pedang yang ada di punggungnya.


Elvio terkejut dan senang, karena Felix menawarkannya untuk memegang pedang sungguhan.


Finlio tidak mengizinkan anaknya untuk memegang pedang Felix karena dia takut membuat pedang Felix tergores.


Felix mengatakan, kalau Finlio tidak perlu takut pedangnya tergores, dia juga tidak mempermasalahkannya jika pedangnya hanya tergores.


Felix menancap pedangnya ke tanah dan menyuruh Elvio untuk mencabut pedangnya.


Elvio memegang pedang itu dengan kedua tangannya dan berusaha menarik pedang itu, dengan sekuat tenaga dia mencoba mencabut pedang itu, tapi pedang itu terlihat tidak bergerak sedikit pun.


Finlio terkejut karena pedang Felix terlihat sangat berat, Elvio yang menariknya dengan sekuat tenaga tidak membuat pedangnya bergerak sedikit pun.


Elvio menyerah karena dia tidak bisa mencabut pedang itu dari tanah.


Felix mencabut pedangnya dari tanah dengan sangat mudah dan terlihat sangat ringan.


"Elvio, aku akan mengajarimu satu teknik berpedang" kata Felix.

__ADS_1


Elvio langsung terlihat senang dan bersemangat.


...SELESAI...


__ADS_2