
Felix sangat bingung harus bagaimana menjelaskan tentang sihir yang dikuasainya kepada mereka semua, tidak mungkin untuk memberitahu mereka kalau dia sudah menguasainya dari kecil, karena sihir yang dikuasainya adalah sihir tingkat tinggi, mereka tidak akan percaya begitu saja.
Fumiya yang terlihat sedang menunggu jawaban dari Felix, dia bertanya “Siapa yang mengajarimu?”
Felix yang semakin bingung harus mengatakan apa, dia tidak sengaja menyebut nama dewi Vallentine, “Vallen” kata Felix kemudian langsung menutup mulutnya karena nama yang dia pikirkan tidak sengaja keluar dari mulutnya.
Semuanya terlihat bingung karena tidak mengetahui nama yang disebutkan oleh Felix.
Mio berkata “Eh? Jadi gurumu bernama Vallen”
“Sepertinya gurumu sangat hebat” kata Fumiya yang kembali duduk.
Felix yang terkejut nama yang tidak sengaja dia sebutkan bisa membuat mereka percaya, dia berkata “Y-yah begitulah”
“Uh.. untung saja mereka percaya. Maaf dewi Vallentine aku menyebutkan namamu” ucap Felix dalam hatinya.
Fumiya mengehela nafas dan berkata “Apa yang ingin kau pelajari dari wanita tua sepertiku Felix?” kemudian dia berdiri dan berjalan memasuki rumahnya.
“Eh? Mau kemana nenek tua itu” ucap Felix dalam hatinya sambil melihat Fumiya yang sedang berjalan memasuki rumahnya.
“Felix, mahluk apa saja yang bisa kau panggil?” tanya Mio.
Felix terkejut karena Mio menanyakan itu, dia bingung harus mengatakan apa karena tidak pernah menggunakan sihir pemanggil, dia berkata “Emmm.. Entahlah aku belum pernah menggunakan sihir pemanggil”
Mio terlihat cukup terkejut karena Felix tidak pernah menggunakan sihir pemanggilnya.
Fumiya kembali menghampiri Felix yang ditangan kirinya memegang gulungan seperti kertas yang diikat oleh tali berwarna merah.
Fumiya duduk di depan Felix dan memberikan gulungan kertas itu kepada Felix.
Fumiya mengatakan, kalau di dalam gulungan kertas itu ada banyak sekali mantra sihir, mulai dari sihir dasar, sihir tingkat menengah, sampai sihir tingkat tinggi juga ada.
Felix terkejut kenapa gulungan kertas yang di dalamnya ada banyak mantra sihir diberikan kepadanya, dia bertanya “Kenapa nenek memberikannya padaku?”
“Bukankah kau bilang ingin belajar sihir? Semua mantra sihir yang ada di dalam gulungan itu adalah sihir nenek, kau bisa mempelajarinya dari situ” jawab Fumiya.
Felix terkejut karena mantra sihir yang ada di dalam gulungan kertas ini adalah sihir yang dikuasai Fumiya, dia bertanya “Berarti Mio juga mempelajarinya dari gulungan ini?”
“Tidak, nenek sendiri yang mengajari Mio, karena Mio tidak bisa memahami mantra sihir yang ada di dalam gulungan itu” jawab Fumiya.
__ADS_1
Felix mengambil gulungan kertas itu dan membukanya, di dalamnya ada banyak sekali mantra sihir yang tidak pernah dia lihat sebelumnya. Saat sedang membaca mantra sihirnya, tiba-tiba disekelilingnya ada banyak sekali huruf-huruf yang bertuliskan mantra-mantra sihir yang dia baca di dalam gulungan kertas, dia sangat bingung kenapa dia melihat ada banyak sekali mantra sihir yang berterbangan disekelilingnya.
...[Fire Explosion]...
...[Windstorm]...
...[Earthquake]...
...[Flame Burst]...
...[Stone Forest]...
...[Healing]...
...[Land Of Thorns]...
...[Shield]...
...[Bubble Explosion]...
...[Dark Wisdom]...
...[Dark Sword]...
...[Poisonous Breath]...
...[Death Prison]...
...[Penetrate The Shield Magic]...
“Eh? Apa ini? Kenapa ada banyak Mantra sihir yang terbang disekitarku?” ucap Felix dalam hatinya.
Kemudian Felix berhenti membaca mantra sihir yang ada di dalam gulungan itu, yang dimana huruf-huruf mantra sihir yang terbang disekitarnya tidak bertambah lagi.
“Sepertinya setiap mantra sihir yang aku baca akan terbang disekitarku dan terlihat jelas, jika aku berhenti membaca mantra sihir yang ada di dalam gulungan ini maka mantra sihir yang sekarang aku lihat ini tidak akan bertambah” ucap Felix dalam hatinya.
Kemudian huruf-huruf yang bertuliskan mantra sihir semakin lama semakin memudar yang mana semakin Felix fokus melihatnya, huruf-huruf itu akan menghilang.
Felix sangat terkejut karena semua huruf-huruf yang berterbangan disekitarnya tiba-tiba saja menghilang, dan dia juga terkejut karena mantra sihir yang tadi dibaca dengan mudahnya dia bisa mengingat semuanya.
__ADS_1
Felix bingung kenapa dia bisa mengingat semuanya hanya dalam sekali membaca, dia mencobanya sekali lagi, dia membaca mantra sihir yang ada di dalam gulungan itu “Fire Shot” tiba-tiba huruf-huruf kembali muncul disekitarnya, yang bertulisan Fire Shot.
“Ternyata memang benar, huruf-huruf yang aku lihat ini sama seperti tadi. Apa mungkin aku sudah menguasainya? Tidak mungkin.. “ Ucap Felix dalam hatinya.
Karena Felix penasaran apa dia memang menguasai sihir baru hanya membacanya saja, dia pun merampalkan mantra sihir “Fire Shot”. Yang tiba-tiba saja muncullah lingkaran sihir dibawah meja, kemudian ada api dibelakangnya yang terlihat membentuk sebuah bola, dan jumlahnya ada 5 bola api dibelakangnya yang mengarah kepada Fumiya yang sedang berada di depannya.
Fumiya terlihat sangat terkejut karena Felix merampalkan mantra sihir dan mengarahkannya padanya, dia langsung merampalkan mantra sihir “Shield”, kemudian muncullah dinding yang sangat tipis berwarna hijau di depannya.
Bola-bola api yang berada dibelakang Felix pun langsung melesat kearah Fumiya.
(Huuss)
(duaaaarr-duaaarr-duaaarrr-duaarr-duaaaarr)
Fumiya yang sedang terlihat panik melihat kebelakang, betapa terkejutnya dia saat melihat kebelakang ada 5 lubang ditanah bekas ledakan dari sihirnya Felix, dia berkata “Felix! Apa kau sudah tidak waras!”
Felix yang terkejut juga karena dia mengira kalau Fire Shot hanya sihir biasa, dia berkata “Maaf nek, aku tidak tahu kalau sihirnya seberbahaya itu”
Fumiya yang terlihat sudah tidak panik, dia membatalkan sihirnya dan bertanya “Sihir apa itu?”
Felix terkejut kenapa Fumiya tidak mengetahui sihir tadi, padahal sihir yang dia coba tadi berasal dari gulungan, dia berkata “Bukankah sihir tadi yang ada di dalam gulungan ini nek”
“Hah? Coba lihat!” jawab Fumiya yang terlihat terkejut.
Sambil melihat dan mencari sihir yang diaktifkan oleh Felix tadi, Fumiya bertanya “Sihir apa itu tadi Felix?”
“Fire Shot nek” jawab Felix.
Fumiya terlihat sangat terkejut karena sihir Fire Shot bisa sehebat itu jika Felix yang menggunakannya.
Fumiya yang terlihat terkejut, dia berkata “Felix, bukankah sihir Fire Shot adalah sihir tingkat rendah? Kenapa sihir itu jadi sangat berbahaya saat kau merampalkannya?”
“Eh? Sihir rendah?” jawab Felix yang terkejut karena Fire Shot adalah sihir rendah.
Fumiya menghela nafas dan berkata “Jadi kau tidak tahu kalau Fire Shot adalah sihir tingkat rendah? Ah.. dasar kau ini. Sepertinya nenek harus mengajarimu tentang sihir”
Felix merasa senang karena Fumiya mau mengajarinya sihir lain, tapi dia juga merasa tidak enak karena membohongi Fumiya tentang sihir dan siapa yang mengajarinya sihir tingkat tinggi, dia hanya bisa menerima kebaikan dari Fumiya tapi tidak bisa membalasnya.
...SELESAI...
__ADS_1