
Semuanya sedang berada dihadapan Felix dan para petualang menjelaskan kenapa Kirania bisa sampai terbunuh. Salah satu petualang itu mengatakan bahwa Kirania berusaha melawan para bandit dan mencoba melindungi warga desa yang sedang diserang, tapi Kirania lengah dan dia diserang dari belakang. Mereka juga tidak sempat melindungi Kirania, karena mereka juga sedang bertarung dengan para bandit.
Felix yang mendengar itu hanya bisa berkata “Oh, begitu” tanpa ekspresi dengan air mata yang mengalir.
Semuanya terdiam setelah Felix berkata seperti itu, mereka tidak bisa membayangkan betapa sedihnya Felix yang sedang memeluk Kirania yang sudah tak bernyawa.
Felix yang tadinya terlihat baik dan suka bercanda, setelah kematian Kirania, dia tidak begitu banyak bicara, kata-kata terakhir yang keluar dari mulutnya hanya “Terimakasih”
Setelah Kirania dikuburkan, Felix hanya berdiri melihat Kirania yang sudah berada di dalam tanah, satu katapun tidak pernah keluar dari mulutnya.
Semuanya pun pergi meninggalkan Felix yang sedang berada ditempat dimana Kirania sudah dikuburkan.
“Betapa bodohnya aku tidak mengetahui perasaan Kirania, kenapa aku menyia-nyiakan wanita seperti dia?. Seharusnya aku tidak sebodoh ini” ucap Felix dalam hatinya.
Felix hanya tersenyum dengan air matanya yang terus mengalir.
Tiba-tiba datang seorang wanita yang telinganya berwarna putih dan ekor berwarna oren seperti rubah, dengan tubuhnya ditutupi dengan kain kotor dan sobek, bahkan dadanya hampir terlihat, wanita itu menaruh bunga putih diatas kuburan.
Felix menghiraukan wanita yang sedang berada dihadapannya.
Kemudian wanita itu duduk dihadapan Felix dan mengangkat kepalanya melihat Felix yang sedang berdiri yang menangis.
Wanita yang sedang ada dihadapan Felix memiringkan kepalanya yang terlihat bingung.
Felix yang merasa kesal karena wanita yang sedang berada dihadapannya tidak mau pergi, dia mengusap air matanya kemudian berbalik dan pergi meninggalkan wanita itu.
Wanita itu langsung berdiri dan berjalan mengikuti Felix dari belakang.
Felix semakin kesal karena wanita itu terus mengikutinya, kemudian dia berbalik dan memegang leher wanita itu berniat ingin mencekiknya hingga mati, tapi setelah dia melihat wanita yang sedang berada dihadapannya malah memiringkan kepalanya yang terlihat bingung, dia sangat terkejut Kenapa wanita itu tidak takut sama sekali.
“Kenapa kau mengikutiku?”
Wanita itu terlihat tidak mengerti sama sekali apa yang dikatakan oleh Felix.
Felix yang sedang memegang leher wanita itu bertanya lagi “Kenapa kau mengikutiku?”
__ADS_1
Tetap saja wanita itu tidak menjawab pertanyaan dari Felix, wanita itu malah terlihat bingung.
Setelah Felix melihat dada wanita itu terbuka, dia langsung melepaskan genggamannya dari leher wanita itu dan melepaskan jubahnya, kemudian dia menutupi tubuh wanita itu dengan jubahnya.
Saat Felix melihat tubuh wanita itu dari atas sampai bawah, dia terkejut karena dikedua kakinya ada garis berwarna hitam seperti bekas luka yang disebabkan oleh pisau atau pedang.
Felix melihatnya sekali lagi, telinganya berwarna putih, dikedua kakinya ada 2 garis hitam, ciri-ciri wanita yang sedang berada dihadapannya sama seperti rubah yang sedang dicarinya.
“Garis itu bekas luka, jadi tidak mungkin wanita ini adalah rubah yang aku cari” ucap Felix dalam hatinya.
“Siapa kau?”
“Hmm”
Wanita itu terlihat tidak mengerti sama sekali apa yang dikatakan oleh Felix.
“Apa kau tidak bisa bicara?”
Wanita itu memiringkan kepalanya kembali yang terlihat bingung.
Wanita itu pun mengikuti Felix dari belakang.
Kemudian Felix duduk di dekat kuburan Kirania bersama wanita itu yang ikut duduk disebelahnya.
“Arghhhh!..”
Felix sangat kesal dan bingung, dia merasa sedih, marah dan juga bingung harus bagaimana setelah ini, dia tidak tahu harus melakukan apa?.
Felix hanya duduk sambil memegang kepalanya yang terlihat bingung dan kesal.
Kuromaru sangat khawatir dengan Felix karena sampai sore belum juga kembali ke desa, dia pergi ke tempat dimana Kirania dikuburkan untuk melihat Felix dan menyuruhnya untuk kembali.
Sesampainya Kuromaru disana, dia cukup terkejut karena melihat Felix bersama dengan seorang wanita dengan telinga dan ekor seperti rubah.
“Felix”
__ADS_1
Felix yang mendengar ada yang memanggil namanya, dia melihat kebelakang dan ternyata sudah ada Kuromaru yang sedang berada di belakangnya.
“Tetua. Ada apa?”
“Sebentar lagi gelap, sebaiknya kau segera kembali ke desa. Semuanya mengkhawatirkanmu. Dan siapa wanita itu?”
“Aku tidak tahu, dia selalu mengikutiku”
Felix berdiri yang diikuti oleh wanita yang berada disebelahnya.
Kuromaru yang melihat telinga dan kaki wanita itu sama persis dengan ciri-ciri yang pernah ditanyakan oleh Felix padanya, dia berkata “Bukankah wanita ini yang sedang kau cari?”
Felix sangat terkejut kenapa Kuromaru mengatakan itu, padahal sudah jelas garis hitam dikedua kakinya hanya bekas luka.
“Itu bekas luka, dan sepertinya dia tidak mengerti apa yang aku katakan”
“Sepertinya dia adalah Ras tertinggi”
Felix sangat terkejut karena Kuromaru mengatakan bahwa wanita yang sedang berada disebelahnya adalah Ras tertinggi.
Felix melihat kearah wanita yang sedang berada disebelahnya “Ras tertinggi? Itu berarti wanita ini sangat kuat, karena Ras tertinggi sangat langka dan hampir punah. Bagaimana bisa Ras tertinggi ada disekitar sini?, seharusnya dia tidak berada disini” ucap Felix dalam hatinya yang cukup terkejut karena seharusnya Ras tertinggi tidak berada disini.
Ras tertinggi adalah mahluk dengan kekuatan fisik yang sangat luar biasa, bisa dibilang Ras tertinggi adalah keturunan para malaikat, karena kekuatan fisiknya yang sangat luar biasa mereka ditakuti oleh manusia ataupun manusia setengah hewan.
Saat ini Felix sedang terlihat bingung harus berbuat apa kepada wanita itu, apakah wanita itu rubah yang dikatakan oleh dewa Yami atau bukan?. Dewa Yami tidak memberitahu Felix dengan jelas seperti apa rubah yang harus dicarinya, dewa Yami hanya mengatakan Felix harus mencari rubah dengan telinga berwarna putih dan 2 garis hitam dikeempat kakinya.
Felix baru mengingat dewa Yami mengatakan “keempat kakinya”, sedangkan wanita itu wujudnya seperti manusia hanya memiliki 2 kaki, diapun memegang kedua tangan wanita itu dan mengangkatnya lalu melihatnya, dan ternyata benar, dikedua tangannya ada garis hitam yang sama persis yang ada dikedua kakinya.
Lukanya memang terlihat seperti bekas goresan benda tajam, dan di dalam lukanya ada seperti cahaya berwarna merah yang terlihat seperti darah, tapi sedikit lebih terang dari warna darah.
Sambil memegang kedua tangan wanita itu Felix kembali bertanya “Siapa namamu?”
Wanita itu kembali terlihat bingung dan tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Felix.
Kuromaru yang melihat Felix menanyakan namanya kepada wanita itu dia berkata “Dia tidak akan mengerti bahasa manusia”
__ADS_1
... SELESAI...