Kirania Little Angel

Kirania Little Angel
(BAB 28) SELAMAT DATANG


__ADS_3

Setelah berjalan kaki selama 3 hari akhirnya Felix, Rysia, Mio dan Kirania sampai dirumahnya Fumiya. Di depan rumahnya terlihat Fumiya sedang duduk di depan rumahnya yang sedang minum teh bersama peliharaannya, yaitu seekor serigala putih.


Fumiya yang melihat kedatangan Felix, Mio dan seorang wanita yang kepalanya ditutupi oleh jubah hitam dia terlihat sangat senang.


Mio langsung berlari kearah Fumiya, kemudian memeluk Fumiya dan berkata “Nenek.. aku sangat rindu denganmu”


“Hahahaha.. nenek juga sangat merindukanmu. Bagaimana perjalananmu? Apakah menyenangkan?”


“Sangat menyenangkan nek, aku juga bertemu dengan kak Regina, tetua dan masih banyak lagi”


“Nenek senang mendengarnya Mio”


Fumiya tersenyum kepada Felix dan berkata “Selamat datang kembali muridku”


Felix sangat senang bisa melihat wajah Fumiya yang terlihat senang dia berkata “Aku kembali nek”


“Siapa wanita cantik yang berada dibelakangmu Felix? Kenapa dia bersembunyi?”


Felix melihat kebelakang dan merangkul Kirania lalu mendorongnya ke depan dan berkata “Dia adalah Kirania Ras rubah”


Kirania yang terlihat malu-malu dan takut dia hanya menganggukkan kepalanya sambil memegang kedua tangannya sendiri.


“Dia sepertinya malu”


“Kirania memang pemalu nek”


“Hahaha.. ayo masuk, kalian pasti lelahkan?”


Fumiya, Kirania, Rysia, Mio dan Felix pun berjalan memasuki rumahnya Fumiya.


“Ah.. akhirnya aku bisa merasakan suasana di dalam rumah ini yang sangat menyeramkan” kata Felix yang merasa lega.

__ADS_1


“Apa maksudmu dengan suasana menyeramkan?” jawab Fumiya yang terlihat kesal.


“Hahaha.. maaf nek.. aku hanya merindukan suasana rumah ini” kata Felix kemudian tersenyum.


Fumiya tertawa setelah Felix mengatakan itu kemudian berkata “Hahaha.. nenek senang jika kau merindukan suasana rumah nenek”


“Ngomong-ngomong dimana Rysia?” tanya Fumiya.


Felix membuka jubahnya, yang dimana dibalik jubahnya ada kantung dan Rysia berada dikantung itu yang sedang tertidur pulas.


Felix mengambil Rysia dari katung jubahnya dan berkata “Setelah lelah bernyanyi bersama Mio dan Kirania dia langsung tertidur”


“Ah.. sayang sekali nenek tidak bisa melihat Rysia yang sedang tertidur”


Kemudian Felix duduk dan menaruh Rysia yang masih tertidur pulas di atas meja, di ikuti oleh Fumiya duduk di depan Felix.


“Apa ada masalah?” tanya Fumiya kepada Felix.


Felix sudah menebaknya pasti Fumiya akan bertanya seperti itu, karena itu dia tidak terkejut dan sudah pasti Fumiya mengetahui masalah yang terjadi di desa hilang.


Mio juga mengajak Kirania ke dapur untuk membantunya memasak sekaligus mengajarinya cara memasak.


Felix terdiam sesaat setelah Fumiya bertanya begitu, dia hanya menghela nafas yang wajahnya terlihat sedih.


“Jika kau tidak ingin menceritakannya tidak apa-apa Felix”


“Aku hanya bingung harus mulai dari mana nek”


Felix mengambil buku pink dari kantung celananya dan memberikannya kepada Fumiya tanpa mengatakan apapun.


Fumiya mengambil buku pink itu kemudian melihat tulisan yang ada disampulnya yang bertuliskan (Kirania sangat mencintai Felixia), dia cukup terkejut melihat tulisan itu, karena nama yang ada disampul bukunya sama dengan wanita yang sedang bersama Mio di dapur.

__ADS_1


Fumiya membuka buku pink yang sedang dipegangnya dan membacanya.


Setelah membacanya Fumiya cukup terkejut karena wanita yang memiliki buku pink itu ternyata mencintai Felix tanpa mengatakan perasaan yang sebenarnya kepada Felix.


Kemudian Fumiya menutup buku pink yang sedang dipegangnya dan berkata “Nenek mengerti.. jadi siapa wanita yang sedang bersama Mio itu?”


“Wanita itu adalah Ras tertinggi. Aku yang memberikan nama Kirania kepada wanita itu, Kirania adalah nama yang sama dengan wanita yang memiliki buku pink ini, wanita yang memiliki buku pink ini mati dalam perjalanan mencari keberadaanku nek. Aku bahkan tidak mengetahui bahwa wanita yang memiliki buku ini mencintaiku, aku tidak sempat mendengar dia mengatakan bahwa dia mencintaiku, ingin sekali aku mendengar suaranya sekali lagi”


Fumiya sangat terkejut setelah mengetahui wanita yang memiliki buku pink itu mati dalam perjalanannya mencari keberadaan Felix, dia juga cukup terkejut karena wanita yang sedang bersama Mio adalah Ras tertinggi.


“Aku sangat bodoh nek, aku malah memberikan nama wanita itu dengan nama yang sama dengan kekasihku. Aku benar-benar menyesal tidak mengetahui perasaan dia yang sebenarnya, kenapa aku sebodoh ini nek, seharusnya pada waktu itu aku tidak meninggalkannya dikota tersembunyi, jika saja aku membawanya bersamaku mungkin saat ini dia sedang tersenyum bahagia di depan mataku”


“Kau tidak sebodoh itu Felix, nenek yakin kekasihmu pasti senang karena kau memberikan nama wanita itu dengan nama yang sama dengan dia, jadi kau tidak akan pernah melupakan kekasihmu, namanya akan selalu kau sebut.


Dan juga di akhir tulisan kekasihmu menuliskan bahwa dia merasa senang walaupun dia mati dalam perjalanan mencari keberadaanmu, mungkin sekarang kekasihmu tidak menyesal walaupun mati dalam perjalanan mencari keberadaanmu. Mungkin sekarang dia sedang tersenyum bahagia melihatmu yang selalu menyebut namanya”


“Apa dia benar-benar bahagia nek?, aku selalu merasa bahwa kematiannya adalah salahku, jika saja aku mengetahuinya dari awal kalau dia mencintaiku mungkin dia tidak akan mati sia-sia! Dan aku pasti akan melindunginya, membuatnya bahagia, seharusnya aku tidak sebodoh ini”


“Kematiannya tidak sepenuhnya adalah salahmu Felix, karena keinginannya sendiri untuk mencari keberadaanmu kemudian dia mati dalam perjalanan dan mungkin dia tidak menyesalinya, karena dia sudah memikirkan kemungkinannya, dia sudah mengetahui apa yang terjadi jika mencari keberadaanmu. Mengapa di akhir tulisan dia menuliskan bahwa dia mungkin merasa senang jika kematiannya dalam perjalanan mencari keberadaanmu, nenek yakin dia pasti sudah mengetahui mencari keberadaanmu sangat berbahaya dan dia sudah menerima resiko itu!”


“Aku mengerti bahwa dia sudah menerima resiko apa yang terjadi jika mencari keberadaanku walaupun harus kehilangan nyawanya, tapi nek.. aku masih tidak bisa menganggap bahwa kematiannya bukan salahku, aku benar-benar tidak tahu harus bagaimana nek”


“Pikiranmu saat ini sedang kacau Felix, kau tidak bisa berpikir dengan jernih, itu wajar karena kejadian yang tidak pernah terpikirkan olehmu tiba-tiba saja terjadi. Sebaiknya kau menenangkan pikiranmu dan beristirahatlah”


“Baik nek, saat ini pikiranku memang sedang kacau, Itulah alasanku kenapa aku kembali kesini dan juga ingin menemui nenek”


“Kapan saja kau butuh sesuatu nenek akan membantumu Felix”


Fumiya mengembalikan buku pink yang sedang dipegangnya kepada Felix dan berkata “Jika kau butuh sesuatu katakan saja pada nenek. Nih.. simpan buku ini baik-baik”


“Baik nek. Terimakasih”

__ADS_1


Felix mengambil buku pink itu dari tangan Fumiya kemudian memegang buku itu dengan kedua tangannya dan memandanginya dengan penuh rasa bersalah dan penyesalan.


...SELESAI...


__ADS_2