Kirania Little Angel

Kirania Little Angel
(BAB 11) ILUSI


__ADS_3

Felix memperlihatkan gerakan berpedangnya beberapa kali pada Elvio, dia melihat Elvio sangat fokus memperhatikan gerakannya.


Felix juga menyuruh Elvio untuk melawannya menggunakan pedang dari kayu.


Felix melatih Elvio berlatih berpedang lumayan cukup lama, dia tidak bisa terlalu lama melatih Elvio karena ingin segera mencari seekor rubah.


Setelah Felix melihat Elvio kelelahan, dia menghentikan latihannya karena ingin pergi ke hutan yang berada di dekat danau terbesar.


“Baiklah, sepertinya sudah cukup, aku harus segera pergi”


Felix melihat Elvio terlihat sangat senang setelah dilatihnya, dia merasa senang melihat wajah Elvio tersenyum dengan lebar.


“Aku yakin kau dapat mempelajari sesuatu dari latihan yang hanya sebentar ini, berjuanglah”


Felix pun pergi dari desa dan melanjutkan perjalanannya untuk mencari seekor rubah.


Felix melihat Elvio tersenyum padanya sambil melambaikan tangan dan mengucapkan terimakasih, Felix membalas dengan senyuman sambil melambaikan tangannya juga.


Sambil berjalan mencari seekor rubah, Felix memikirkan rencananya.


“Setelah aku menemukan seekor rubah itu, aku berencana untuk tinggal di desa tadi, karena aku merasa desa itu sangat nyaman dan tenang, aku ingin tinggal di desa itu bersama seekor rubah yang sedang aku cari sekarang. Kemana harus mencari rubah itu? Aaaaaaa, ini sangat membingungkan, dewa Yami tidak memberitahu ku harus mencarinya kemana”


Felix terus menggerutu karena dia tidak tahu harus mencarinya kemana, untuk sekarang dia hanya perlu pergi ke hutan yang berada di dekat danau, walaupun belum pasti keberadaan rubah yang dicarinya benar-benar ada ditempat itu.


Sambil berjalan dengan santai menuju hutan, Felix mencoba sihir yang dikuasainya sambil mengarahkannya ke atas.

__ADS_1


“Fire Bird” Muncul burung api yang terbang menuju ke atas langit, semakin tinggi terbangnya semakin terlihat kecil lalu menghilang.


“Cutting Blade” Muncul dua pedang yang dikelilingi oleh api yang berkobar dibelakang punggungnya.


“Eh? Kenapa kedua pedangnya berbeda?. Saat bertarung bersama Kirania, kedua pedangnya mengeluarkan cahaya keemasan, sekarang malah kedua pedangnya dikelilingi oleh api?”


Felix bisa menguasai segala jenis sihir, termasuk menguasai semua elemen sihir, Api, Air, Tanah, Angin, Petir. “Cutting Blade” adalah sihir yang diciptakan dari energi sihir yang dibayangkan si penggunanya, jika “Cutting Blade” dibayangkan seperti pedang yang diselimuti oleh petir, maka akan tercipta dua pedang yang diselimuti elemen petir yang akan menyambar jika kedua pedang itu tidak mengenai targetnya.


Felix baru menyadari kalau dia bisa menguasai segala jenis sihir, yang artinya dia juga bisa menguasai semua elemen sihir.


Setelah lama berjalan dengan santai sambil menggerutu, akhirnya Felix sampai di danau yang cukup besar, karena kata Finlio, danau ini adalah danau terbesar di daerah ini, berarti hutan yang dimaksud oleh Finlio berada di dekat sini.


Felix melihat ada seekor rubah yang berlari, dia mengikuti rubah itu secara perlahan agar tidak ketahuan, saat dia sedang mengikuti rubah itu, dia seperti melewati dinding yang tak terlihat. Setelah cukup lama mengikutinya, rubah itu berhenti, lalu dia mendekati rubah itu, dia melihat ada banyak sekali rubah ditempat itu.


Karena jumlahnya yang sangat banyak bisa mencapai ribuan, Felix kebingungan bagaimana caranya untuk mencari rubah yang dia cari, dan anehnya lagi rubah-rubah ini tidak kabur saat dia mendekatinya.


Saat sedang kebingungan, Felix melihat rubah yang berada didekatnya yang tadi dia kejar, ekornya tembus kedalam pohon.


“Eh? Kenapa ekornya tembus kedalam pohon?” ucap Felix dalam hatinya.


Kemudian Felix mencoba menyentuh rubah itu, pada saat tangannya sudah merasa bersentuhan dengan bulu rubah itu, tangannya malah tembus kedalam tubuh rubah itu. Felix sangat terkejut dan langsung menarik tangannya, dan menjauhkannya dari rubah itu.


“Eh? Apa yang terjadi! Kenapa tangan ku bisa tembus kendalam tubuh rubah ini?” ucap Felix dalam hatinya.


Saat sedang melihat tangannya sendiri, tiba-tiba semua rubah yang Felix lihat mulai terbang, sedikit demi sedikit semua rubah itu terbang semakin tinggi, dia sangat terkejut melihat semua rubahnya melayang, dan tubuh rubah itu semua mulai terlihat transparan seperti arwah.

__ADS_1


Felix sangat terkejut melihatnya, apa yang sebenarnya terjadi di hutan ini? Dan apa yang terjadi kepada semua rubah itu?.


Tempat yang dilihat oleh Felix yang tadinya terlihat indah, dengan warna hutan yang sangat hijau, tanah yang penuh dengan rumput hijau, angin sejuk menerpa tubuhnya, rumput, dan dedaunan tertiup angin, berubah menjadi hutan mati yang bekas terbakar, tanah yang berwarna hitam, tidak ada lagi rumput, udaranya kotor, pohon yang mati, dan tidak ada lagi rubah disana.


Felix benar-benar terkejut melihat apa yang terjadi, perasaannya campur aduk, sedih, marah, bingung, dia sedih dengan rubah yang mati, dan marah siapa yang melakukan ini, tapi tidak tau harus bagaimana.


“Jika hutan ini adalah satu-satunya tempat tinggal rubah, dan rubah yang aku cari ternyata ada ditempat ini, lalu aku harus bagaimana? Kemana lagi aku harus mencarinya? Jika keberadaan rubah yang aku cari sudah tidak ada di dunia ini” ucap Felix yang sedang berbicara sendiri.


Felix pun memutuskan untuk kembali ke danau tadi dan ingin mencari rubah lagi, berharap kalau rubah yang dicarinya masih ada di dunia ini, dia ingin mencarinya sampai ke ujung dunia.


Diperjalanan Felix tidak menyadari kalau dia kembali lagi ke hutan mati itu.


Felix berjalan dengan wajah sedih untuk kembali ke danau terbesar, dan mengikuti jalan sebelumnya, dan ingin mencari desa dan menanyakan tentang rubah yang dicarinya.


Felix hanya mengira itu cuma perasaannya saja kalau dia kembali lagi ke hutan mati itu, dia hanya terus berjalan tanpa memerhatikan sekitarnya.


Disetiap perjalanannya Felix selalu bingung kemana harus mencarinya, karena tidak ada petunjuk dan informasi sama sekali tentang rubah yang sedang dicarinya, setiap dia bertemu seseorang dan bertanya tentang ciri-ciri rubah yang dicarinya, tidak ada yang tau sama sekali dengan ciri-ciri rubah seperti itu.


Felix merasa ada yang aneh, kenapa dia hanya berputar-putar di hutan mati itu lagi, dia baru menyadari ternyata itu bukan perasaannya, tapi dia memang berputar-putar ditempat itu.


Felix berhenti berjalan sejenak, dia memikirkan apa yang sebenarnya terjadi, kenapa dia berputar-putar di tempat itu. Karena dia masih penasaran, dia mencobanya sekali lagi, dia kembali berjalan menuju danau terbesar, dan sekarang dia memerhatikan sekitarnya saat berjalan.


Felix kebingungan karena tempat yang dia lewati sama sekali tidak ada yang berubah.


...SELESAI...

__ADS_1


__ADS_2