Kirania Little Angel

Kirania Little Angel
(BAB 25) KISAH KIRANIA


__ADS_3

Kuromaru yang melihat Felix sedang berjalan kearahnya sambil menggendong seorang wanita, dia sangat terkejut dan juga bingung apa yang terjadi dengan Felix dan siapa wanita yang dibawanya.


Felix semakin dekat dengan Kuromaru membuat Kuromaru semakin panik dan takut karena energi sihir Felix yang sangat besar.


Dengan emosi dan air mata yang masih mengalir Felix berhenti dihadapan Kuromaru dan berkata kepada Kuromaru “Apakah wanita ini yang sebelumnya pernah datang kesini?”


Kuromaru sangat terkejut mendengar Felix berkata seperti itu, dia melihat wajah wanita yang sedang digendong oleh Felix dan ternyata benar, wanita itu pernah datang ke desa hilang yang sedang mencari kekasihnya.


Felix yang semakin sedih dan tidak bisa menahan air matanya, dia melihat wajah Kirania yang sedang digendong olehnya lalu berkata “Selama ini dia mencariku”


Kuromaru sangat terkejut setelah Felix mengatakan itu, ternyata selama ini kekasih yang sedang dicari oleh wanita itu adalah Felix.


Kuromaru yang tidak tahu apa-apa tentang Felix dan Kirania dia tidak bisa berkata apa-apa, kemudian dia menyuruh Felix untuk masuk dan menyuruh membersihkan tubuh Kirania yang penuh dengan darah.


Felix membawa Kirania masuk kemudian membuka seluruh pakaian Kirania, dia membersihkan tubuh Kirania yang penuh dengan darah dan berniat ingin segera menguburkannya.


Setelah selesai membersihkan tubuh Kirania, Felix membawa Kirania ke hadapan Kuromaru dan berkata “Tetua, izinkan aku untuk menguburkan Kirania di desa ini”


“Kalau begitu aku akan menyuruh seseorang untuk menyiapkan tempatnya” jawab Kuromaru.


Kuromaru pergi meninggalkan Felix, Rysia dan Mio untuk menyiapkan tempat peristirahatan Kirania.


Kemudian Felix duduk dihadapan Mio dengan Kirania yang ada dipangkuannya, dia tidak bisa melepaskan Kirania dari pelukannya.


Mio yang masih terlihat takut dengan Felix, dia memberikan buku pink milik Kirania kepada Felix.


Felix mengambil buku itu dari tangan Mio dan melihatnya sekali lagi, mungkin dia salah baca saat melihat tulisan yang ada disampul bukunya.


Saat dia melihat tulisan yang ada disampul bukunya ternyata dia tidak salah baca, tulisannya memang benar (Kirania sangat mencintai Felixia). Dia membuka buku itu dan membacanya.

__ADS_1


...Ini kisahku yang menganggap lelaki yang bernama Felixia adalah kekasihku....


...Kisahku dimulai pada saat dia meninggalkanku begitu saja. Pada saat itu entah kenapa perasaanku bisa dibilang sedang kebingungan antara aku mencintainya atau tidak, karena pada saat itu dia tiba-tiba saja pergi meninggalkanku tanpa sepatah katapun keluar dari mulutnya, dia hanya memberikan sebuah koin emas kepadaku....


...Hatiku dan pikiranku tidak sama pada waktu itu, hatiku mengatakan bahwa aku sangat mencintainya, tapi pikiranku mengatakan “lupakan saja, dia tidak perduli denganmu, dia pergi meninggalkanmu begitu saja”. Pada saat itu aku benar-benar bingung harus bagaimana?, antara mengikuti kata hati atau pikiranku?....


...Di dalam kepalaku hanya ada dia, aku tidak bisa melupakannya begitu saja walaupun pertemuanku dengannya hanyalah kebetulan. Tanpa aku sadari bahwa aku benar-benar mencintainya, hatiku berkata jujur bahwa aku memang benar-benar mencintainya....


...Pada akhirnya aku memutuskan untuk mencari keberadaannya, walaupun aku tahu jika aku bertemu dengannya dia tidak akan perduli denganku, karena hanya aku seorang yang menganggap dia adalah kekasihku, tapi aku tidak perduli dengan itu, aku hanya ingin melihatnya sekali lagi walaupun harus bersembunyi melihatnya dari kejauhan, itu sudah cukup membuat diriku bahagia....


Lama kelamaan buku yang sedang dipegang oleh Felix mulai terlihat ada bekas tetesan air mata.


...Perjalananku dimulai mencari kekasihku, aku terus mencarinya tanpa mengetahui informasi tentang dia sedikitpun, walaupun tidak memiliki informasi kemana kekasihku pergi, itu tidak akan membuat aku menyerah begitu saja, aku meyakinkan diriku untuk terus mencarinya....


...Banyak sekali orang yang aku temui selama perjalanan, tapi tidak mendapatkan informasi tentang keberadaan kekasihku sedikitpun. Seringkali aku merasa lelah dan ingin menyerah, tapi aku tidak bisa berhenti begitu saja, aku harus menyelesaikan apa yang sudah aku mulai....


...Walaupun suatu saat aku mati terlebih dahulu dan tidak sempat bertemu dengannya, aku sudah menuliskan perjalanan dan perasaanku yang sesungguhnya kebuku ini....


...Semoga dia membaca buku ini....


Mio yang melihat Felix terus menangis dihadapannya, dia merasa sedih, walaupun dia tidak merasakan apa yang sedang dirasakan oleh Felix saat ini, tapi dia mengetahui seperti apa rasanya kehilangan orang yang dicintainya.


“Kenapa kau tidak memberitahuku dari awal?, jika saja kau mengatakannya mungkin aku akan membawamu” ucap Felix dalam hatinya yang merasa sangat menyesal tidak mengetahui perasaan Kirania. “maafkan aku.. “ kata Felix.


Mio terlihat semakin sedih saat Felix berkata “Maaf” sambil menangis.


Felix yang tidak kuat menahan air matanya, dia menangis sambil memeluk Kirania yang sudah tidak bernyawa, dia memeluk Kirania dengan erat dan mengusap pipinya yang chubby.


“Wajahnya sekarang terlihat putih pucat, rambutnya yang lembut, alisnya yang letik, bola matanya yang indah, tubuhnya yang ramping, jari-jarinya yang kecil dan panjang, Kau sangat cantik, tapi sekarang...” ucap Felix dalam hatinya yang masih menangis sambil memeluk Kirania dengan erat.

__ADS_1


Rysia langsung terbang keluar saat melihat Felix sedang menangis dan memeluk Kirania, dia tidak ingin menggangu Felix yang sedang sedih.


Mio juga ikut pergi keluar meninggalkan Felix yang sedang sedih, dia juga tidak ingin mengganggu Felix yang sedang berusaha melepaskan kepergian Kirania.


Saat Rysia dan Mio sedang berada di depan rumah Kuromaru, mereka berdua mendengar suara Felix yang sedang menangis.


“Dia pasti sangat sedih” ucap Mio.


Kuromaru datang dan bertanya kepada Mio “Kenapa kau diluar?”


“Aku tidak ingin mengganggu Felix” jawab Mio.


Kuromaru juga mendengar suara tangisan dari dalam rumahnya.


Mio, Rysia dan Kuromaru berada diluar, mereka memberikan waktu kepada Felix untuk melepaskan kepergian kekasihnya.


Regina dan para petualang yang pernah bertemu dengan Kirania datang menghampiri Kuromaru, Mio dan Rysia.


Regina dan para petualang itu mendengar suara tangisan dari dalam rumah.


Kuromaru yang sedang berdiri sambil mencari posisi Rysia bertanya “Siapa mereka?”


“Mereka yang pernah bertemu dengan kekasihnya Felix, mereka mengetahui kejadian kekasihnya Felix terbunuh” jawab Regina.


Regina yang masih terkejut dengan suara lelaki yang menangis dari dalam rumah Kuromaru, dia bertanya “Tetua? Felix menangis?”


Mio, Rysia dan Kuromaru hanya menganggukkan kepalanya.


...SELESAI...

__ADS_1


__ADS_2