Kirania Little Angel

Kirania Little Angel
(BAB 12) PERI


__ADS_3

Felix kebingungan kenapa setiap melangkahkan kakinya dirinya tidak bergerak, walaupun dia melangkah tapi tubuhnya diam ditempat, sebelumnya dia tidak menyadarinya karena memikirkan banyak hal, membuatnya tidak menyadari kalau dia tidak bergerak sama sekali dari tempat dimana dia berdiri.


Felix menyandarkan tubuhnya di pohon yang ada disampingnya, lalu memikirkan kenapa dia tidak bergerak dari tempat itu, ada satu kemungkinan yang dia pikirkan, yaitu terjebak disebuah ilusi tanpa henti, yang artinya dia terjebak di dalam ilusi yang terus berulang-ulang. Tempat yang tadinya sudah terbakar kembali seperti semula, banyak rubah, hutan kembali hijau, rumput yang tumbuh ditanah.


Setelah beberapa menit Felix memerhatikannya, tempat itu kembali seperti bekas terbakar, rubahnya hilang, pohon-pohon yang mati, tanah hitam seperti bekas terbakar, dedaunan dan rumput tidak ada. Hal itu Kemungkinan akan terjadi lagi selama beberapa menit kedepan, dan akan terus seperti itu selama dia masih berada ditempat itu.


Yang pertama harus dilakukan Felix bagaimana caranya dia bisa bergerak dari tempat itu, setiap dia melangkah tubuhnya tidak bergerak sama sekali, dia juga memikirkan sihir apa yang bisa menghapus ilusi. Setelah beberapa menit memikirkan itu sambil menyandarkan tubuhnya di pohon, dan dia sudah melihat tempat itu seperti bekas terbakar dan kembali seperti semula sebanyak 7 kali.


“Teleport” Felix merampalkan sihir Teleportasi untuk berpindah tempat ketempat lain, tapi itu tidak berhasil, dia tetap berada disana. Kemungkinan sihir berpindah tempat tidak berguna selama dia berada di dalam ilusi. Dia baru menyadarinya setiap dia melakukan gerakan, tempat itu akan berubah sedikit demi sedikit, tapi jika dia hanya diam saja tidak melakukan apapun atau gerakan, tempat itu tidak berubah sama sekali, tempat itu akan tetap sama seperti itu.


Felix semakin bingung, seharusnya ilusi ditentukan oleh waktu, bukan dengan gerakan, setiap beberapa menit kedepan seharusnya tempat itu berubah bukan karena setiap gerakan. Karena ditentukan oleh gerakan, dia mencoba terus melakukan gerakan seperti menggerakkan jarinya, melompat, jalan, lari, berkedip dengan cepat, jongkok, dan ternyata benar, tempat itu berubah lebih cepat dari sebelumnya, setiap beberapa gerakan tempat itu akan berubah seperti bekas terbakar dan kembali seperti semula.


“Bagaimana jika aku menggunakan sihir terbang, kemudian aku terbang menuju danau besar tanpa melakukan gerakan?” ucap Felix dalam hatinya.


Felix memikirkan Kemungkinan jika dia menggunakan sihir Fly dia bisa bergerak dari tempat itu dan keluar dari ilusi tanpa henti, karena dia tidak akan bergerak saat terbang menuju danau besar. Ada satu hal yang dia pikirkan, yaitu jika rambutnya bergerak karena tertiup angin saat terbang, apakah tempatnya akan berubah dikarenakan gerakan rambut.


Karena Felix belum tahu apakah tempat itu berubah jika rambutnya bergerak, dia merampalkan sihir “Fly” kemudian kedua kakinya mulai terangkat perlahan dari tanah, dan tubuhnya mulai melayang, dia langsung terbang menuju danau besar.


Felix tidak menggerakkan tubuhnya sama sekali, bahkan dia tidak berkedip sekalipun.


Selama dia melihat kedepan tanpa menggerakan bola matanya, ternyata gerakan rambutnya tidak mempengaruhi tempat itu.


Saat Felix terbang dia tidak menyadari telah melewati dinding yang tak terlihat.


Felix terkejut cara itu membuat dia berhasil keluar dari ilusi tanpa henti, dia akhirnya bisa melihat danau besar itu, dia berhenti di dekat danau besar lalu membatalkan sihir “Fly” dan kedua kakinya kembali menginjak tanah.


Felix merasa senang dan bingung, dia senang bisa keluar dari ilusi tanpa henti, tapi dia bingung kenapa dirinya bisa terjebak di dalam ilusi, dan siapa yang membuat ilusi tanpa henti seperti itu?.

__ADS_1


Felix kelelahan karena selama berjam-jam dia terus berdiri dan tidak menggerakkan seluruh bagian tubuhnya, dia duduk di dekat danau yang masih memikirkan banyak hal.


Saat sedang duduk sambil memikirkan banyak hal, dia terkejut ada suara seperti benda yang cukup besar jatuh kedalam air.


(Jebuuurr..)


Felix langsung berdiri dan melihat sekitar, dia melihat ada wanita yang sedang duduk disebrang danau sambil melemparkan batu ke danau yang terlihat sedang sedih.


Karena Felix tidak mengenalnya, dan harus segera pergi karena masih harus mencari seekor rubah, dia mengabaikannya lalu berjalan pergi menjauhi danau dan wanita yang sedang duduk itu.


Tiba-tiba saja ada tangan yang memegang pundak Felix.


“Hei! Apa yang kau lakukan disini?”


Felix cukup terkejut ada yang memegang pundaknya, dia langsung berbalik sambil memegang pedang yang ada di punggungnya yang sudah bersiap untuk menarik pedangnya.


“Ah.. aku pikir siapa”


Wanita itu terkejut karena Felix bisa melihat dirinya, dia langsung melepaskan genggamannya dari pundak Felix dan mundur karena melihat Felix yang ingin menarik pedangnya.


“Maaf membuatmu terkejut”


Felix melepaskan genggaman dari pedangnya lalu menurunkan tangannya.


Wanita itu menghela nafas, karena dia tidak jadi diserang oleh Felix.


Wanita itu kembali mendekati Felix dan bertanya “Sedang apa kau disini?”

__ADS_1


“Aku hanya sedang beristirahat”


Wanita itu terlihat bingung dan berputar-putar melihat Felix, seperti seekor serigala yang sedang mencium bau tubuh seseorang.


Felix yang terlihat bingung kenapa wanita itu melakukan itu, dia bertanya “Apa yang sedang kau lakukan?”


Wanita itu berhenti berputar lalu melihat Felix, dia berkata “Heheheh maaf, aku penasaran saja denganmu, karena aku merasakan ada kekuatan sihir yang sangat besar menyelimuti tubuhmu”


Felix jadi waspada kepada wanita itu, karena wanita itu bisa merasakan kekuatan sihirnya, padahal dia sudah menekan kekuatan sihirnya agar tidak terlihat oleh orang lain.


“Siapa kau?”


“Oh maaf, aku belum memperkenalkan diri. Aku adalah peri, namaku Rysia Fiya”


Felix terkejut kenapa ada peri, bukankah peri berada di dunia tingkat ketiga, di dunia tingkat kedua seharusnya tidak ada peri, dia juga terkejut karena yang dia tahu peri itu adalah mahluk yang sangat kecil.


Banyak sekali pertanyaan yang ingin Felix tanyakan, tapi dia harus bertanya kepada siapa?, karena cuma dia dan dewa Yami yang tahu, dia juga tidak mungkin menanyakan hal itu kepada Rysia.


“Eh? Peri?”


“Benar, aku sangat terkejut karena kau bisa melihat ku”


Felix semakin bingung, apa seharusnya peri tidak bisa dilihat di dunia ini? Jika tidak bisa dilihat, kenapa peri ada di dunia ini. Walaupun banyak sekali pertanyaan yang muncul, dia akan mencari tahunya sendiri. Setelah dia melihat peri, pasti ada alasan lain kenapa dewa Yami mengirimnya kedunia ini.


“Namaku Felixia”


Rysia terbang dan memutari Felix yang wajahnya sangat dekat sekali dengan wajah Felix, dia bertanya “Jadi? Sedang apa kau disini Felix?”

__ADS_1


...SELESAI...


__ADS_2