
Mio semakin lama semakin dekat dengan Felix sampai terlihat seperti sedang berpelukan, Felix yang terkejut mendengar kalau Mio adalah ras kucing, dia melihat kearah Mio yang sedang berada dipelukannya.
Mio terlihat sangat nyaman karena berada dipelukan Felix dengan tubuhnya yang diselimuti oleh sayap berwarna hitam, dengan wajahnya yang menempel dengan baju Felix dan terus mengeluarkan suara yang terdengar seperti kucing sedang mendengkur.
“Purr.. purr.. purr..”
Felix jadi yakin kalau Mio adalah ras kucing karena mendengar Mio yang terus mengeluarkan suara seperti kucing yang sedang mendengkur.
Felix menghela nafas dan berkata “Ah.. dia malah tidur”
Fumiya tertawa terlihat bahagia karena Mio sangat menyukai Felix, entah itu dari sayapnya ataupun yang lain, dia berkata “Sepertinya Mio sudah mulai menyukaimu”
“Sepertinya dia hanya menyukai sayapku” jawab Felix.
Fumiya kembali tertawa terlihat senang, lalu berkata “Mio itu adalah kucing, dia akan mengikuti orang ataupun benda yang dia sukai”
Felix melihat Mio yang sedang tertidur dipelukannya dan juga Rysia yang sedang berada ditangannya yang sedang makan kue, “Apa yang harus aku lakukan kepada mereka berdua? Aku tidak pintar untuk mengurus seseorang, apalagi kucing. Tapi mereka berdua sangat lucu dan lembut, aku tidak bisa mengabaikannya, Ah.. ini benar-benar merepotkan” ucap Felix dalam hatinya.
Fumiya yang terlihat bingung harus mengajari apa lagi kepada Felix, dia berkata “Tidak ada lagi yang bisa nenek ajarkan padamu Felix, kau bisa membawa gulungan sihir ini”
Felix sebenarnya tidak ingin belajar sihir, dia hanya ingin mengetahui sihir yang tidak diketahuinya, dan ternyata setelah Fumiya menjelaskan semua sihir dan energi sihir, ada banyak sekali tentang sihir yang tidak dia ketahui.
Felix juga merasa kemungkinan masih banyak yang tidak diketahuinya di dunia ini, dia berkata “Aku mendapatkan banyak hal dari nenek, terimakasih. Kalau begitu aku akan membawa gulungan ini”
Felix yang hampir lupa dengan tugasnya, dia bertanya “Nek? Apa nenek tahu tentang rubah oren yang telinganya putih dan memiliki 2 garis hitam dikakinya? Aku sedang mencari rubah itu”
“Rubah? Jika tidak salah rubah yang seperti itu ada di desa hilang, nenek pernah melihatnya disana” jawab Fumiya.
Felix sangat senang dan juga terkejut karena Fumiya mengetahui rubah yang sedang dicarinya, dan juga desa hilang yang pernah disebutkan oleh dewi Vallentine waktu itu ternyata benar-benar ada, dia berkata “Apakah nenek mau mengantarkan aku kesana?”
__ADS_1
“Nenek sudah tua Felix, nenek tidak bisa berjalan jauh. Jika kau ingin pergi kesana, Mio akan menujukan jalannya padamu” jawab Fumiya.
“Mio mengetahuinya nek?” tanya Felix.
“Tentu saja, nenek bertemu Mio di desa hilang, Mio bersikeras ingin menjadi murid nenek, karena dia tidak pernah menyerah, jadi nenek membawanya pergi dari desa hilang dan menjadikannya murid nenek” jawab Fumiya.
Felix sangat senang karena rubah yang dicarinya masih ada, dan sebentar lagi dia akan menemukannya, dia berkata “Terimakasih nek, aku akan pergi ke desa hilang untuk mencari rubahnya”
“Kapan kau akan pergi Felix?” tanya Fumiya.
“Sekarang” jawab Felix.
Fumiya terlihat marah karena Felix akan pergi sekarang, dia berkata “Tidak! Sebaiknya kau pergi besok pagi, untuk sekarang menginap dulu dirumah nenek”
Felix yang tidak bisa membantah Fumiya, dia berkata “Baiklah nek aku perginya besok saja”
Mio terbangun dari tidurnya yang terlihat terkejut karena Fumiya menyuruhnya untuk memasak, dia langsung berdiri dan berkata “Siap nek!” kemudian dia berjalan memasuki rumahnya.
Felix, Fumiya dan Rysia pun berjalan memasuki rumah Fumiya.
Felix cukup terkejut setelah masuk kedalam, ternyata dalamnya terlihat seperti rumah dari seorang penyihir, dindingnya yang terbuat dari kayu, ada banyak tongkat sihir dan lukisan tua yang menempel di dindingnya, dengan 4 kursi dan meja bundar yang berada ditengah ruangan, dan disebelahnya ada tungku api yang terbuat dari batu dan tanah liat yang dibentuk jadi kotak.
Dengan hiasan tanduk rusa, tulang ikan besar dan taring serigala yang berada diatas tungku apinya, dan lantainya dihiasi dengan kulit beruang, ditambah disudut ruangan ada banyak sekali pedang dan baju zirah yang berdebu, terlihat sudah sangat lama tidak terpakai.
Felix melihat ada jubah hitam yang menggantung di dekat pedang dan baju zirah itu, dia berjalan mendekatinya dan melihatnya dari dekat, lalu mengambilnya.
“Nek? Apa ini milik nenek?” tanya Felix.
Fumiya yang melihatnya dari jauh kesulitan untuk melihatnya, dia bertanya balik “apa itu?”
__ADS_1
“Ini terlihat seperti jubah nek” jawab Felix lalu berjalan menghampiri Fumiya sambil membawa jubah hitam yang dipegangnya.
Fumiya melihatnya dari dekat, lalu berkata “Oh.. ini jubah nenek waktu masih muda, sudah lama tidak dipakai, nenek rasa sudah tidak pantas memakai ini. Jadi.. nenek hanya menggantungnya disana untuk mengingatkan masa muda nenek”
“Apa kau mau? Coba lah” tanya Fumiya, lalu dia mengambil jubahnya dan memakaikannya kepada Felix.
Sambil mengikat tali jubahnya yang berada dibawah leher untuk menutupi sebagian depan tubuh Felix, Fumiya berkata “Nenek tidak pernah memakaikan jubah ini pada orang lain, tapi nenek merasa senang jika kau yang memakainya, entah kenapa saat pertama nenek bertemu denganmu, nenek merasa sangat senang ada seorang laki-laki yang datang menemui nenek. Hahaha.. apa yang nenek katakan, maaf Felix nenek mengatakan yang tidak-tidak”
Setelah Fumiya mengatakan itu, Felix jadi merasa kasihan pada Fumiya dan tidak ingin pergi dari tempat ini, dia berkata “Aku akan menjaga jubah ini, setelah aku selesai dengan tugasku mungkin aku akan kembali kesini dan menemui nenek lagi”
Setelah selesai mengikatnya, Fumiya berkata “Pintu rumah nenek selalu terbuka untukmu”
Fumiya terlihat sedih melihat Felix memakai jubah hitam miliknya yang sebentar lagi dia akan melihat kepergian Felix dan Mio besok pagi.
...(KEESOKAN HARINYA)...
Felix, Mio dan Rysia bersiap untuk pergi ke desa hilang, mereka bertiga berpamitan kepada Fumiya.
Fumiya yang terlihat senang karena Mio bisa pergi keluar hutan dan melihat dunia luar, dari dulu ingin sekali membawa Mio keluar dan melihat dunia luar, tapi karena dia tidak bisa pergi jauh jadi tidak bisa membawanya.
Pada akhirnya Fumiya bisa mempercayakan Mio pada Felix, dia sangat yakin kalau Felix pasti akan menjaga Mio dan mengajarinya banyak hal, dia berkata “Felix, tolong jaga Mio”
“Nenek tidak perlu khawatir, Mio pasti aman bersamaku” jawab Felix.
Kemudian Felix pergi bersama Mio dan Rysia.
Fumiya tersenyum terlihat sedih sambil melambaikan tangan yang mengucapkan selamat tinggal kepada mereka.
...SELESAI...
__ADS_1