
Saat Felix memasuki desa hilang, dia melihat ada banyak sekali manusia setengah hewan yang tinggal disana, desanya terlihat sangat damai dan orang-orangnya yang sangat baik, semua orang yang tinggal disana sangat ramah menyambut kedatangannya, mereka semua menundukkan kepalanya dan mengucapkan “Selamat datang”
Tetua desa juga menyambut kedatangan Felix, bahkan tetua desa menyediakan makanan dan minuman untuknya, dia diperlakukan sangat istimewa oleh tetua desa.
Felix berada diruangan tetua desa yang sedang duduk bersama Rysia dan Mio, dan di depannya ada pria tua yang sedang duduk menghadap Felix dan juga dengan wanita tadi yang bersama Mio, pria tua itu adalah tetua desa yang menjaga desa hilang selama bertahun-tahun.
Tetua desa mengucapkan “Selamat datang” kepada Felix. Dengan suara yang pelan dia berkata “Maaf aku hanya bisa menyediakan makanan seperti ini untukmu Felix”
“Tidak masalah, ini sudah lebih dari cukup, bahkan aku tidak menduga kalau anda akan menyambut kami seperti ini, terimakasih banyak” jawab Felix.
“Aku adalah Kuromaru ras kijin tetua desa disini, dan dia adalah Regina Falfa” kata Korumaru dan melihat kearah wanita yang sedang berada disebelahnya, nama wanita itu adalah Regina.
Felix yang sedang berusaha menahan Rysia yang mencoba mengambil kue dari atas piring, dia berkata “Namaku Felixia, muridnya nenek Fumiya”
Regina yang melihat Felix sedang menahan sesuatu, dia bertanya “Kau sedang apa Felix?”
Dengan cepat Mio langsung menjawab pertanyaan dari Regina “Mungkin Felix sedang berusaha menahan Rysia” kata Mio.
Kuromaru dan Regina terlihat bingung Rysia itu siapa? karena mereka tidak melihat ada wanita yang bernama Rysia dihadapannya.
Regina melihat kearah Mio yang terlihat bingung lalu berkata “Rysia? Siapa dia?, apa maksudmu Felix sedang menahan Rysia?”
“Rysia itu adalah Peri, dia ada di...” Mio melihat kearah Felix lalu bertanya “Dimana dia Felix?”. Felix mengarahkan tangan kanannya yang sedang memegang Rysia lalu berkata “Nih.. aku sedang memegangnya”
Regina dan Kuromaru terlihat sangat terkejut karena selama ini ada Peri dan Felix bisa melihatnya.
“Peri? Kau bisa melihatnya Felix?” tanya Regina dengan wajahnya yang terlihat terkejut.
Kuromaru tertawa dihadapan Felix lalu berkata “Hahahah... Kau memang muridnya Fumiya”
__ADS_1
Regina terkejut karena Kuromaru malah tertawa setelah mengetahui kalau Felix bisa melihat Peri, bahkan Peri yang bernama Rysia sedang berada dihadapannya.
Rysia malah menangis yang sedang berada digenggamannya Felix, lalu berkata “Felix.. aku ingin kue itu aku mohon”
Felix melihat wajah Rysia yang menggemaskan karena menangis dengan kedua bola matanya yang berkaca-kaca, dia tidak tega melihatnya lalu mengambil kue yang berada di atas piring dan memberikannya kepada Rysia.
Rysia langsung terlihat senang setelah dia mendapatkan kue dari Felix.
Regina semakin terkejut setelah melihat kuenya melayang dan kuenya ada bekas gigitan.
“Yang sedang aku pegang ini adalah Rysia Fiya, dia adalah Peri” kata Felix sambil menyodorkan Rysia yang sedang berada digenggamannya.
Regina yang terdiam terlihat sangat terkejut karena tidak percaya bahwa dihadapannya ada Peri dan Felix bisa melihatnya dengan jelas.
Rysia berusaha lepas dari genggaman tangan Felix, dan akhirnya dia berhasil lepas kemudian terbang berputar-putar.
Felix cukup terkejut karena melihat kedua bola mata Kuromaru mengikuti Rysia yang sedang berputar-putar diatasnya.
Regina melihat kearah Kuromaru yang terlihat semakin terkejut karena Kuromaru bisa melihatnya juga “Eh??...”
“Aku hanya melihat anginnya saja, tidak sepertimu yang bisa melihatnya dengan jelas Felix” jawab Kuromaru yang masih melihat ke atas.
Wajahnya Regina terlihat semakin pasrah karena ada banyak sekali hal yang membuatnya terkejut, dia hanya terdiam sambil duduk yang sedang memegang wajahnya dengan kedua tangannya.
Tiba-tiba saja Regina berlari keluar dan berkata “Maaf tetua, aku harus melatih para bawahanku, aku pergi dulu”
“Melatih? Dia punya murid?” tanya Felix pada Kuromaru.
“Dia punya beberapa bawahan, setiap hari dia melatih bawahannya. Apa kau ingin melihatnya? Aku akan menemanimu” jawab Kuromaru.
__ADS_1
“Aku sedikit penasaran ingin melihat Regina melatih bawahannya seperti apa, dan juga aku sedikit penasaran dengan desa ini” kata Felix.
Kemudian Kuromaru berdiri dan berkata “Kalau begitu ayo, aku akan menemanimu”
Felix berdiri kemudian berjalan keluar bersama Kuromaru yang diikuti oleh Mio dan Rysia.
Sambil berjalan menuju tempat Regina yang sedang melatih para bawahannya, Felix bertanya tentang Rubah yang sedang dicarinya, Kuromaru memberitahu Felix tentang Rubah yang sedang dicari oleh Felix.
Kuromaru mengatakan kalau Rubah yang sedang dicari oleh Felix ada di desa ini, tapi Rubah itu sulit untuk ditangkap karena Rubah itu selalu menghindari manusia ataupun manusia setengah hewan, Kuromaru juga mengatakan kemungkinan Rubah itu bersembunyi disekitar desa.
Felix sangat senang setelah mendengar kalau Rubah yang dicarinya ada di desa ini, walaupun sulit untuk ditangkap tapi dia sudah merasa lega karena Rubahnya ada disekitar desa, dan tidak perlu lagi untuk mencarinya jauh-jauh.
“Dewa Yami.. aku sudah mengetahui Rubahnya ada dimana, setelah aku berhasil menemukannya aku akan merawatnya, memberinya makan, minum, tempat tidur, bermain dengannya, dan juga aku akan memberikan nama untuknya” ucap Felix dalam hatinya yang merasa sangat senang.
“Kenapa kau mencari Rubah itu?” tanya Kuromaru.
Felix bingung harus mengatakan apa kepada Kuromaru, tidak mungkin jika mengatakan kalau dia diberikan tugas oleh dewa Yami untuk mencari Rubah itu, dia berkata “Eeeee.. karena...” tiba-tiba saja Mio berlari dan berteriak “Kakak!..”
Kuromaru langsung melupakan pertanyaannya dan berkata “Ini adalah tempat Regina dan yang lainnya berlatih, setiap hari mereka selalu berlatih disini.. terkadang aku juga datang dan melihat Regina berlatih”
Felix dan Kuromaru berjalan mendekati Regina dan yang lainnya yang sedang berlatih, “Terimakasih Mio, berkatmu aku tidak perlu menjawab pertanyaan dari tetua, sebaiknya aku harus segera mencari alasan kenapa aku mencari Rubah, jika aku punya alasan kenapa aku mencari Rubah, aku tidak akan bingung jika ada yang bertanya” ucap Felix dalam hatinya yang merasa lega.
Felix merasa nyaman saat dia berada di desa hilang, karena desa hilang terlihat sangat damai, dia juga melihat ada banyak manusia dengan telinga dan ekor seperti kucing disekitarnya.
“Aku ingin sekali menyentuh ekor mereka.. pasti sangat lembut dan hangat.. apalagi telinganya.. ah... aku ingin sekali menyentuh mereka semua” ucap Felix yang wajahnya terlihat mesum.
Rysia yang melihat wajah Felix sangat mesum dia terbang mendekati wajah Felix lalu berkata “Apa yang sedang kau pikirkan!”
Felix sangat terkejut karena tiba-tiba saja dihadapannya ada Rysia yang sangat dekat dengan wajahnya.
__ADS_1
...SELESAI...