Kirania Little Angel

Kirania Little Angel
(BAB 16) PENYIHIR


__ADS_3

Saat Felix ingin mengatakan sesuatu, wanita tua itu melihat Serigalanya yang kepalanya sedang berputar seperti mengikuti sesuatu, wanita tua itu bertanya “Apakah ada Peri disekitar sini?”


Felix terkejut karena wanita tua yang ada di depannya bisa mengetahui kalau Peri yang bernama Rysia sedang berada di dekat seekor Serigala, dia berkata “Dia berada dibawah meja dengan Serigala, namanya adalah Rysia”


Wanita tua itu terlihat terkejut dan melihat Felix semakin dekat, dia berkata “Rysia? Nenek sudah lama tidak melihat Peri. Lalu siapa yang sedang berada di depan nenek ini?”


Felix yang melihat bola mata sebelah kanan Wanita tua itu tidak bergerak, dia bingung kenapa bola matanya tidak bergerak, dia berkata “Oh iya maaf sebelumnya, namaku Felixia, seorang petualang”


“Felixia? Nama yang sangat indah. Nenek Fumiya.


Fumiya berjalan mendekati Serigala yang sedang berada dibawah meja, dia jongkok dan melihat kebawah yang terlihat sedang mencari posisi Rysia.


Sambil mencari posisi Rysia, Fumiya berkata “Felix, seperti apa Rysia?”


Felix yang bingung harus menjelaskannya bagaimana, dia berkata “Emmmm.. dia kecil, punya sayap, terbang, rambutnya hijau dan pakaiannya terbuat dari dedaunan, seperti itulah Kira-kira aku melihatnya”


Fumiya berdiri kemudian dia duduk dikursi yang berada di dekatnya dan berkata “Ah.. sayang sekali nenek tidak bisa melihatnya”


Felix menghampiri Fumiya, lalu duduk di kursi yang ada di depan Fumiya dan bertanya “Dulu nenek bisa melihat Peri?”


Fumiya menyenderkan tongkatnya dimeja dan berkata “Terakhir nenek bisa melihat Peri sudah sangat lama, sepertinya waktu nenek masih muda bisa melihat Peri hahaha”


Felix yang bingung kenapa Fumiya sekarang tidak bisa melihat Peri, dia bertanya lagi “Kenapa nenek sekarang tidak bisa melihatnya?”


Fumiya yang terlihat bingung, dia berkata “Jika nenek memperlihatkan sesuatu padamu, apakah kau akan takut pada nenek?”


Felix yang semakin bingung, dia berkata “T-tidak”


Fumiya tersenyum terlihat dari wajahnya seperti tidak percaya kalau Felix tidak takut padanya, lalu dia mengangkat jarinya dan mengarahkan ke arah mata sebelah kanannya sendiri, jarinya menyentuh bola mata sebelah kanannya, dan terlihat bola matanya tidak merespon setelah jarinya mengenai bola matanya yang terlihat seperti mati.


Fumiya yang jarinya sedang menyentuh bola sebelah kanannya, dia berkata “Ini adalah bola mata buatan, nenek yang membuatnya sendiri, karena setiap ada orang yang melihat nenek, mereka semua pasti takut”

__ADS_1


Fumiya terkejut karena Felix tidak takut padanya, bahkan wajahnya Felix tidak terlihat takut ataupun terkejut setelah melihat bola mata sebelah kanannya adalah buatan.


Felix sudah menyadarinya sejak awal ada yang aneh dengan salah satu bola matanya, dia berkata “Maaf sebelumnya, aku sudah menyadarinya kalau salah satu bola mata nenek ada yang aneh, ternyata itu adalah bola mata buatan”


Fumiya yang terlihat cukup terkejut, dia berkata “Eh? Matamu sangat tajam. Dari ekspresi wajahmu yang nenek lihat itu artinya kau tidak takut padaku kan?”


Felix tertawa sekaligus bingung dengan pertanyaan dari Fumiya sambil berusaha menangkap Rysia yang terus terbang di depan wajahnya, dia berkata “Hahaha, kenapa aku harus takut pada nenek”


Fumiya tersenyum terlihat senang karena Felix tidak takut padanya, dia yang melihat Felix sedang berusaha menangkap sesuatu yang terbang, dia bertanya “Apakah Rysia di depanmu?”


“Benar, dia terus berputar-putar di depan wajahku” jawab Felix yang berhasil menangkap Rysia lalu menaruh Rysia dibahu kanannya.


Rysia terlihat cemberut karena dia diabaikan oleh Felix dan terus menarik telinga Felix dengan kedua tangannya yang sangat kecil dan lucu.


Kemudian ada seorang wanita yang memakai baju pelayan berwarna hitam, di bagian dada dan bagian perut berwarna putih, dengan warna rambut yang hitam, diatas rambutnya ada dua telinga yang seperti rubah berwarna hitam, dan ada ekor dibagian belakang berwarna hitam dengan bola matanya yang sangat indah seperti emas.



Wanita itu menaruh piring yang dibawanya diatas meja, yang dimana diatas piringnya ada kue bulat coklat panas yang terlihat sangat enak, dan ada dua gelas kayu yang isinya adalah air.


Fumiya mengambil kuenya dan berkata “dia adalah Mio Akari, murid nenek, selama ini Mio yang menemani sekaligus yang merawat nenek”


Mio menundukkan kepalanya kepada Felix dan berkata “Aku Mio Akari, semoga kuenya enak” kemudian dia duduk disebelah Fumiya.


Felix yang merasa sangat senang karena dia sangat menyukai wanita yang memiliki telinga dan ekor seperti kucing, dia mengambil kuenya lalu memberikannya kepada Rysia yang masih menarik telinganya.


Mio terlihat sangat terkejut karena kue yang berada dibahu kanan Felix melayang, dan kuenya sedikit demi sedikit ada bekas gigitan yang dikuenya ada bekas gigi-gigi yang sangat kecil.


Felix mengambil Rysia dari bahu kanannya, lalu menaruh Rysia dimeja di dekat piring.


Fumiya yang terlihat masih penasaran dengan wujud Rysia, dia berdiri dan mendekatkan wajahnya ke kue yang sedang dipegang oleh Rysia, dia berkata “Nenek ingin sekali memegang mahluk kecil ini”

__ADS_1


Mio yang terlihat penasaran juga dengan Rysia, dia mendekatkan wajah ke kue yang sedang dipegang oleh Rysia, dia bertanya “Nenek ini mahluk apa?”


“Ini Peri Mio”


“Eh? Peri?”


“Apa nenek belum pernah memberitahumu soal peri Mio?”


“Nenek tidak pernah memberitahuku soal mahluk ini”


“Sepertinya nenek lupa hehehe”


Fumiya kembali duduk dan berkata “Mahluk kecil ini adalah Peri, kecil, punya sayap, tinggalnya jauh di dalam hutan, dan tidak bisa dilihat, hanya orang-orang hebat yang bisa melihat Peri dengan matanya sendiri”


Mio terlihat terkejut, dia melihat Felix dan bertanya “Apa kau bisa melihatnya? Seperti apa wujudnya?”


“Namanya Rysia, dia kecil, rambutnya hijau, punya sayap, pakaiannya terbuat dari dedaunan, dan matanya.. biru. Dan sekarang ini dia sedang marah padaku” jawab Felix yang masih melihat Rysia dari dekat.


Mio terlihat terkejut karena Felix bisa melihat peri dengan begitu jelas, dia sangat penasaran seperti apa Peri itu, dari wajahnya terlihat jelas kalau dia ingin sekali bisa melihat Peri.


Fumiya yang melihat wajah Mio sangat ingin melihat Peri, dia berkata “Kau seorang petualang kan Felix? Bawalah Mio bersamamu”


Felix yang sedang minum tersedak karena terkejut Fumiya mengatakan itu, dia berkata “Hah? Apa yang nenek katakan!”


Mio yang terlihat bersemangat, dia terus memandangi wajah Felix yang matanya bersinar yang terlihat seperti ingin sekali ikut dengan Felix untuk berpetualang ke berbagai tempat.


Mio yang terlihat tidak sabar, dia berkata “Aku boleh pergi kan nek?”


Fumiya hanya menganggukkan kepalanya sambil minum air.


...SELESAI...

__ADS_1


__ADS_2