
2 bulan telah berlalu dan pembangunan desa sudah selesai dan sekarang desanya terlihat sangat indah yang dikelilingi oleh tembok tinggi untuk mencegah Monster, dan semua rumahnya terlihat sangat indah dengan warna yang cantik, tapi desanya terlihat sepi karena tidak ada orang yang tinggal di desa itu, hanya Felix, Mio, Rysia dan Kirania yang tinggal di desa.
Felix sedang berdiri di tengah-tengah desa itu, “Akhirnya setelah sekian lama aku menunggu desa ini selesai juga, mungkin setelah ini aku akan mencari Elvio, aku harap anak itu baik-baik saja” ucap Felix dalam hatinya.
Regina dan yang lainnya terlihat sedang menyiapkan pesta untuk merayakan pembangunan desa yang kini telah selesai, mereka semua akan membuat pesta sederhana untuk nanti malam.
Mio terlihat sedang memotong buah-buahan dan sayuran bersama Rysia yang sedang duduk sambil memakan apel di dalam rumah, dan Kirania yang berada di luar sedang membersihkan sisik ikan, dia terlihat kesulitan membersihkan sisik ikan karena baru pertama kali dia melakukannya.
Regina dan para bawahannya terlihat sedang mengumpulkan kayu bakar ditengah desa untuk membuat api unggun yang cukup besar untuk nanti malam.
Seperti biasa Fumiya hanya duduk di dekat salah satu rumah yang ada di desa sambil menikmati teh hangatnya dan melihat semuanya bekerja.
“Ah... hari ini lebih menyenangkan dari biasanya” ucap Fumiya yang sedang duduk sambil melihat semua orang yang sedang bekerja menyiapkan pesta untuk nanti malam.
Kemudian Felix menghampiri Fumiya dan duduk bersama Fumiya.
“Mungkin nenek juga akan tinggal disini” kata Fumiya.
“Eh?.. nenek ingin tinggal disini juga?” tanya Felix yang cukup terkejut.
“Kenapa?. Apa nenek tidak boleh tinggal disini?”
“B-boleh nek”
“Lagian rumah disini semuanya kosong, nenek bisa tinggal dimana saja”
“Nenek ingin tinggal bersamamu Felix”
“Hah?..”
“Kenapa kau terlihat terkejut seperti itu?, bukankah sudah sewajarnya seorang ibu tinggal bersama anaknya?”
“Y-ya.. itu benar..”
“Jadi.. sekarang apa yang akan kau lakukan kepada desa ini?.. desa ini tidak memiliki penduduk, sangat disayangkan jika semua rumah yang seindah ini terlihat kosong tidak ada orang yang tinggal di dalamnya”
__ADS_1
“Nenek benar, tidak ada gunanya aku membuat semua rumah ini jika tidak ada orang yang tinggal di dalamnya.. Sebenarnya aku ingin melihat desa ini dengan berbagai macam Ras hidup dengan damai, pasti akan terlihat sangat indah jika semua Ras tinggal bersama”
“Dengan kekuatanmu yang sangat besar pasti bisa melakukannya, kau pasti bisa membuat desa ini terlihat indah dengan berbagai macam Ras tinggal disini. Nenek juga akan membantumu Felix untuk membuat desa ini terlihat sangat damai dan bahagia”
“Ya.. nenek benar, aku pasti bisa melakukannya, desa ini akan menerima semua Ras, semua orang bisa tinggal di desa ini. Karena nenek bersamaku, aku yakin bisa melakukannya”
“Itu baru anak laki-laki nenek”
“Terimakasih nek”
...(MALAM HARI)...
Pesta pun telah dimulai, Regina menyalakan api yang cukup besar ditengah desa.
“Sebelum pestanya dimulai Felix akan mengatakan sesuatu” kata Regina kemudian menyuruh Felix untuk maju kedepan.
Felix pun berjalan mendekati api unggun dan berdiri di dekat api unggun menghadap ke semua orang yang sedang melihatnya.
“Sekali lagi perkenalkan, namaku Felixia seorang petualang. Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan kepada kalian semua, pertama-tama aku mengucapkan terimakasih karena telah membantu membangun desa ini. Tujuanku membangun desa ini agar bisa melihat semua Ras hidup dan tinggal bersama di desa ini.
Jika ingin bertahan hidup harus bekerja keras agar bisa mendapatkan makanan dan pakaian.
Saling menghormati satu sama lain tidak boleh saling bertarung apalagi membunuh, dan tidak boleh merendahkan orang lain, jika ada yang melakukan itu aku akan langsung mengusirnya.
__ADS_1
Jika ingin tinggal di desa ini harus menaati kedua aturan itu.
Dan juga nama desa ini adalah Rieta, itu saja yang ingin aku sampaikan, terimakasih”
Dan pesta pun dimulai.
Semua orang yang mendengar itu sangat senang karena semua Ras bisa tinggal di desa itu dan hanya ada 2 aturan yang diterapkan di desa itu, mereka semua terlihat sangat senang dan mulai bersorak setelah Felix selesai dengan pidatonya.
Fumiya yang melihat Felix berbicara di depan orang banyak sangat bangga, dia tersenyum sambil melihat Felix yang sedang berdiri di depan dengan suara teriakan dari semua orang yang terdengar senang.
Orang-orang yang dibayar untuk membangun desa dan para petualang, mereka semua mulai berteriak kalau mereka ingin tinggal di desa itu.
Felix yang mendengar ada banyak sekali orang yang ingin tinggal di desa itu terlihat senang.
Kemudian Regina menghampiri Felix lalu memegang pundaknya dan berkata “Selamat telah menjadi pemimpin desa”
Felix sangat terkejut karena Regina mengatakan itu, dia baru menyadarinya kalau sekarang dia harus memimpin beberapa orang dan semakin lama pasti semakin banyak orang yang akan tinggal di desa itu.
Felix yang tidak pintar dalam hal memimpin dia berharap Fumiya yang akan mengambil posisinya, kemudian dia melihat Fumiya yang dimana Fumiya terlihat sedang tersenyum padanya sambil melambaikan tangan kanannya.
Mio, Rysia dan Kirania juga terlihat sedang melambaikan tangannya sambil tersenyum kepada Felix, mereka bertiga sangat bangga kepada Felix.
Felix hanya bisa terdiam menerima kalau sekarang dia harus memimpin beberapa orang dan dia juga tidak ingin membuat Fumiya kecewa, dia harus melakukannya untuk melindungi orang-orang yang dia sayangi.
“Dewa Yami apa yang sebenarnya kau rencanakan?, ada apa dengan dunia ini? Kenapa kau tidak memberitahuku semuanya?.. Dewi Vallentine bantu aku, kenapa kali ini kau tidak membantuku lagi?. Ah.. sepertinya percuma kalau aku terus mengeluh, aku harus terus melangkah maju dan mencari tahu tentang dunia ini.. masih banyak sekali yang tidak aku ketahui tentang dunia ini.
Tujuanku datang ke dunia ini agar aku bisa hidup bahagia, seharusnya aku menjalaninya dengan santai tidak terlalu memikirkannya dan tidak terburu-buru. Banyak sekali yang harus aku lakukan besok, sebaiknya aku bersenang-senang malam ini” ucap Felix dalam hatinya.
Kemudian Felix pun bersama yang lainnya berpesta dan bersenang-senang sekaligus merayakan Felix yang sekarang sudah jadi pemimpin di desa.
...SELESAI...
__ADS_1