
Sudah seminggu berlalu, desa yang sudah hancur hampir terlihat sudah lebih baik dari sebelumnya berkat bantuan dari Regina dan yang lainnya, begitu juga dengan Felix, berkat dia berjuang sangat keras akhirnya bisa mendapatkan uang yang cukup untuk membeli barang dan membayar orang yang membangun rumah dan yang lainnya.
Sebagaian desa sudah terlihat lebih baik dari sebelumnya, sekarang sudah ada beberapa bangunan yang berdiri kokoh dan terlihat bagus. Orang-orang yang membantu membangun desa juga terlihat senang karena mendapat pekerjaan, orang-orang yang dibayar untuk membangun rumah adalah orang-orang yang tidak memiliki pekerjaan sama sekali sebelumnya.
Orang-orang yang kuat akan menjadi seorang petualang dan mencari uang dari misi yang ada di papan Guild petualang, bisa juga menjadi seorang ksatria, dan yang lemah sangat sulit untuk mencari pekerjaan, karena rata-rata semua pekerjaan hanya menjadi seorang petualang, jadi ksatria, petani, pemburu dan pengirim surat, untuk mendapatkan pekerjaan itu cukup sulit.
Membutuhkan keahlian atau memiliki orang dalam untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Di dunia ini yang lemah akan mati dan yang kuat akan terus hidup dan bahagia.
“Dunia ini tidak seperti yang aku bayangkan, agar bisa bertahan hidup harus melakukan apapun, membunuh atau dibunuh, ini lah dunia yang aku lihat sekarang. Aku tidak mengerti kenapa seorang dewa berbohong padaku?, apakah semua mahluk yang hidup di dunia ini adalah boneka yang bisa dimainkan dan dihancurkan begitu saja sesuka hati oleh dewa? Ahhh... Aku benar-benar tidak mengerti..” ucap Felix dalam hatinya yang sedang berdiri melihat orang-orang yang sedang membangun desa.
Felix yang sedang berdiri disamping Fumiya dia berkata “Kenapa selama ini aku tidak menyadarinya?.. aku selalu telat menyadari sesuatu, aku hanya memikirkan ingin hidup bahagia dan tidak menanggung beban apapun.. Tapi ternyata.. Aku salah, dikehidupanku yang sekarang aku menanggung beban yang sangat besar karena diberkati”
Fumiya langsung melihat ke arah Felix, dia sangat terkejut dan kebingungan dengan perkataan dari Felix, dia tidak mengerti apa maksud dari perkataan Felix?.
“Apa maksud dari perkataanmu?” tanya Fumiya kepada Felix.
Tanpa sadar Felix mengatakan semua hal yang dipikirkannya kepada Fumiya, dia sempat terkejut karena hal-hal yang dia pikirkan keluar dari mulutnya tanpa disadari dan dia terpaksa mengatakan semuanya di depan Fumiya, tapi dia tidak lagi mempermasalahkan itu lagi dan juga dia tidak bisa terus-terusan menyembunyikannya, suatu saat orang-orang terdekatnya pasti mengetahui siapa dirinya yang sebenarnya dan apa tujuannya.
Felix mengangkat kedua tangannya dan melihat telapak tangannya lalu berkata “Di tanganku tersimpan kekuatan yang sangat besar, begitu juga dengan beban yang aku bawa selama ini. Semakin besar kekuatan yang ku miliki maka semakin besar pula beban yang aku bawa, aku selalu bertanya-tanya?, apakah aku bisa menanggung beban yang sangat besar ini?.. tanganku sangat kecil tidak mungkin bisa untuk menggenggam semuanya”
__ADS_1
Sebenarnya ada beberapa hal yang Fumiya tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Felix, sebagian besar dia mengerti tentang kekuatan yang besar maka semakin besar pula tanggung jawab yang ditanggung, itulah konsekuensinya karena memiliki kekuatan yang sangat besar harus menerima tanggung jawab yang besar pula.
“Nenek tahu saat ini kau sedang menggenggam kekuatan yang sangat besar ditanganmu, begitu pula dengan tanggung jawab atas kekuatan yang kau miliki. Selama ini kau pasti selalu bertanya-tanya untuk apa kekuatan itu?, kenapa kau diberikan kekuatan yang sangat besar?. Felix... Memiliki kekuatan besar itu tidak menyenangkan.. Kekuatan itu hanya akan membuatmu kesepian dan merasa tidak memiliki semangat hidup, karena kekuatan yang sangat besar kau tidak akan pernah merasakan kekalahan, dan itu yang membuat hampa”
Fumiya memegang tangan Felix lalu berkata “Nenek yakin kau pasti bisa menggenggam semua beban yang kau miliki dan bisa menanggung semua beban itu, nenek akan selalu berada disisimu dan membantu menanggung bebanmu”
Felix merasakan hangatnya tangan Fumiya, dia baru pertama kali merasakan hangatnya kasih sayang dan diberikan semangat oleh Fumiya, dia baru merasakan ternyata seperti itulah hangatnya kasih sayang dari seorang ibu.
Hati Felix yang lemah pun langsung menangis kemudian dia menempelkan wajahnya ke dada Fumiya dan terus menangis.
Fumiya memeluk Felix dengan erat sambil mengusap kepalanya dengan penuh kasih sayang yang sangat tulus.
Felix yang tidak pernah merasakan pelukan dan kasih sayang dari seorang ibu, dia menangis seperti anak kecil yang kedua tangannya memeluk Fumiya semakin erat.
“Yoss... yoosss”
Semua orang yang melihat dan mendengar Felix menangis sangat terkejut karena seorang Felixia yang dijuluki “Monster Killer” bisa menangis juga, Felix yang biasanya terlihat dingin dan kuat tiba-tiba saja berubah dihadapan Fumiya seperti anak kecil yang sedang merengek kepada ibunya.
Mio dan Regina ikut meneteskan air matanya karena melihat Felix yang sedang menangis dipelukan Fumiya.
__ADS_1
Semua orang tiba-tiba saja berhenti bekerja sejenak karena mendengar tangisan Felix yang cukup kencang yang sedang memeluk Fumiya.
Regina mengusap air matanya kemudian berkata “Kenapa kalian berhenti!?, cepat kembali bekerja!”
Semuanya pun langsung kembali bekerja setelah mendengar Regina berteriak.
“Ternyata sehangat ini berada dipelukan seorang ibu” ucap Felix sambil menangis dipelukan Fumiya.
Fumiya terus menenangkan Felix sambil mengusap kepalanya dan berkata “Sudah lah.. Sudah jangan menangis.. Kau sudah besar jangan terlihat seperti anak kecil, kau bisa memanggil nenek ibu Felix”
Felix menjauhkan wajahnya dari dada Fumiya kemudian mengusap air matanya dengan kedua tangannya lalu berkata “Terimakasih nek, maaf baju nenek jadi basah gara-gara aku”
Fumiya tersenyum kepada Felix kemudian berkata “Tidak perlu minta maaf, kau bisa kapan saja memeluk nenek. Nenek akan selalu memanjakanmu”
Felix kembali tersenyum setelah Fumiya mengatakan itu kemudian berkata “Baik nek, kalau begitu setiap hari aku akan memeluk nenek”
“Hahaha.. iya baiklah kau boleh memeluk nenek sepuasnya Felix “
Felix dan Fumiya terlihat sangat bahagia, mereka berdua tersenyum saling menatap satu sama lain. Felix sangat bahagia karena akhirnya dia bisa merasakan kasih sayang dari seorang ibu, begitu juga dengan Fumiya, akhirnya dia mempunyai anak laki-laki. Selama hidupnya Fumiya tidak pernah memiliki anak karena tidak ada lelaki yang mau menikahinya karena kekuatannya yang sangat besar, dan kekurangannya yang membuat semua lelaki merasa jijik saat melihat mata palsu Fumiya membuat semua orang takut kepadanya, tidak ada satupun lelaki yang berani mendekatinya.
__ADS_1
...SELESAI...