
Felix yang terkejut karena Fumiya menyuruhnya untuk membawa Mio, dia bertanya “Tunggu dulu, bukankah nenek tidak mengenalku? Bisa saja aku adalah orang jahat?”
Fumiya yang terlihat tersenyum kepada Felix, dia berkata “Tidak mungkin kalau kau akan berbuat jahat pada Mio, kau itu orang yang baik Felix” kemudian Fumiya mengarahkan jari telunjuknya ke arah kue yang sedang dimakan oleh Rysia.
Felix melihat Rysia, dia mengerti apa yang dimaksud oleh Fumiya dan berkata “Aku mengerti apa yang nenek maksud, tapi nenek tidak bisa membiarkan Mio pergi bersama orang asing”
Fumiya terlihat senang karena dia merasa kalau Felix adalah orang yang baik dan bisa dipercaya, dia berkata “Felix, Peri itu adalah mahluk yang sensitif terhadap kejahatan, jika Rysia tidak ada bersamamu, nenek tidak mungkin untuk membiarkan Mio pergi bersamamu begitu saja”
“Aku merasa senang karena nenek mempercayaiku, terimakasih” jawab Felix yang kemudian dia mengambil kue, dan memegang kuenya dengan kedua tangan, lalu menekan kue yang berada ditelapak tangannya.
Kemudian kuenya hancur, Felix mengarahkan kue yang berada ditelapak tangannya ke depan wajah Rysia yang sedang duduk di depannya.
Rysia terlihat senang karena kuenya jadi kecil-kecil membuatnya jadi mudah untuk mengambil kuenya, dia mengambil kuenya dari telapak tangan Felix dengan kedua tangannya yang kecil dan imut.
Fumiya yang melihat Felix sangat memperhatikan Rysia, dia berkata “Nenek bisa mempercayakan Mio padamu Felix”
Mio terkejut melihat kue yang berada ditelapak tangan Felix satu-persatu mulai menghilang.
Felix yang melihat pipi Rysia jadi tambah besar karena mulutnya penuh dengan kue, dia mengambil Rysia dari meja dan melihatnya dari dekat, karena bagi dia Rysia terlihat sangat lucu saat pipinya jadi tambah besar.
Rysia yang sedang mengunyah kue, dia memiringkan kepalanya yang terlihat bingung kenapa Felix mengambilnya, dia hanya melihat Felix yang mulut dan kedua tangannya penuh dengan kue.
“Terimakasih karena percaya padaku nek” kata Felix sambil melihat Rysia yang sedang dipegangnya.
“Rysia, berapa banyak kue yang ada dimulutmu?” tanya Felix.
Rysia membuka mulutnya “Aaaaaaaaa”
__ADS_1
Wajahnya Felix semakin dekat untuk melihat mulut Rysia, dia melihat kue yang ada di dalam mulut Rysia belum halus, dia berkata “Kunyah dengan halus Rysia”
Rysia hanya menganggukkan kepalanya sambil mengunyah kuenya.
Mio terlihat penasaran dengan Felix yang sedang melihat Rysia, dia berdiri dan mendekati Felix, lalu wajahnya mendekati tangan Felix yang terlihat sedang memegang Rysia.
Wajahnya Mio yang sedang berada di dekat Felix, dia bertanya “Kenapa dengan Rysia?”
“Mulut dan kedua tangannya penuh dengan kue” jawab Felix lalu meniup Rysia karena dia melihat ada banyak sekali kue yang menempel dibajunya.
Mio yang terlihat sedih, dia berkata “Ah! Aku tidak bisa melihatnya”
Setelah Mio berkata seperti itu, Felix baru ingat kalau Rysia pernah bilang ada sihir tingkat tinggi yang bisa melihat Peri, dia bertanya “Apa nenek tahu tentang sihir tingkat tinggi yang bisa melihat Peri?”
“Oh, itu sihir Field Of View Expansion tingkat tinggi” jawab Fumiya.
Felix terkejut karena Fumiya mengetahui sihir itu, dia bertanya “Nenek bisa menguasai sihir itu?”
“Tentu saja nenek menguasai sihir itu”
Fumiya melepaskan bola mata buatannya dan merampalkan mantra sihir “Field Of View Expansion” kemudian muncul lingkaran sihir berwarna putih terang yang sangat besar dari bawah meja.
Felix terkejut melihat lingkaran sihir yang sangat besar itu.
Setelah selesai mengaktifkan sihir Field Of View Expansion, Fumiya berkata “Nenek tetap tidak bisa melihat Rysia”
Felix sangat terkejut karena Fumiya tetap tidak bisa melihat Rysia setelah mengaktifkan sihir Field Of View Expansionnya, dia bertanya “Kenapa nenek masih tidak bisa melihatnya?”
“Untuk menggunakan sihir Field Of View Expansion harus memiliki kedua mata, karena nenek hanya memiliki satu mata, sihirnya tidak akan aktif” jawab Fumiya yang kembali memasang bola mata buatannya.
Felix sangat terkejut mendengarnya, dia berkata “Maaf nek karena aku menanyakan itu, pasti itu membuat nenek sedih”
“Tidak apa-apa Felix, lagi pula nenek sudah tua, untuk merampalkan satu sihir saja butuh waktu yang cukup lama” jawab Fumiya yang wajahnya terlihat sedih.
__ADS_1
Fumiya juga berkata “Nenek sudah mengajari Mio sihir Field Of View Expansion, tapi sampai sekarang Mio masih belum menguasainya”
Mio memegang kepalanya yang terlihat malu dan berkata “Hehehe.. sihir itu sangat susah sekali”
Felix bingung karena dia tidak memahami sihir “Field Of View Expansion” seharusnya dia memahami sihir itu, dia juga merasa ada yang aneh dengan dunia ini, kenapa ada banyak hal yang tidak diketahui dan tidak dipahaminya.
Felix sudah diberikan ilmu pengetahuan dan dijelaskan tentang dunia ini oleh dewa Yami, seharusnya dia mengetahui semua mahluk dan memahami semua sihir yang ada di dunia ini.
Felix yang ingin mempelajari sihir lain, dia bertanya “Nek, apa boleh aku jadi murid nenek?”
Fumiya terlihat terkejut karena Felix ingin menjadi muridnya, dia berkata “Hah? Nenek rasa kau itu sangat kuat Felix”
“Tidak nek, masih banyak sihir yang belum aku ketahui dan aku kuasai, aku ingin mempelajari sihir baru dari nenek”
“Tapi kau harus berjanji untuk membawa Mio bersamamu Felix”
“Baik nek aku akan membawa Mio bersamaku”
Fumiya terlihat senang karena Felix mau membawa Mio, dia bertanya “Sihir apa saja yang sudah kau kuasai Felix?”
Felix yang lupa-lupa ingat dengan sihir yang dikuasainya, dia memegang dagunya dan berkata “Emmmm.. Fire Bird, Detection Magic, Meteor Destruction, Fire Arrows, Countless Arrow, Cutting Blade, Fly, Water Cutter, Magic Cube, Kekkai Genkai, Dragon Lighting, Magic Circle, Teleportasi, dan yang terakhir aku juga bisa menggunakan sihir pemanggil”
Fumiya, Rysia dan Mio terlihat sangat terkejut setelah mereka semua mendengar sihir yang dikuasai oleh Felix, mereka semua tidak menyangka kalau sihir yang dikuasai Felix rata-rata semuanya adalah sihir tingkat tinggi.
Felix yang masih mengingat sihir yang dikuasainya sambil memegang dagunya, dia berkata “Sepertinya hanya segitu sihir yang aku kuasai sekarang”
Fumiya, Rysia dan Mio semakin terkejut setelah Felix mengatakan “Hanya Segitu” sihir yang bisa dikuasainya, mereka semua berdiri yang kedua tangannya menggebrak meja, dan mereka semua bertanya secara bersamaan “Siapa sebenarnya kau ini!”
(Braaaak)
Felix terkejut karena mereka semua menatapnya, dan bertanya tentang siapa sebenarnya dia.
Mereka semua semakin dekat dengan wajah Felix dan terus menatap Felix yang masih menunggu jawaban dari Felix.
__ADS_1
Felix sangat bingung harus bagaimana menjelaskannya kepada mereka, dia berkata “Kalian tenanglah, aku akan memberitahu kalian”
...SELESAI...