Kirania Little Angel

Kirania Little Angel
(BAB 29) KEDATANGAN TAMU


__ADS_3

Di pagi harinya terlihat Kirania sedang melihat Felix yang sedang memotong kayu dengan kapaknya di depan rumah, dan Mio yang sedang menjemur pakaian ditemani oleh Rysia, Fumiya sedang duduk sambil menikmati teh hangatnya.


Kirania berjalan mendekati Felix yang sedang memotong kayu dan berkata “Aku ingin mencoba”


Felix melihat kearah Kirania kemudian memberinya kapak yang sedang di pegangnya kepada Kirania dan berkata “Nih.. hati-hati”


Kirania mengambil kapaknya kemudian mengayunkan Kapaknya dengan kedua tangan dengan perlahan agar tidak menghancurkan kayu dan tempat disekitarnya.


Lalu Felix pergi kebelakang rumah untuk mengambil Kapak baru.


Saat Kirania sedang asik memotong kayu tiba-tiba datang sekelompok orang berjumlah 4 yang membawa pedang di pinggangnya.


“Wow.... lihat itu.. Ada 2 wanita cantik”


“Kau benar.. kenapa wanita cantik ini berada di dalam hutan seperti ini?”


“Aku ingin wanita yang sedang memotong kayu itu. Dia sangat cantik.. aku akan menikahinya”


“Kalau begitu wanita yang memakai baju pelayan milikku”


Sekelompok orang itu mendekati Kirania dan Mio.


Kirania malah asik memotong kayu dan mengabaikan sekelompok orang itu.


Mio yang melihat ada sekelompok orang datang langsung mendekati Fumiya dan Rysia pergi kebelakang rumah untuk memberitahu Felix bahwa ada sekelompok orang datang.


Tanpa mengatakan apapun salah satu dari sekelompok orang itu memegang tangan Kirania dan menariknya.


Kirania yang sedang asik memotong kayu terkejut karena tangannya di tarik oleh orang asing, dia langsung berteriak memanggil Felix “Felix..”


Felix yang mendengar itu langsung bergegas dan dia bertemu Rysia yang sedang terbang kearahnya. Rysia mengatakan kepada Felix kalau ada sekelompok orang yang datang.


Felix langsung memegang Rysia dan menyembunyikannya dibalik jubahnya kemudian bergegas ketempat Kirania.


“Lepaskan dia” kata Felix yang wajahnya terlihat kesal sambil memegang Kapak ditangan kanannya.


Sekelompok orang itu langsung melihat kearah Felix dengan tatapan sinis.

__ADS_1


“Siapa kau?”


“Apa kau ingin mati?”


Felix yang mendengar itu langsung berjalan mendekati Kirania yang sedang dipegang tangannya oleh salah satu dari sekelompok orang itu kemudian menarik paksa Kirania dari orang itu.


Orang yang sedang berada dihadapan Felix terlihat kesal karena Kirania berhasil direbut darinya, kemudian dia mengeluarkan pedangnya dan mengarahkannya kepada Felix.


Kirania langsung bersembunyi dibelakang Felix sambil memeluk Felix dari belakang.


Kemudian Felix mengarahkan kapak yang sedang dipegangnya kearah orang yang berada dihadapannya dan berkata “Sebaiknya kalian pergi dari sini!”


Sekelompok orang itu malah tertawa setelah Felix mengancamnya, mereka semua menganggap kalau Felix itu lemah.


Fumiya yang masih duduk dan terlihat tenang berkata “Felix.. jangan sampai kau membunuh mereka semua”


“Baik nek”


Sekelompok orang itu mulai terlihat waspada karena Fumiya berkata seperti itu kepada Felix, mereka semua langsung mengeluarkan pedangnya dan bersiap untuk bertarung.


Setelah Felix menyuruhnya untuk pergi ke dekat Fumiya, Kirania pun mengikuti perkataan dari Felix, dia melepaskan kedua tangannya dari tubuh Felix kemudian berjalan mendekati Fumiya.


Tiba-tiba Felix menghilang dari penglihatan Sekelompok orang itu, bahkan Mio dan Fumiya tidak bisa melihatnya juga. Mereka semua hanya melihat debu yang berterbangan disekitarnya, dan angin yang terus bertiup di dekat mereka semua.


Sekelompok orang itu sangat terkejut karena salah satu rekannya tiba-tiba saja tergeletak ditanah yang sudah tidak sadarkan diri dengan darah yang keluar dari lengannya, mereka semua langsung terlihat panik dan mulai mundur perlahan sambil memegang pedangnya yang bersiap-siap untuk menyerang.


Satu persatu sekelompok orang itu mulai berjatuhan tidak sadarkan diri.


Sekarang hanya tersisa dua orang yang masih berdiri, kedua orang itu sangat panik karena kedua rekannya tiba-tiba saja sudah tergeletak ditanah tidak sadarkan diri.


“Apa yang sebenarnya terjadi!”


“Dimana kau!”


Mereka berdua sangat panik karena tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, kenapa dua rekannya tiba-tiba saja sudah tergeletak ditanah tidak sadarkan diri.


Tiba-tiba Felix muncul kembali di dekat Fumiya, Mio dan Kirania.

__ADS_1


Kedua orang itu sangat terkejut dan panik setelah melihat Felix berada di dekat Fumiya, Mio dan Kirania, mereka juga sangat terkejut melihat kapak yang dipegang oleh Felix ada bekas darah.


Felix yang sedang berdiri sambil memegang kapak yang penuh darah berkata “Kalian masih tidak mau pergi dari sini?”


Kedua orang itu langsung panik dan ketakutan setelah Felix berkata seperti itu, mereka berdua langsung meminta maaf dan memohon ampun untuk tidak dibunuh, mereka juga mengatakan kalau mereka akan pergi.


“Bawa temanmu dan pergi dari sini! Mereka masih hidup, dan jangan pernah datang kesini lagi!”


Kedua orang itu langsung membawa kedua temannya kemudian pergi dari hadapan Felix dengan ketakutan.


“Bagaimana bisa kau tidak terlihat? Apakah karena pergerakanmu sangat cepat sampai nenek tidak bisa melihatnya?” tanya Fumiya.


“Nenek bisa melihatnya jika bisa menebak kemana aku akan bergerak, sebenarnya pergerakanku tidak secepat itu, hanya saja jika tidak bisa menebak kemana aku akan bergerak maka tidak akan terlihat”


“Oh begitu..”


Kemudian Felix berjalan pergi kembali kebelakang rumah untuk menaruh kapaknya yang penuh dengan darah dan menggantinya.


Setelah menukar kapaknya Felix kembali ketempat Fumiya dan menanyakan tentang sekelompok orang tadi kepada Fumiya, tapi Fumiya juga mengatakan kalau dia tidak tahu siapa mereka dan kenapa mereka datang kerumahnya.


Lalu Felix duduk dan melihat Rysia yang sedang bersembunyi dibalik jubahnya, ternyata Rysia malah tertidur dikantung jubahnya, karena Rysia tidur dia membiarkannya.


Fumiya yang melihat Felix sedang melihat kedalam jubahnya bertanya “Apa yang sedang kau cari Felix?”


“Aku menyembunyikan Rysia tadi dibalik jubahku, aku khawatir kalau sekelompok orang itu adalah orang-orang yang sedang memburu para Peri”


“Sebaiknya kau lebih berhati-hati menyembunyikan Rysia, karena orang-orang yang memburu para Peri bisa mengetahui keberadaan Peri walaupun disembunyikan”


“Baik nek, aku akan lebih berhati-hati dan akan melindungi Rysia”


Kemudian Felix kembali melanjutkan memotong kayunya dan dia tidak mempermasalahkan kejadian tadi, karena Kirania, Mio, Rysia dan Fumiya baik-baik saja.


“Sudah lama aku tidak melihat anak yang bernama Elvio, apakah dia sudah lebih hebat sekarang?, aku harap sih begitu. Seharusnya desa tempat tinggal Elvio tidak jauh dari sini, mungkin besok aku akan pergi ke desanya dan melihat Elvio” ucap Felix dalam hatinya sambil memotong kayu.


Kirania kembali mengganggu Felix yang sedang memotong kayu, dia juga ingin melakukan hal yang dilakukan oleh Felix, dia selalu mengikuti apa yang dilakukan oleh Felix dan kemana pun Felix pergi selalu mengikutinya.


...SELESAI...

__ADS_1


__ADS_2