Kirania Little Angel

Kirania Little Angel
(BAB 23) AYO MENIKAH


__ADS_3

“Apa kau pernah melihat lelaki yang bernama Felixia?, rambutnya hitam, tingginya sama denganku, dia memakai baju putih polos dan celana panjang berwarna hitam?”


“Maaf nona aku tidak pernah melihat lelaki yang bernama Felixia”


“Kalau begitu terimakasih”


“Sama-sama nona”


Kirania berjalan pergi menjauh dari seorang pedagang budak dengan wajah kecewa karena tidak menemukan keberadaan Felix. Sudah keberbagai tempat dia mencari keberadaan Felix, tapi sampai saat ini dia tidak menemukannya, jangankan menemukannya, sedikit informasi tentang Felix saja dia tidak mendapatkannya.


“Kemana perginya dia itu?.. aku sudah lelah mencarinya.. Ah.. semoga uangku masih cukup sampai aku menemukan dia” ucap Kirania sambil berjalan dengan wajahnya yang terlihat sangat kecewa dan lelah.


Kirania duduk dibawah pohon dan mengambil buku hariannya yang berwarna pink dan ada gambar panda dari saku bajunya, kemudian dia menulis sesuatu dibuku itu.


Setelah selesai menulis sesuatu, Kirania berdiri dan kembali berjalan entah kemana arah dan tujuannya, selama berminggu-minggu dia terus berjalan mencari keberadaan Felix.


Diperjalanan Kirania melihat ada para petualang yang sedang melakukan perjalanan, dia menghampiri para petualang itu dan bertanya “Maaf. Apa kalian pernah melihat lelaki yang bernama Felixia? Dia seorang petualang, rambutnya hitam, tingginya sama denganku?”


“Apa kau pernah melihatnya?”


“Tidak”


“Maaf, kami tidak pernah melihatnya”


“Ah.. terimakasih” kata Kirania kemudian kembali berjalan dengan wajah kecewa dan lelah.


“Kemana sebenarnya kau pergi Felix? Aku sudah mencarimu kemana-mana, bahkan aku sudah mencarimu ketempat kelahiranmu” ucap Kirania sambil berjalan dengan wajahnya yang selalu menunduk.


“Felixia? Siapa dia?”


“Bodoh!.. kenapa kau bertanya padaku!”


“Tunggu dulu.. disana kan ada bandit”

__ADS_1


“Wanita itu!..”


“Ayo cepat!.. kita harus mengejar wanita tadi!”


...(DESA HILANG)...


Felix sedang berdiri sambil melihat Regina yang sedang berlatih bersama orang-orang yang tinggal di desa, kemudian dia bertanya “Tetua? Apa ada orang lain selain aku yang meminta masuk ke desa ini?”


“Ada beberapa orang yang ingin masuk ke desa ini, tapi aku tidak mengizinkannya, karena aku khawatir kalau orang itu akan menyerang desa ini. Beberapa hari yang lalu juga ada seorang wanita yang membawa pedang besar memaksa masuk ke desa ini, wanita itu mengatakan kalau dia sedang mencari seseorang, dia juga mengatakan kalau yang sedang dicarinya adalah kekasihnya” jawab Kuromaru.


Setelah Felix mendengar itu dari Kuromaru, dia sedikit penasaran dengan wanita yang membawa pedang besar itu, karena wanita itu mirip dengan Kirania. “Siapa wanita itu?” tanya Felix.


“Aku tidak tahu, karena wanita itu tidak menyebutkan namanya, wanita itu langsung pergi setelah aku tidak mengizinkannya masuk” jawab Kuromaru.


“Apa tetua tahu seperti apa ciri-cirinya?”


“Hmmm.. kalau tidak salah rambutnya pendek berwarna hitam, dan tingginya.. mungkin hampir sama dengan Regina, wanita itu memakai baju coklat, dan dari bagian dada sampai perut memakai zirah, kecuali kedua lengan dan kakinya. Kalau aku tidak salah ingat bola matanya berwarna ungu tua”


“Apa mungkin dia mencariku? Karena aku pernah mengatakan kalau aku berasal dari desa hilang, tapi untuk apa dia mencariku?. Tidak mungkin dia mencariku, karena pada saat itu aku sudah mengatakan hal yang membuatnya sakit, jadi tidak mungkin dia mencariku. Mungkin orang yang sedang dicarinya berasal dari desa hilang ”ucap Felix dalam hatinya.


Saat Felix sedang melamun tiba-tiba ada seorang lelaki yang berlari menghampirinya “Tetua!.. ada desa yang meminta bantuan!” kata lelaki itu dengan nafasnya yang terengah-engah.


“Regina!.. bawa beberapa bawahanmu dan pergi ke desa yang meminta bantuan!” kata Kuromaru.


Kemudian Kuromaru melihat ke arah lelaki tadi dan berkata “Kau ikut dengan Regina dan tunjukkan jalannya”


“Baik tetua”


Felix yang kebingungan bertanya “Apa yang sedang terjadi tetua?”


“Seperti yang dia katakan, ada desa yang meminta bantuan, mungkin desa itu sedang diserang oleh bandit saat ini, jadi aku mengirim beberapa orang untuk membantu desa yang membutuhkan bantuan, ditahun ini ada banyak sekali desa yang meminta bantuan, terutama desa kecil, karena desa kecil biasanya diserang oleh bandit, jadi kami membantunya” jawab Kuromaru.


Felix cukup terkejut karena desa hilang sudah sering membantu desa lain, dia berkata “Apa aku boleh ikut? Aku ingin melihatnya. Mungkin aku bisa membantu sedikit”

__ADS_1


“Tentu saja, kau boleh ikut bersama Regina. Mungkin desa yang sedang membutuhkan bantuan ini diserang oleh bandit, karena tahun ini bandit sering menyerang desa-desa kecil. Sepertinya kau hanya akan melihatnya saja kan Felix? Para bandit itu bukan tandinganmu” jawab Kuromaru.


“Kalau begitu ayo kita pergi” kata Regina yang tiba-tiba saja dia ada dibelakang Felix dan merangkul Felix.


“Eh.. a-ayo..”


Felix pergi bersama Regina dan yang lainnya untuk menuju ke desa yang sedang membutuhkan bantuan, dengan Mio dan Rysia yang mengikutinya dari belakang.


Sambil berjalan Felix bertanya “Sejauh mana desanya?”


Kirania yang masih merangkul Felix, dia melihat kearah lelaki yang menunjukkan jalan dan berkata “Oi!.. seberapa jauh desanya?”


“Tidak terlalu jauh”


Regina terus menggerutu selama perjalanan sambil merangkul Felix “Ah!.. aku benci melakukan ini!.. setiap hari aku hanya melawan para bandit yang lemah!, aku ingin bertarung dengan lawan yang kuat. Aku punya ide, bagaimana kalau kita bertarung Felix setelah selesai menyapu bersih para bandit lemah itu?”


Felix terkejut setelah Regina menantangnya bertarung “Eh?.. apa yang kau bicarakan? Sudah pasti aku kalah darimu” kata Felix.


Regina tertawa kencang karena Felix mengatakan itu “Hahahaha.... Ternyata kau lelaki yang pintar berbohong Felix” kata Regina kemudian merangkul Felix semakin kencang.


“Apa kau berniat membunuhku? Tanganmu semakin kencang menekan bagian leherku?”


“hahaha.. kau tidak akan mati semudah itu.. Aku sangat menyukaimu Felix, bagaimana kalau kita menikah?”


“Eh!.. Aku menolak!..” kata Felix kemudian menyentuh pipi Regina dengan telapak tangannya lalu mendorongnya agar Regina menjauh darinya.


Wajah Regina yang terlihat lucu saat tangan Felix mendorong pipinya, dia malah semakin menyukai Felix dan semakin kencang merangkul Felix terlihat seperti tidak ingin kehilangan Felix. “Ayo kita menikah.. kau jangan menolak lamaranku Felix” kata Regina.


Felix terus mendorong wajahnya Regina yang semakin dekat dengannya dan berkata “Ah!... Aku menolak!.. menjauh dariku!”


Rysia dan Mio terlihat kesal karena Felix malah bermesraan dengan Regina dihadapannya, Rysia dan Mio memasang wajah jutek sambil berjalan mengikuti Felix dan Regina dari belakang.


...SELESAI...

__ADS_1


__ADS_2