
Felix melihat Rysia terbang memutarinya tanpa sayap, dia mulai yakin kalau Rysia memang lah Peri karena bisa terbang kesana kemari.
“Aku sedang mencari seekor rubah”
Rysia terlihat terkejut karena Felix sedang mencari seekor rubah, dia berkata “Rubah? Jangan bilang kau masuk kesana” sambil menujuk ke arah tempat dimana Felix sudah keluar dari tempat itu.
“Ya, aku tidak akan masuk lagi kesana!”
Rysia terlihat sangat terkejut karena Felix bisa keluar dari tempat itu, dia bertanya “Bagaimana caramu keluar dari sana?”
“Hah? Oh, aku menggunakan sihir Fly untuk keluar dari sana”
Rysia terlihat terkejut karena Felix bisa menggunakan sihir Fly, karena dia tidak pernah melihat orang lain bisa terbang kecuali Peri.
“Kau sepertinya bukan manusia?”
Felix terkejut karena Rysia bisa tahu kalau dia bukan manusia.
“Menurutmu selain manusia aku ini apa?”
“Aku tidak tahu, karena aku belum pernah melihat Ras yang sepertimu”
Felix cukup terkejut karena Rysia bisa mengetahuinya, tadinya dia ingin menyembunyikan Rasnya, karena tidak ingin mendapatkan masalah yang merepotkan seperti dikota tersembunyi.
“Sebelum itu, aku ingin tahu dulu, kenapa tubuhmu seperti manusia, aku juga tidak melihat sayapmu. Yang aku tahu Peri itu adalah mahluk yang sangat kecil, dan mempunyai sayap, lalu kenapa kau berbeda?”
Rysia terlihat terkejut karena Felix bisa tahu tubuh asli dari Ras Peri, dia berkata “Aku bisa merubah ukuran tubuh ku sesuka hati, aku juga bisa menyembunyikan kedua sayap ku”
Felix sangat terkejut karena dia baru tahu kalau Peri bisa merubah ukuran tubuhnya.
“Apa semua Ras Peri bisa melakukan itu?”
“Tidak semua, hanya Peri tertentu yang bisa melakukan itu ,sepertiku, aku salah satu Peri yang bisa melakukannya”
“Aku tidak terlalu mengerti, tapi terimakasih karena sudah memberitahu ku”
“Apa kau ingin melihat tubuh kecil ku?”
“Eh? Jika boleh aku ingin melihatnya”
“Oke, aku akan memperlihatkan tubuh asliku padamu, setelah itu kau beritahu aku, kau itu mahluk apa Felix”
“Baiklah Rysia kita sepakat”
__ADS_1
“Sepakat”
Rysia mengangkat kedua tangannya ke atas, kemudian ada angin yang menyelimuti tubuhnya, dengan perlahan tubuhnya mulai terlihat menyusut.
“Ah!.. aku benci dengan tubuh kecil ini!”
Felix cukup terkejut karena Rysia bisa merubah ukuran tubuhnya, dia melihat Rysia sekarang sangat kecil, memiliki 4 sayap kecil berwarna putih keemasan masing-masing dari keempat sayapnya terpisah, disebelah kiri ada 2 sayap dan disebelah kanan ada 2 lagi.
Felix memegang tubuh Rysia dengan kedua tangannya, lalu melihatnya dari dekat.
“Kau sangat kecil sekarang”
“Felix! Lepaskan aku! Jangan memegang aku seperti itu!”
Rysia yang terlihat marah dan berusaha lepas dari genggaman tangan Felix, dengan wajahnya yang mulai memerah, dia berkata “Felix, jarimu menyentuh bagian itu ku”
Felix melihat Rysia yang marah dan wajahnya Rysia memerah, bagi dia itu sangat lucu, dia semakin mendekati Rysia.
Rysia sangat malu karena wajah Felix sangat dekat dengannya, wajahnya semakin merah, matanya mulai berkaca-kaca seperti mau menangis.
“Felix, aku mohon lepaskan aku”
Felix yang melihat Rysia seperti ingin menangis, dia langsung melepaskannya.
Rysia mulai terbang semakin tinggi dan berkata “Sekarang kau harus memberitahu aku, kau itu mahluk apa Felix?”
“Ya baiklah, karena kita sudah sepakat jadi aku akan memberitahumu. Rasku adalah Malaikat dan Iblis”
Rysia terlihat sangat terkejut setelah mengetahui Ras Felix, dia baru pertama kalinya mendengar Ras seperti Felix.
“Hah! Aku baru pertama kalinya melihat Ras sepertimu Felix”
“Apakah Rasku sangat langka?”
“Aku tidak tahu? Karena aku baru mendengarnya”
Saat Felix melihat Rysia sedang memikirkan sesuatu dia berjalan pergi, dan berkata “Karena aku sudah memberitahumu, aku harus pergi, sampai jumpa lagi”
“Eh, Felix tunggu!”
Sambil berjalan, Felix berkata “Ada apa?”
Rysia mengikuti Felix sambil terbang dengan tubuh kecilnya, dia bertanya “Kemana kau akan pergi Felix?”
__ADS_1
“Bukan kah aku sudah memberitahumu, kalau aku sedang mencari rubah”
“Aku tahu itu, tapi kemana kau akan mencarinya?”
“Aku tidak tahu, tapi aku harus tetap mencarinya, walaupun aku tidak tahu harus mencarinya kemana”
“Eh..”
Felix terus berjalan mengikuti jalan yang ada, walaupun dia tidak tahu jalannya mengarah kemana yang diikuti oleh Rysia.
“Kenapa kau mengikutiku Rysia?”
“Yah.. aku tidak tahu harus kemana lagi hehehe”
“Bukankah seharusnya kau tinggal di dalam hutan?”
“Hutannya sudah terbakar, jadi sekarang aku tidak punya tempat untuk tinggal”
Felix langsung berhenti berjalan, dia berbalik ke arah Rysia yang sedang mengikutinya.
(Plak..)
“Aaaaaa sakit! Jangan berhenti mendadak Felix!”
“Tunggu dulu, sekarang kau tidak punya tempat tinggal karena hutannya sudah terbakar? Hutan yang kau maksud adalah hutan tadi yang dimana aku keluar dari sana?”
“Sakit.. Hah? Iyah hutan itu yang aku maksud, itu adalah tempat tinggal para Peri”
Felix jadi semakin bingung, berarti dihutan itu ada banyak Peri yang tinggal? Lalu kemana para Peri itu sekarang? Kenapa dia tidak melihat Peri yang lain, dia hanya melihat Rysia.
“Seharusnya ada banyak Peri kan? Kenapa hanya kau yang kulihat Rysia?”
Wajahnya Rysia terlihat sedih, dia memberitahu Felix hutan yang pernah Felix masuki adalah hutan tempat para Peri tinggal, hutan itu juga adalah tempat yang aman untuk para hewan karena hutan itu dilindungi oleh Peri, jadi Monster atau orang jahat tidak akan berani memasuki hutan itu.
Karena hutannya sudah terbakar jadi Rysia mencoba membuat tempat yang dimana waktu kembali terulang, dia ingin membuat hutan itu kembali seperti dulu saat hutannya belum terbakar, tapi itu tidak berhasil, tempat itu malah menciptakan ilusi tanpa henti, yang dimana waktu kembali mundur setelah hutannya terbakar kemudian hutan itu kembali seperti semula.
Jika ada orang yang memasuki hutan itu, akan terjebak di dalam ilusi tanpa henti yang dipengaruhi oleh setiap gerakan. Hanya ada satu cara untuk keluar dari tempat itu, yaitu dengan cara terbang dengan ketinggian yang sudah ditentukan agar tidak terkena ilusinya.
Ilusinya bukan ditentukan oleh seberapa luas jaraknya, tapi seberapa rendahnya. Maksud dari seberapa rendahnya adalah, semakin rendah terbangnya kemungkinan akan terkena ilusi tanpa henti, jika terbangnya semakin tinggi tidak akan terkena ilusi tanpa henti, karena jangkauan ilusinya adalah ketinggian.
Itulah kenapa tidak ada yang berani memasuki hutan itu, karena tidak memiliki sihir terbang, berbeda dengan Peri bisa terbang kesana kemari jadi tidak akan terkena ilusi.
Felix tidak terlalu mengerti cara kerja ilusi itu, tapi dia tahu satu hal saat berada di dalam hutan itu, setiap gerakan yang dia buat akan mempengaruhi tempat disekitarnya.
__ADS_1
...SELESAI...