Kisah Kekasih Di Sekolah

Kisah Kekasih Di Sekolah
Demam Panggung


__ADS_3

Hari-hari berikutnya. Seperti biasa aku berangkat sekolah berdua sama Lisa. Kita sudah berada di depan pintu kelas. Aku dan Lisa masuk ke kelas, baru saja 2 langkah dari pintu masuk, langkahku terhenti. Melihat kursi mejaku di duduki oleh Novi. Novi duduk berhadapan dengan Nuri yang duduk di kursinya sendiri. Mereka sedang asik mengobrol. Lisa berdiri di samping kananku.


"Udah, biarain aja. Kamu duduk sama aku di belakang." Ucap Lisa menenangkan aku, sambil mengelus pundak kiriku dangan tangan kirinya.


Akupun melangkahkan kaki menuju tempat duduk Novi ketika bersama Lisa. Aku hentikan langkahku sebentar, ketika sampai di tempat dudukku yang di duduki Novi. Aku menatap Nuri. Nuri membalas tatapanku dengan sinis. Sebentar. Novi pun menengok ke aku.


Aku lanjutkan langkah kakiku melewati Novi. Aku dan Lisa duduk. Ku taruh tasku. Sekarang aku duduk sebangku dengan Lisa, di belakang Novi. Nuri pergi keluar, meninggalkan Novi duduk sendirian.


Novi membalikkan tubuhnya ke belakang. Berhadapan dengan aku.


"Alesha. Maaf ya. Aku duduk di sini di suruh sama Nuri. Kamu gak apa-apa kan?" Novi meminta maaf.


"Iya, gak apa-apa." Kataku seraya memberi senyum palsu pada Novi.


Nuri kembali, Novi terburu-buru membalikkan lagi tubuhnya ke posisi awal, membelakangi aku.


"Lis, aku keluar sebentar ya." Aku pamit keluar kelas.


"Iya Alesha." Jawab Lisa.


Aku langsung pergi keluar, duduk di depan kelas. Ya memang di depan kelasku ada tempat untuk duduk yang memanjang. Sengaja di buat khusus.


Dari kejauhan, terlihat Sendi dan Ervan baru datang. Mereka jalan menuju kelas. Ervan langsung masuk ke kelas, sementara Sendi nyamperin aku. Dia duduk di sampingku.


"Sendiri aja neng?" Canda Sendi.


"Berdua." Jawabku.


"Sama?" Tanyanya.


"Kamu."


Sendi tersenyum.


"Kamu jangan deket-deket sama aku."


"Kenapa?" Tanyanya bingung.


"Aku lagi marah sama kamu."


"Marah aja pake bilang segala."


"Biarin." Kataku sedikit judes.


"Salah aku apa coba?"


"Salah kamu itu. Kemarin kamu ngingetin aku makan, tapi kamu gak ngingetin minumnya. Gara-gara kamu aku jadi keselek tahu." Omelku.


"Hahaha." Sendi malah ketawa.


"Terus kamu minum gak?"


"Enggak."


"Sampe sekarang?"


"Iya."


Sendi ketawa lagi.


"Kamu mau aku kasih perhatian lebih, kamu sampe segitunya?"


"Enggak juga. Pokoknya nanti kamu harus traktir aku es jeruk."


"Hahaha.. Dasar. Bisa modus juga ya kamu Alesha."


"Itu sebagai bukti pertanggung jawaban kamu ke aku saja."


"Iya-iya. Nanti aku traktir kamu, sekalian sama makannya. Biar marahnya berubah jadi sayang."


Aku hanya tersenyum, menatapnya yang memberikan aku senyuman.


"Masuk yuk. Bentar lagi jam pelajaran di mulai."


"Iya."


Aku dan Sendipun masuk ke kelas. Dia duduk di tempat duduknya. Aku duduk di tempat dudukku yang baru dengan Lisa. Sendi menengok ke belakang ke arahku. Dia melihat ke Novi dan Nuri, lalu melihat ke aku lagi. Mungkin dia bingung, kenapa posisi duduk aku dan Novi tertukar. Aku cuma memberi Sendi sedikit senyuman. Kode bahwa semuanya baik-baik saja.


Lonceng pun bunyi, menandakan pelajaran akan di mulai. Semua teman-temanku duduk di tempatnya masing-masing. Tidak lama kemudian, Pak Kepala Sekolah masuk ke kelas kami. Kali ini dia masuk bukan untuk memberi pengumuman, tapi untuk mengajar. Selain menjadi Bapak Kepala Sekolah, beliau juga menjadi Guru Seni. Namanya Pak Daril.


"Selamat Pagi anak-anak." Sapanya.


"Pagi."


"Hari ini Bapak tidak akan memberi kalian materi."


"Alhamdulillaah..." Jawab kami semua senang.


"Tunggu dulu, Bapak belum selesai bicara. Sekarang kalian praktek nyanyi, satu orang satu orang ke depan."


"Haaaah.." Kita semua sontak kaget.


"Lagu apa pak?" Tanya Susi sambil mengangkat tangannya.


"Bebas. Terserah kalian saja. Bapak kasih waktu kalian 5 menit untuk memilih lagu apa yang akan kalian nyanyikan. Nanti yang maju ke depan, Bapak tunjuk, tidak sesuai dengan urutan absen."


"Haaahhh.." Kita semua lebih kaget lagi.


Teman kelasku semuanya memang pada demam panggung. Termasuk aku. Hehe. Kemudian semuanya sibuk, sibuk dengan lagu apa yang akan di nyanyikan nanti depan. Kelaspun jadi berisik, oleh suara kami semua yang menghafal lagu. Memang nyari lagu itu yang sudah hafal. Tapi ketika sudah di depan nanti, semua jadi blank. Yang tadinya sudah hafal di luar kepalapun pasti jadi lupa.


Tidak terasa, 5 menit berlalu.


"Waktunya habis, sekarang siap tidak siap, yang pang Bapak panggil harus maju ke depan." Perintah Pak Daril.


"Iya Pak.."


"Yang pertama, Lisa maju ke depan."


Semuanya melihat ke arah Lisa. Lisa memang memiliki suara yang lumayan bagus.


"Semangat ya, Lis." Aku menyemangati Lisa.


"Iya Al." Jawabnya.


Lisa langsung berdiri ke depan. Dia mulai menyanyikan lagunya dari New Syclon yang judulnya dirimu berarti untukku.


Sungguh tak ku sangka


Dirimu berarti untukku


Detik demi detik


Kau selalu ada disisiku


Ku berjanji kepada dirimu


Ku akan menjagamu

__ADS_1


Sampai akhir nanti


Ku kan selalu bersama


Walau cobaan kan datang


Ku kan selalu bersama


Dan sampai bila nanti


Akhir nafasku ini


Aku minta dirimu


Jangan lupakan aku


Cinta dan kasih sayang


Semuanya kau beri untukku


Ternyata dirimulah


Yang pantas menemani di setiap langkahku


Ku berjanji kepada dirimu


Ku akan menjagamu


Sampai akhir nanti


Ku kan selalu bersama


Walau cobaan kan datang


Ku kan selalu bersama


Dan sampai bila nanti


Akhir nafasku ini


Aku minta dirimu


Jangan lupakan aku


Sampai akhir nanti


Ku kan selalu bersama


Walau cobaan kan datang


Ku kan selalu bersama


Dan sampai bila nanti


Akhir nafasku ini


Aku minta dirimu


Jangan lupakan aku


Lisa selesai menyanyikan lagunya. Semua memberinya tepuk tangan. Lisa kembali duduk.


"Selanjutnya, Nuri." Sebut Pak Daril.


Nuri langsung berjalan ke depan ketika namanya di panggil. Dia menyanyikan lagu dari Souqy yang berjudul Sahabatku Cintaku.


Wahai sahabat aku yang baik


Karna aku telah jatuh


Jatuh hati padamu


Sejak aku bersahabat denganmu


Rasa ini tak bisa ku pendam


Memang ku bukan seseorang yang memendam


Ku begini adanya hanya seorang manusia


Yang ingin mencinta dan di cinta


Padamu telah kuputuskan


Cinta dan ketulusan


Terakhir ku labuhkan di hatimu


Reff :


Yang penting aku sudah katakan


Sebuah perasaan yang tumbuh di hatiku… ini


Tertanam yang ku mulai


Mungkin hari sebuah kisah persahabatan


Iya atau tidak jawabanmu ku serahkan semua


Ikutilah kata hatimu


Ku tak akan memaksa


Namun aku sungguh sangat mencintaimu


Mencintaimu


Sahabatku Cintaku


Nuri juga selesai menyanyikan lagunya. Aku paham dengan lagu yang di nyanyikan oleh Nuri. Maknanya dia mencintai temannya sendiri. Yang bisa jadi itu adalah Sendi.


Pak Daril memanggil kembali orang yang akan tampil di depan.


"Selanjutnya Alesha."


Ketika namaku di panggil. Aku langsung keringat dingin, lututku bergetar, melihat teman-teman sekelasku yang melihat kepadaku. Ku langkahkan kakiku perlahan, sampailah di depan. Aku langsung nervous, down, blank. Apalagi Sendi yang duduk di depanku. Dia terus melihat dan menatapku dengan senyuman. Aku mencoba mulai nyanyikan laguku. Lagu dari D'paspor yang judulnya Pertama Kali.


Pertama kali bertemu


Ku selalu ingat dirimu


Meski hanya dalam angan


Kau selalu terbayang


Engganku melupakanmu

__ADS_1


Karena ku mencintaimu


Meski hanya dalam mimpi


Hiasi tidurku


Hanya dirimu kasih


Buatku bahagia


Meski kau telah berdua


Ku kan menanti


Hadirmu selalu


Membuatku tabah tuk menjalani semua... derita


Meski kau telah berdua dan belalu


Namun ku kan berdoa... selamanya


Untukmu


Senyummu selalu terbayang


Hiasi indah hariku


Meski terkadang perih menusuk kalbu


Hanya harap dan doa


Moga engkau bahagia


Lagu ini tercipta


Hanya untukmu... Sayang


Begitu aku selesai nyanyi, Sendi langsung memberi tepuk tangan seraya memberikan senyuman. Semuanya memberiku tepuk tangan.


Aku langsung menuju tempat dudukku, sampai di samping tempat duduk Sendi, dia menghentikan aku.


"Alesha. Suara kamu bagus." Pujinya dengan senyuman.


Aku langsung salah tingkah.


"Terimakasih" Jawabku dan langsung bergegas menuju tempat dudukku.


"Sendi." Pak Daril memanggilnya.


"Iya Pak". Jawabnya.


"Sekarang giliran kamu."


Sendi langsung ke depan. Dia mulai menyanyikan lagunya.


Resah dan gelisah


Menunggu disini


Di sudut sekolah


Tempat yang kau janjikan


Ingin jumpa denganku


Walau mencuri waktu


Berdusta pada guru


Malu aku malu


Pada semut merah


Yang berbaris di dinding


Menatapku curiga


Seakan penuh tanya


"Sedang apa disini?"


"Menanti pacar", jawabku


Sungguh aneh tapi nyata


Takkan terlupa


Kisah kasih di sekolah


Dengan si dia


Tiada masa paling indah


Masa-masa di sekolah


Tiada kisah paling indah


Kisah kasih di sekolah


Malu aku malu


Pada semut merah


Yang berbaris di dinding


Menatapku curiga


Seakan penuh tanya


"Sedang apa disini?"


"Menanti pacar", jawabku


Sungguh aneh tapi nyata


Takkan terlupa


Kisah kasih di sekolah


Dengan si dia


Tiada masa paling indah


Masa-masa di sekolah


Tiada kisah paling indah

__ADS_1


Kisah kasih di sekolah


Sepanjang dia menyanyikan lagu, dia terus melihatku. Rasanya, lagu yang dia nyanyikan itu bukan hanya sekedar lagu, tapi juga memiliki makna tersendiri. Semua teman-teman memberinya tepuk tangan.


__ADS_2