Kisah Kekasih Di Sekolah

Kisah Kekasih Di Sekolah
Naik motor


__ADS_3

Hari ini kelasku ada praktek renang. Sebenarnya aku ini tidak bisa berenang sama sekali walaupun cuma gaya batu. Tapi dari pada harus absen, mending ikut aja kan lumayan walaupun dapat nilai pas-pasan. Toh, bukan cuma aku saja yang tidak bisa berenang.


Aku siap-siap memasukkan baju ganti untuk nanti setelah berenang. Sekarang memakai baju kaos olahraga terlebih dahulu, karena memang ini masuk pelajaran PJOK.


Kemudian aku berangkat nyamper Lisa, dan Lisa terlihat sudah menungguku duduk di depan rumahnya dengan tangan menopang dagu.


"Lisa.. Yuk berangkat." Ajak aku menghentikan lamunannya.


"Ya ayo, aku udah nungguin kamu dari tadi." Desis Lisa.


"Maaf ya lama.." Kataku meminta maaf.


Lalu kami meneruskan obrolan sambil jalan.


"Alesha.. Nanti kita berangkat sama siapa? Yang lain pada bawa motor, masa iya kita harus jalan kaki."


"Kita tinggal ikut aja sama mereka yang kosong."


"Kalo ternyata penuh semua gimana?"


Aku berhenti berjalan dan menengok ke arah Lisa.


"Ya ampun Lisaaa... Masalah nanti, ya dipikirkan nanti. Kalo dipikir sekarang, nanti mau mikir apa??"


Lisa pun berhenti, dan mendengar ucapanku barusan.


"Iya deh." Ucap Lisa pasrah.


Kami meneruskan perjalanan kaki ini. Sampai di sekolah, teman-teman sekelasku sudah di parkiran motor siap berangkat dengan pasangan teman yang bawa motor. Nuri sudah bersama Novi teman sebangku Lisa.


"Terus kita berangkat sama siapa Al?" Tanya Lisa ketika melihat semua sudah mempunyai pasangan untuk berangkat ke tujuan.


Aku hanya mengedikkan kedua pundakku menandakkan bahwa aku tidak tahu.


"Alesha... Sini. " Teriak Seorang pria yang duduk berdua di motor dengan Sendi.


Aku langsung nyamperin mereka, Lisa mengikutiku.

__ADS_1


"Ada apa Van?" Tanyaku pada seseorang yang memanggilku, dia adalah Ervan.


Ervan turun dari jok belakang motor Sendi.


"Kamu bareng Sendi aja." Ervan pun tersenyum.


"Loh kok gitu? Terus kamu..?" Aku bingung.


"Gampang. Aku ngertiin kok."


Ervan menepuk pundak kiriku pelan ketika melewatiku. Dia langsung pergi mencari pasangan lain.


"Aku yang suruh dia bilang ke kamu bareng aku aja. Yaa.. abisnya kalo aku sama dia... enak dong dia numpang gratisan. Kalo sama kamu kan siapa tau kamu mau ngasih ongkos jalan.." Sendi melanjutkan percakapan.


"Siap bang.." Kataku.


"Bang? Emangnya aku tukang ojek?"


"Ya semacam itulaaah.." Jawabku.


"Terus aku sama siapa Aleshaaa..."


Lisa menggerutu.


"Mending kamu sama guru olahraganya aja Lis." Ledek Sendi terus aku sama Sendi tertawa.


"Ih kalian jahat tau gak?" Jawab Lisa menghentakkan kaki sebelah kanannya, dia terlihat kesal.


"Sudah kumpul semua??"


Tiba-tiba ada suara yang menhentikan percakapan kami. Suara itu berasal dari Pak Andi yang baru saja datang ke parkiran. Pak Andi ini guru olahraga kami.


"Sudah pak...." Jawab kami serentak.


"Kalo begitu kita-siap berangkat" Kata pak Andi menaiki motornya.


Lisa mengacungkan tangan.

__ADS_1


"Pak, saya berangkat sama siapa?"


Pak Andi menoleh ke arah Lisa.


"Sini, sama bapak aja".


Pak Andi melambaikan tangannya.


"Tuhkan, kata aku juga apa Lis, mending sama pak Andre sana." Bisik Sendi.


"Tau ah". Gerutu Lisa, lalu ia pergi menghampiri motor pak Andre.


"Alesha.. Ayo naik." Suruh Sendi mengedikkan dagu ke arah jok belakang, dia sudah menaiki motornya sedari tadi.


Tanpa pikir panjang aku langsung naik ke motornya. Aku lihat Nuri sedang menatapku dengan tatapan orang yang sedang marah. Mungkin dia marah karena aku bareng Sendi.


*****


Kamipun berangkat menuju sebuah tempat yang kolam renangnya bisa dipakai untuk umum. Di jalan Sendi mengajakku ngobrol.


"Alesha.. Kamu gak mau pegangan??" tawar Sendi


"Emang harus yah..??" Jawabku.


"Terserah kamu sih, tapi kalo nanti jatuh gimana??"


"Kalo aku sampe jatuh, berarti kamu yang gak becus bawa motor." Balas aku.


"Haha... Kalo kamu jatuh dari motor gara-gara aku jangan sampe... Tapi kalo kamu jatuh cinta sama aku itu bagus."


"Aku gamau jatuh cinta."


"Maunya??" Tanya Sendi.


"Bangun Cinta..." Sambung aku.


Sendi tersenyum menengok ke belakang ke aku. Aku membalas senyumnya. Suara motor itu seketika seperti berubah menjadi alunan musik romansa, yang tidak tahu dari mana asal musik itu. Ah mungkin hanya haluanku semata. Dia kembali melihat arah depan fokus mengendarai motornya.

__ADS_1


__ADS_2