Kisah Kekasih Di Sekolah

Kisah Kekasih Di Sekolah
Menjenguk


__ADS_3

Sendi mengantarku pulang setelah tadi dia membawaku jalan-jalan dan makan di kedai bakso. Tadinya aku mau mengajaknya untuk mampir ke rumah, tapi melihat waktu sudah petang, aku mengurungkan niatnya.


Aku menjatuhkan tubuhku di atas kasur yang sangat empuk. Di kamarku. Aku mendesah berat. Rasanya tubuh yang lelah ini terbayar oleh rasa bahagia yang tidak pernah aku dapatkan sebelumnya.


Toktoktok


Tiba-tiba pintu kamarku di ketuk oleh seseorang.


"Masuk." Teriakku yang berusaha duduk dari rebahanku.


Seorang wanita masuk ke kamarku dan duduk di sampingku. Dia adalah ibuku.


"Tumben pulangnya sore."


"Tadi aku jalan-jalan dulu sebentar mah." Jawabku yang tidak lepas dari senyuman.


"Sama siapa?" Tanya ibu penasaran.


"Temen."


"Temen atau.." Ibuku mulai mancing-mancing ceritanya.


"Temen mah"


"Ya sudah kalau begitu kamu ganti baju, mamah tunggu di meja makan." Kemudian ibuku berdiri dan mengusap pangkal kepalaku pelan.


"Siap mah."


Ibuku keluar dari kamarku dan menutup kembali pintunya.


******


Hari berikutnya di sekolah, lebih tepatnya di kantin. Aku, Sendi dan Lisa dudud di tempat biasa. Kali ini kita hanya bertiga. Kata Sendi, hari ini Ervan tidak bisa masuk sekolah karena sakit, penyakitnya kambuh lagi.


"Gimana kalau kita jenguk Ervan, waktu istirahat kan masih lumayan lama." Usulku pada mereka berdua.

__ADS_1


"Tapi kalau kita kesana dengan tangan kosong, kan malu juga sama orangtuanya." Sahut Lisa.


"Kalau begitu kita patungan, buat beli sesuatu yang bisa di bawa kesana." Ucap Sendi yang di angguki aku dan Lisa.


Kita bertiga mengeluarkan uang dari saku baju seragam kita masing-masing. Aku dan Lisa menyerahkan uangnya pada Sendi.


"Biar aku sendiri yang keluar duluan bawa motor, beli sesuatu yang mau di bawa. Kalian tunggu di parkiran dekat pintu gerbang." Saran Sendi.


"Oke." Jawab kita berdua.


Kemudian kita bertiga berdiri dari duduk dan beranjak pergi meninggalkan meja kantin.


Aku dan Lisa menunggu Sendi di dekat pintu gerbang. Tidak lama, Sendi kembali setelah membeli sesuatu untuk kita bawa ke rumah Ervan.


"Ayo naik." Suruh Sendi yang berada di luar gerbang sekolah, menyuruh aku dan Lisa untuk segera menaiki motornya.


"Bertiga?" Tanyaku.


"Untuk kali ini saja, Alesha." Jawab Sendi.


Tidak lama, kitapun sampai di depan rumah Ervan yang memang tidak jauh dari sekolah. Kita langsung turun dari motor dan berjalan mendekati pintu depan rumahnya. Kecuali Sendi yang masih mengambil sesuatu yang tadi ia beli di dalam jok motornya. Setelah selesai mengambil sesuatu yang ia bawa dalam kantung plastik hitam itu, Sendi menyusul kita yang menunggunya.


Toktoktok


Sendi mengetuk pintu rumah Ervan.


"Assalamu'alaikum." Kita bertiga mengucap salam. Tapi tidak ada jawaban.


Sendi mengetuk pintunya kembali dan kita mengulang salamnya.


"Masuk, tidak di kunci." Jawab seorang pria yang suaranya lemas.


Sendi membuka pintunya, kitapun masuk. Di sana di ruang tamu ada Ervan yang terbaring di kasur yang sangat sederhana. Rumah Ervan begitu sederhana, ruang tamunya tidak di isi oleh kursi tamu, tapi di biarkan terbuka dan kosong.


Sendi menyalami Ervan dan di ikuti oleh kami, kemudian sesuatu di kantong plastik hitam itu Sendi letakkan di samping tempat tidur Ervan.

__ADS_1


"Terimakasih ya kalian udah repot-repot datang ke sini bawain makanan segala." Sambut Ervan merasa tidak enak karena merepotkan.


"Santai aja kali, kaya sama siapa aja." Ucap Sendi.


"Oh iya Van, gimana keadaan kamu?" Tanyaku.


"Alhamdulillaah Alesha. Kata dokter cuma harus banyak istirahat aja." Jawab Ervan.


"Berarti besok udah bisa sekolah lagi." Kata Lisa.


"Kayaknya lusa Lis." Jawab Ervan.


"Bokap nyokap kemana?" Tanya Sendi.


"Lagi keluar sebentar."


"Oh."


Sendi melirik jam tangannya. Sebentar lagi jam istirahat habis. Sendi memutuskan untuk kita segera kembali ke sekolah.


"Kalau begitu kita balik ke sekolah lagi Van. Cepet sembuh biar bisa ngabtin bareng lagi." Pamit dan harap Sendi.


"Oh iya, maaf ya ada tamu gak di suguhin. Sekali lagi makasih udah nyempetin buat kesini."


Semuanya mengharapkan Ervan segera sembuh. Kemudian kita berdiri dan menyalami Ervan kembali.


"GWS ya Van." Ucapku.


"Makasih Alesha."


"Cepat sembuh ya Van." Ucap Lisa.


"Iya Lis, makasih."


Setelah itu kita keluar dari rumah Ervan dan pergi kembali ke sekolah.

__ADS_1


Menjenguk teman yang sedang sakit merupakan sikap yang mencerminkan semangat solidaritas dan toleransi sesama teman.


__ADS_2