
Kami sampai di tempat yang kolam renangnya bisa di pakai untuk umum. Semua motor berhenti ketika sampai di parkiran.
"Kalian tunggu di sini dulu, jangan kemana-mana." Pesan pak Andre kepada kami semua yang sudah turun dan memakirkan motornya paling depan.
"Siap pak..." Jawab kami.
Pak Andre segera pergi meninggalkan kami, tidak tahu mau kemana. Sepertinya pak Andre mau meminta izin dulu kepada pemilik kolam renang. Semua teman-temanku turun dari motornya termasuk aku.
"Kamu bisa berenang Alesha??" Tanya Sendi yang masih duduk di motor.
"Mungkin." Jawabku berdiri di depannya dengan kedua tangan memegangi tali tas.
"Kok, mungkin?"
"Kamu sendiri?" Aku tanya balik.
"Ditanya malah nanya balik. Bilang aja kamu nggak bisa. Iya kan?" Sendi sedikit mencondongkan mukanya ke mukaku.
"Kalo iya, emangnya kamu mau ngajarin?"
"Yaa.. Dengan senang hati." Sahut Sendi sambil tersenyum kecil dan memundurkan kembali wajahnya.
Pak Andre kembali ke parkiran.
"Ayo siap-siap, simpan dulu barang bawaan kalian di motor. Yang mau latihan berenang dulu silahkan, waktunya 15 menit. Setelah itu praktek di mulai." Tegas pak Andre.
Semuanya langsung menaruh barang bawaan masing-masing dan langsung pada latihan berenang.
Aku dan Sendi mulai mendekati pinggir kolam.
"Aku takut." Rintih aku.
"Ada aku di sini Alesha. Kamu tenang aja. Ayo!" Sendi meyakinkan aku. Dia langsung turun ke kolam.
"Ayo Alesha." Sambung Sendi seraya mengulurkan tangan.
Aku langsung meraih tangan Sendi dan turun ke kolam. Sendi mengajarkan aku berenang. Kita berdiri berhadapan.
"Pegang tangan aku Alesha. Terus kamu rentangkan dan luruskan badanmu ke belakang. Gerakkin kaki kamu juga."
Aku coba mengikuti apa yang di katakan Sendi. Sendi terus memegang erat kedua tanganku. Perlahan dia mundur supaya aku benar-benar bisa berenang. Sedikit demi sedikit aku mulai bisa.
__ADS_1
"Ayo terus Alesha." Sendi terus menyemangati.
Di sana kita ketawa ketawa.
"Udah stop-stop. Cukup." Kataku. Lalu berdiri berhadapan kembali.
"Kenapa? Cape?" Tanyanya sedikit khawatir.
"Nggak, stop aja dulu, hehe.." Aku dan Sendi tersenyum di barengi tatapan mata.
Dari jauh Nuri terus mengawasi kita. Nuri terlihat cemburu melihat kebersamaan aku dengan Sendi.
"Latihannya cukup. Sekarang kita mulai saja prakteknya." Suara berasal dari Pak Andre yang berdiri di dekat pinggir kolam. Semua mata tertuju padanya.
Semuanya yang sedang latihan berenang langsung naik ke atas, dan mendekati pak Andre.
"Kita mulai sesuai urutan absen. Yang pertama, Adi Nugraha." Sambung Pak Andre memanggil teman kelasku seraya melihat buku absen miliknya. Adi urutan absen pertama.
Adi langsung menceburkan dirinya ke kolam, kemudian dia berenang dengan gaya kupu-kupu. Setelah itu dia naik lagi ke atas karena harus gantian dengan urutan absen selanjutnya.
"Aisyah Khoirunnisa." Sebut pak Andre untuk absen kedua.
Aisyah pun melakukan hal yang sama seperti Adi.
Aku sedikit panik karna aku takut tenggelam, aku tidak bisa berenang. Aku melihat ke Sendi, dia yang terus berada di sampingku sedari tadi. Sendi menganggukkan kepanya, meyakinkan aku bahwa aku pasti bisa.
Perlahan aku melangkahkan kakiku yang gemetar, aku semakin di penuhi rasa takut. Sampai akhirnya aku terpeleset dan jatuh ke kolam renang. Aku benar-benar tenggelam, aku kesulitan nafas. Aku meminta tolong dengan cara melambaikan tanganku ke atas. Semua orang disana panik.
"Alesha.." Teriak Sendi di penuhi rasa khawatir.
Sendi menceburkan diri, dia bukan hanya menolongku tapi juga menyelamatkan aku. Dia membopong tubuhku dan membawanya ke atas.
Sendi memberikan kakinya sebagai bantalan kepalaku. Tangannya memegang erat tanganku, dan yang satunya lagi memegang pipiku. Dia menepok-nepokan tangannya membangunkan aku yang sedikit tidak menyadarkan diri.
Semua teman-teman langsung mendekatiku dan mengelilingi aku. Termasuk Pak Andi.
"Alesha..kamu gak kenapa-kenapa kan??" Tanya Sendi dengan nada panik.
Aku mengganggukkan kepalaku.
"Iya gak apa-apa... Makasih ya udah nolongin aku." Aku tersenyum kecil.
__ADS_1
"Itu udah jadi tugas aku Alesha". Sendi membalas senyumku.
"Alesha, kamu yakin gak kenapa-kenapa?" Tanya Pak Andre memastikan.
"Nggak apa-apa kok Pak."
"Ya sudah kalo begitu kita akhiri saja praktek renang ini. Takutnya nanti kejadian begini lagi. Lebih baik sekarang kalian ganti baju, setelah itu kita pulang." Tegas Pak Andre kepada seluruh siswa.
"Baik pak." Jawab semua teman-teman.
Aku bangun dan berdiri di bantu oleh Sendi.
"Kamu tunggu di sini. Aku ambilin tas kamu di motor, ya.." Pesan Sendi dengan kedua tangannya memegang pundaku.
"Iya.." Kataku nurut.
Sendi langsung pergi mengambil tas, Lisa mendekatiku.
"Al, kamu gak apa-apa kan??" Tanya Lisa.
"Aku baik-baik aja Lisa." Aku meyakinkan Lisa.
"Kita ganti baju bareng yuk!" Ajak Lisa
Sendi pun kembali membawa tasku.
"Nih, kamu sekarang ganti baju dulu, aku juga. Aku tunggu kamu di motor ya Alesha." Sendi memberikan tas aku. Aku mengambilnya.
"Iya makasih ya.."
"Ayo Lis" Sambung aku ke Lisa untuk segera pergi ganti baju.
*****
Setelah semuanya ganti baju, kami siap-siap pulang. Kami berkumpul kembali di parkiran.
"Sekarang kita pulang ke rumah masing-masing. Jangan ada yang keluyuran, langsung pulang ke rumah dan hati-hati." Pak Andre memberi arahan.
Kami semua langsung menaikki motor dan pulang ke rumah. Sendi mengantarku sampai depan rumahku.
Aku turun dari motornya.
__ADS_1
"Makasih ya.. Dan kamu, hati-hati." Kataku yang tidak lupa sambil memberikan senyuman.
"Sama-sama Alesha." Sendi membalas senyumanku, diapun langsung pergi. Aku menatap kepergiannya sampai hilang di telan kejauhan.