Kisah Kekasih Di Sekolah

Kisah Kekasih Di Sekolah
Heran


__ADS_3

Kelas terdengar berisik sekali, suara Nuri yang menagih uang khas sampai terdengar ke jalan raya. Seperti biasanya aku jalan kaki berdua dengan Lisa.


"Itu pasti si Nuri lagi nagih uang khas." Kata Lisa sambil menunjuk ke ruang kelas, kebetulan kita sudah sampai di depan pintu kelas.


"Yaa siapa lagi kalo bukan dia." Kataku. Aku dan Lisa mentertawakannya.


Sampai di kelas aku merogoh sakuku untuk membayar uang khas. Aku ambil uang senilai Rp.10.000 untuk membayar 2 minggu ke belakang, minggu ini dan 2 minggu ke depan. Aku menghampiri Nuri.


"Ini Nur aku bayar untuk 5 minggu."


Kataku sambil menyodorkan uangnya, Nuri yang tadinya berisik langsung diam, dia menatapku dengan tatapan sinis. Agak lama. Kemudian dia pergi keluar kelas.


Aku langsung bingung, kenapa Nuri tidak bersikap seperti biasanya padaku. Aku langsung pergi ke tempat dudukku, ku taruh tasku perlahan di atas meja sembari terus memikirkan, ada apa dengan Nuri??


Tidak lama kemudian, semua teman kelasku terburu-buru duduk di kursi masing-masing karena ada Bu Dewi, guru Bahasa Indonesia datang, masuk karena hari ini mengajar di kelasku. Nuri duduk di sampingku. Bu Dewi melangsungkan pelajaran dan menulis di papan tulis. Ku lirik Nuri tetap mendiamkanku. Aku penasaran, sebenarnya dia kenapa? Dan ada apa?


"Nur, kamu kenapa?" bisikku sambil mendekatkan diri.


Nuri tetap diam saja, sama sekali tidak menjawab, dia terus saja menulis.


Aku renggangkan kembali tubuhku, dan kembali menulis.


Sesekali aku melirik ke Nuri, tidak ada tanda-tanda bahwa dia akan mengajakku berbicara.

__ADS_1


Loncengpun berbunyi, menandakkan istirahat. Bu Dewi mengakhiri mata pelajaran Bahasa Indonesia.


"Sampai disini dulu materinya, minggu depan kita bahas penjelasannya." Pesan Bu Dewi sambil berdiri di depan papan tulis dan memeluk buku paket Bahasa Indonesia.


"Iya buuu..." Jawab kami serentak.


Bu Dewi langsung keluar, Nuri pun cepat-cepat mebereskan buku dan pulpennya dan memasukannya ke dalam tas, setelah itu dia cepat-cepat pergi keluar kelas. Aku menatap kepergiannya sampai hilang dari pandangan.


Aku membalikkan badanku menghadap belakang, tapi masih dalam keadaan duduk di kursi. Di belakang tempat duduk Nuri hanya ada Lisa saja. Aku tanya pada Lisa tentang Nuri, siapa tahu dia tahu Nuri kenapa.


"Lisa. Kamu tau gak Nuri kenapa? Soalnya dari tadi dia ngediemin aku terus. Gak kayak biasanya." Tanyaku pada Lisa yang masih membereskan buku dan pulpennya. Lisa memasukan buku dan pulpennya ke dalam tas. Dia melipat kedua tanganya di meja.


"Gak tahu. Tapi kemarin waktu di kolam renang kamu di tolongin sama Sendi, dia bilang kayak gini, 'dasar caper'. Mungkin dia cemburu sama kamu, kan tahu sendiri, Nuri kayaknya suka sama Sendi." Lisa menjelaskan.


"Gak tahu juga." Jawab Lisa mengedikkan bahunya.


"Darrrr..."


Seseorang mengagetkanku dari belakang dan dia menepuk pundakku. Dan ternyata itu adalah Sendi. Dia berdiri di sampingku.


"Pada ngegosip aja, ke kantin yuk!" Ajaknya.


"Kamu duluan aja sana, nanti aku nyusul sama Lisa, masih ada yang mau di obrolin, masalah cewek!" Suruhku dengan nada rendah.

__ADS_1


"Kamu kenapa? Lemes gitu. Belum makan ya? Yaudah makanya kita ke kantin nanti aku yang bayar." Sendi sedikit terlihat khawatir aku kenapa-kenapa.


"Aku gak apa-apa kok, hehe." Aku tersenyum paksa.


"Yaudah tapi nanti nyusul yaa." Pesan Sendi.


"Iya." Jawabku singkat.


Kemudian Sendi pergi bersama Ervan yang menunggunya di dekat pintu.


Seperti biasa, di waktu istirahat sebagian ke kantin, sebagian lagi di kelas.


"Jadi, apalagi yang mau kita obrolin?" Tanya Lisa lagi.


"Gak ada."


"Katanya tadi masih ada yang mau obrolin?" Tanya Lisa sedikit heran.


"Sengaja, biar Sendi duluan pergi." Jawabku masih dengan nada rendah.


"Oh, kita jadi ke kantin gak?"


"Jadi, ayo." Jawabku seraya berusaha berdiri, siap-siap pergi.

__ADS_1


Lalu, aku dan Lisa pergi. Pergi ke kantin untuk mengisi perut yang sedari tadi terus demo. Dan membuat tenggorokan yang sudah kering ini kembali di basahi oleh segelas es jeruk.


__ADS_2