Kisah sang Gigolo

Kisah sang Gigolo
Vena


__ADS_3

Mobil BMW serie X5 berwarna biru terparkir di rumahku.


Mama minta di ajak jalan jalan dengan mobil baruku.


" Pergi ke kebun teh Fred yang di pengalengan, udah lama mama ga kesana "


" Iya nanti pas Alfred libur ya Ma kita jalan jalan "


Pagi ini aku berangkat menyetir mobil sendiri menuju sekolahku.


Papa lebih memilih untuk naik motor ke tempat kerjanya dan tidak mau aku antar.


Di sekolahku hanya aku yang memiliki mobil tipe ini.


Dari mulai masuk kedalam gerbang sekolah, si biru sudah mencuri perhatian.


Apalagi ketika aku turun dari mobil, beberapa teman melihatku tanpa memalingkan wajahnya.


Aku seperti kembali pada masa masa jaya dulu, sebelum Papa mengalami kebangkrutan.


Masa dimana aku hanya tinggal mendekati perempuan yang aku suka dan sudah pasti aku akan mendapatkannya.


Masa dimana setiap aku jala. Selalu ada pacar di sebelahku dan banyak teman teman di belakangku mengikuti aku kemanapun aku pergi.


Ya walaupun akhirnya aku tau bahwa pertemanan itu hanya omong kosong belaka, karena pada saat aku terpuruk mereka menjauhi aku.


Sepanjang jalan menuju kelas, aku bahkan melihat teman teman yang dulu menghinaku sekarang tidak berani melihatku.


Gosip jika aku sudah kembali kaya pun menyebar begitu cepat di seluruh sekolah.


Sehingga aku seperti kembali pada masa jaya ku dulu.


Bahkan Amir mulai mendekati aku lagi. Masih ingat kan Amir, yang bilang bahwa bajuku bau.


Sampai kapanpun semua penghinaan mereka pada saat aku miskin tidak dapat aku lupakan.


Aku lebih memilih untuk sendirian dan sibuk dengan handphoneku, walaupun sekarang untuk mendekati perempuan sudah mudah, tapi sekarang perempuan bukan prioritasku.


Aku hanya ingin cepat lulus dan semakin fokus dalam mencari uang, melunasi seluruh utang Papa dan memberikan kedua orang tua rumah yang layak.


Pelajaran pertama hari ini adalah Bahasa Inggris.


Ketika Pak Albert sedang mengajar di depan kelas tiba tiba kelas mendadak gaduh. Pak Albert sampai menenangkan teman temanku karena suasananya riuh.


Ternyata apa yang di takutkan Vena terbukti. Wajah kami sudah masuk berita dan akun gosip.


Wajah kami berdua pada saat berbelanja di mall terekspos.


Ada yang mem-blur fotoku tapi ada juga beberapa aku gosip yang menampilkan Wajahku apa adanya tanpa di blur.


Teman temanku tentu saja langsung mengenali wajahku sebagai orang yang ada di berita tersebut.


Vena mengirimkan aku pesan " Maaf Will beritanya udah ke up, are you oke? "

__ADS_1


Sebenarnya, untuk ketahuan jalan dengan artis cantik ga akan di pandang jelek juga oleh teman temanku, malah mungkin aka. Dibilang hebat.


Dan kami juga sudah ada plan A jika akhirnya berita kami terekspos harus menjawab apa ke media.


Yang aku khawatirkan jika ada media yang tau identitas asliku yang masih bersekolah.


Bisa bisa Vena akan menjadi pembicaraan dan bulan bulanan media karena mengencani brondong.


" Santai Ven, I'm Ok " Ku kirim pesan pada Vena agar ia tenang.


Namun ternyata kabar itu semakin heboh dan berhembus kencang.


Maklum saja karena Vena adalah artis yang sedang naik daun. Jadi apapun beritanya pasti viral.


Banyak asumsi dari media yang mengatakan bahwa pria di foto itu adalah seorang pengusaha dari singapore.


Ya selain memang foto itu di ambil di singapore aku pun berwajah oriental, jadi mungkin menambah keyakinan mereka bahwa pria itu merupakan warga negara singapore.


Bahkan ada beberapa media yang sudah yakin bahwa initial nama pria yang jalan dengan Vena adalah WS.


Entahlah darimana initial nama itu mereka dapatkan.


Aku dan Vena hanya tertawa saja melihat berita di media gosip maupun akun gosip.


Sampai detik ini Vena ga memberikan klarifikasi apapun pada media. Karena menurut Vena tidak akan ada habisnya.


Semakin kita klarifikasi, semakin mereka akan menggali terus.


Dan kebetulan Vena sedang ads film baru yang akan tayang, jadi ada beberapa orang yang berfikir ini adalah sarana promosi film terbarunya.


Kami saling memberikan update tentang masalah ini.


Kami juga jadi sering bercerita tentang hidup masing masing.


Ini pertama kalinya aku bercerita tentang hidupku dengan seorang wanita. Sejauh ini hanya Alrik yang tau ceritaku.


Walaupun kesibukan Vena luar biasa tapi dia tetap menyempatkan diri untuk menghubungi aku.


Minggu ini ia ada roadshow pemutaran film terbarunya di bandung, ia akan di bandung selama satu hari setelah itu ka aka. Melanjutkan roadshow ke Cirebon.


Ia mengajakku untuk bertemu hari ini.


Walaupun gosip tentang kami masih berhembus, tapi tidak mengurungkan niat kami untuk bertemu.


Tentu saja kami bertemu diam diam. Aku dan Vena berjanjian untuk bertemu di Hotel Padma Bandung.


Menggunakan masker dan topi aku masuk ke kamar hotel yang sudah di booking oleh Vena melalui sekretarisnya.


Dua jam aku menunggu kedatangan Vena sampai akhirnya dia datang dengan setelan casual nya.


Ia langsung memelukku erat " Kangen banget "


Dia menghujani aku dengan ciuman.

__ADS_1


Aku tidak tau hubungan aku dan Vena seperti apa.


Kami sama sama memberikan perhatian satu sama lain.


Meluangkan waktu untuk mendengarkan cerita masing masing lewat telpon.


Tapi aku tidak berani untuk menyatakan perasaanku pada Vena karena pekerjaanku.


Siapa perempuan yang mau menjadi pacar seorang gigolo.


Aku pun sudah bicara jujur kalo aku masih SMA dan namaku adalah Alfred.


Vena tidak marah walaupun tau aku sudah berbohong, karena baginya itu adalah tuntutan pekerjaanku.


Dan sudah biasa dalam dunia kerja untuk menggunakan nama samaran katanya.


Vena begitu pengertian dan menerima kondisiku.


Tapi walaupun aku sudah memberitahukan namaku, tetap saja Ia memangil ku William.


Pintu kamar kami berbunyi dan makanan yang Vena pesan sudah tiba


" Kita makan dulu ya aku laper banget "


Setelah makan kami mandi bersama. Ini pertama kalinya aku mandi dengan seseorang.


Dengan bathtub yang lumayan besar kami berendam bersama.


Saling memijat, berpelukan dan meminum wine.


Sayangnya kami tidak bisa setiap hari bertemu karena kesibukan kami berdua.


" Kamu kapan pindah ke jakarta ? "


"Alrik udah dapet kantor baru di gedung XxX "


" Demi apa, deket banget sama apartemen aku "


" Oh ya, aku belum familiar sama jalan jakarta "


" Nanti aku temenin keliling Jakarta "


" Rencananya tiga bulan lagi kami pindah ke gedung itu setelah kelulusanku "


" Berarti kita beda tujuh tahun ya Will, lumayan juga ya "


" Aku bingung kok kamu ga mau manggil nama asli aku? "


" Biar aja kita sama sama manggil nama waktu pertama kali kita ketemu Will, seru lagi " Ujar Vena sambil mengecup bibirku.


Tubuh Vena terasa hangat walaupun kami sedang berendam.


Membuat aku betah memeluknya. Kami bermain semalaman kala itu.

__ADS_1


Melepas semua hasrat dan rasa rindu yang sudah kami pendam.


__ADS_2