Kisah sang Gigolo

Kisah sang Gigolo
Bermain di parkiran gedung


__ADS_3

Setelah aku tiba di dalam apartemenku, kondisinya masih rapih tapi agak berdebu.


Pertama aku mevacum semua ruangan setelah itu memasukan semua pakaian ke dalam lemari.


Untungnya ketika pindah aku tidak membawa banyak baju, sehingga tidak perlu repot ketika kembali lagi ke apartemen.


Handphone ku berdering, Alrik meneleponku.


" Halo Fred, udah di apartemen ? "


" Udah Rik, ini lagi beres beres "


" Butuh bantuan? "


" Ga perlu Rik, lo udah bantuin gue banyak "


" Oke kalo gitu, gue cuma mau mastiin ini bener lo mau langsung kerja? Ga mau cuti dulu? "


" Iya Rik biar gue cepet lupa sama semua yang terjadi. Lo kasih order tiga hari dulu coba biar gue coba "


" Oke gue terima dua client dulu ya "


" Oke Rik "


Setelah Mama dan Papa tidak ada, aku menjadi kehilangan arah.


Berhari hari aku memikirkan apa yang harus aku lakukan.


Dan yang terpikir hanya melanjutkan pekerjaan aku saja.


Walaupun aku yakin Mama dan Papa pasti tidak setuju dengan keputusanku.


Tapi apa lagi yang aku bisa lakukan sekarang.


Handphoneku berbunyi kembali, ini adalah pesan dari Alrik.


Ia mengabarkan tiga nama client yang harus aku layani dan semuanya berhubungan dengan fantasi seksual.


" Gue kasih tiga orang yang nasih muda, biar lo jadi semangat bro Haha " Begitu isi pesan dari Alrik.


Dari biodata yang dikirim Alrik tiga tiganya masih muda.


Client satu bernama Anna, Ia ingin merasakan sensasi berhubungan di dalam mobil yang terparkir di tempat umum.


Mungkin istilahnya mobil bergoyang ya. Umurnya masih dua puluh tujuh tahun dan memiliki pacar.


Tapi pacarnya takut untuk melakukan hal itu karena takut ketahuan dan di keroyok masa.


Benar benar fetish yang aneh dan berbahaya.


Karena salah salah kami bisa berakhir di kantor polisi karena tindakan asusila.


Aku memikirkan kemungkinan tempat umum yang tidak banyak orang.


Mungkin bisa di parkiran, di jalan tol bisa jika cuma sebentar, di ancol juga bisa.


Hanya tiga tempat yang terpikir olehku saat ini.


Client kedua berumur tiga puluh tahun namanya Sonya dan Ia sudah memiliki suami.

__ADS_1


Suaminya ini memliki fantasi seksual senang di lihat orang lain ketika berhubungan.


Bukan hanya itu, Ia juga senang mengintip orang lain berhubungan.


Kak Sonya ini meminta aku melakukan keduanya.


Pertama main bersama Kak Sonya diintip oleh Hendro Suaminya.


Dan ketika Ia main dengan Hendro mereka ingin aku menyaksikannya.


Jadi seperti melihat film blue secara langsung.


Benar benar makin kesini fantasi orang orang semakin aneh aneh saja.


Mengapa seorang suami bisa merelakan istrinya untuk berhubungan dengan orang lain hanya karena fantasinya.


Jika kebanyakan Pria akan jealous melihat pasangannya dekat dengan laki laki lain apalagi sampai berhubungan.


Bahkan banyak kasus pembunuhan terjadi karena sang suami merasa cemburu istrinya dekat dengan laki laki lain.


Tapi berbeda dengan Hendro, Ia malah meminta istrinya untuk berhubungan dengan orang lain dan Ia mengintipnya.


Heran sekali aku di buatnya.


Client ketiga umurnya dua puluh tujuh tahun. Ia adalah seorang penulis novel stensil.


Novel stensil adalah karya tulis yang mengusung tema tema erotisme.


Nama client ketiga ku adalah Giandra. Aku langsung googling namanya di internet.


Dan keluar karya karya novelnya yang mencapai puluhan.


Giandra sendiri sedang menulis cerita tentang seorang perenang.


Ya kolom renang umum.


Ia ingin merasakan seperti apa berhubungan di kolom renang.


Sensasi dan situasinya akan seperti apa.


Begitulah menjadi Gigolo selain menemani perempuan perempuan kesepian terkadang kami di booking untuk memenuhi fetish dan fantasi seksual mereka.


Karena dengan orang profesional seperti kami, semua data dan rahasia mereka aman di tangan kami.


Bahkan jika kami tidak sengaja berpapasan, kami akan pura pura tidak mengenali sehingga mereka merasa nyaman menggunakan jasa kami.


Semua baju sudah aku masukan ke dalam lemari dan aku memutuskan untuk tidur lebih awal agar besok bisa prima dalam bermain.


*******


Siang ini aku sudah membuat janji dengan client ku Anna.


Ia memintaku untuk datang ke parkiran gedungnya di mega kuningan.


Kami akan main di parkiran gedung kantornya. Ia memintaku untuk parkir tepat di depan pintu masuk.


Aku sudah standby tepat di depan pintu masuk kantor Anna.


Tidak beberapa lama muncul perempuan cantik memakai blouse merah dengan rambut yang di kuncir.

__ADS_1


" Hi Will udah lama? "


" Baru Kok "


" Aduh aku excited banget ngelakuin ini. Udah lama banget pengen ngelakuin ini "


Sebetulnya ada satu kesamaan dari wajah client client ku yang memiliki fetish atau fantasi seksual.


Mata mereka selalu bersinar ketika mau melakukan ini dan mereka benar benar menghargai keberadaan ku.


Seolah olah mereka memang sudah menanti hal ini.


Aku memajukan badanku untuk memulai permainan kami tapi Anna menahannya.


" Let me do first "


Ia memegang celanaku dan membuka resletingnya.


Ia memainkan pisang sebelum memakannya. Jarang sekali ada Client yang mau melakukan itu.


Karena biasanya mereka hanya mau di puaskan.


Anna sangat handal dalam melakukan itu, lumayan membuat aku On.


Bermain di mobil membatasi ruang gerak kami. Aku sudah mengajak Anna ke bangku belakang


Tapi Ia tetap mau di depan karena sensasinya berbeda jika bermain di belakang.


Walaupun bermain di tempat umum Anna tetap mau untuk melakukannya tanpa sehelai benangpun.


Kami bermain cukup lama dengan beberapa cakaran di lengan dan punggungku.


Sial sekali, kenapa Ia harus memanjangkan kukunya jika ingin melakukan ini, rutuk ku dalam hati.


Walaupun beberapa mobil dan petugas kebersihan lalu lalang, tapi sepertinya tidak ada yang memperhatikan aktivitas kami.


Anna sedang bersandar di kursi dengan nafas yang tersengal sengal.


Ia tidak langsung mengenakan bajunya dan terpampang lah dengan jelas kedua gunung itu.


Jika ada orang yang keluar dan melihat kearah kami, aku pastikan mereka akan melihat pemandangan itu.


" Gila, sensasinya seperti yang gue bayangin. Gila gila jantung gue kaya mau meledak Will enak banget "


Memang terlihat jelas di wajah Anna yang begitu puas dengan permainan kami tadi.


" By the way, aku booking berapa jam ya Will? "


" Enam jam " Sepertinya Ia akan minta lagi jika menanyakan lama service yang kami berikan.


" Pindah yuk Will, masih ada sisa empat jam kan? "


" Oke mau kemana? "


" Duh sayang banget masih terang ya jadi ga banyak opsi "


Ia berfikir sejenak dan berucap " Parkiran supermarket kali ya yang di gedung sebrang "


" Hmm tapi Lo ga mau pake bajunya dulu? "

__ADS_1


" Oiya gue masih ga sadar masih begini haha "


Anna langsung menggunakan bajunya tanpa underwear karna mungkin nanti juga akan di buka lagi kan.


__ADS_2