Kisah sang Gigolo

Kisah sang Gigolo
Menyenangkan mama


__ADS_3

Pagi ini aku dibangunkan oleh Mama yang menagih janjiku untuk mengajaknya ke mall.


Padahal ini masih jam 8 pagi, mana ada juga mall yang buka jam segini pikirku.


Tapi demi menyenangkan mama aku langsung bangun dari tempat tidur dan beranjak mandi.


Papa sedang membaca koran di ruang tamu. Walaupun sekarang sudah era digital, tapi dari dulu Papa lebih suka membaca berita dari koran langsung atau menonton tv.


Papa juga sudah rapi, pasti nasib Papa pun seperti aku yang di bangunkan pagi pagi oleh mama untuk bersiap siap ke mall.


Setelah mandi aku langsung memesan taksi online untuk membawa kami ke Mall.


Selama kami menuggu taksi online Mama menunggu di depan rumah, mondar mandir tidak sabar.


" Fred kok belum sampai juga taksinya ? "


" Udah di jalan Ma, sebentar lagi sampai "


" Nyasar ga? Kok lama bener "


" Baru lima belas menit Ma "


Aku dan Papa lihat lihat-an sambil tersenyum melihat Mama yang sudah tidak sabar.


Dan akhirnya taksi online yang aku pesan datang.


Mama makin heboh, menyuruh aku dan papaku cepat untuk naik ke dalam taksi.


Di dalam taksi, Mama sudah request mau kemana saja dan minta di belikan apa saja.


" Ini bener kan Mama boleh beli yang Mama mau? "


" Iya bener Ma "


" Tapi jangan mahal mahal Ma, kasihan Alfred kan baru mulai kerja Ma " Papa mengingatkan Mama


" Iya engga kok, tapi mama ke salon ga apa apa ya Fred, boleh ya? "


" Boleh Ma, Papa juga sekalian cukur Pa, udah ga beraturan rambutnya "


Tujuan pertama kami langsung ke salon. Mungkin karena weekend, salon hari ini penuh sekali.


Akhirnya Mama kami tinggal di salon tersebut sedangkan aku dan Papa pergi ke barbershop di lantai bawah.


Di barbershop antriannya tidak terlalu panjang. Menunggu sekitar dua puluh menit lalu giliran antrian kami yang di panggil.


Selesai dari barbershop ternyata Mama belum selesai juga. Aku dan Papa bingung mau menunggu dimana.

__ADS_1


Sebenarnya ini kali pertama aku dan Papa jalan berdua tanpa Mama.


Dulu Papa begitu sibuk dengan usahanya. Papa membangun semua usahanya dari nol, jadi masa kecilku lumayan kehilangan sosok Papa.


Papa pergi pagi pulang hampir tengah malam, bahkan tak jarang sampai harus menginap karena mencari barang baku.


Jadi agak sedikit bingung jika harus jalan berdua dengan Papa. Biasanya Mama yang menentukan tujuan kami jika sedang hangout ,sekarang Mama sedang di salon kami jadi bingung sendiri.


Aku liat sendal Papa sudah agak tipis, aku mengajak Papa untuk membeli sendal.


Setelah melihat lihat ada sendal yang Papa suka. Aku pun membelikan Papa dompet dan gesper.


" Ga usah lah fred, dompet Papa masih bagus ini " Papa menolak dompet yang aku pililhkan.


" Ga apa Pa, biar nambah terus rejekinya Pa "


" Makasih kalo gitu Fred "


Tidak lama Mama selesai dari salon. Rambut mama sudah tertata rapih. Mama senang sekali.


Kami memutuskan untuk makan di restoran sushi tei.


Sepanjang jalan menuju sushi tei Mama bercerita bertemu dengan beberapa temannya.


Dan Mama pun di ajak untuk arisan seperti dulu, tapi karena terlalu besar untuk kondisi kami sekarang Mama menolaknya.


" Memang berapa Ma arisannya? "


" Ya udah mama ikut aja, hitung hitung buat kita nabung. Nanti pas dapet arisan kita coba nyari rumah baru Ma "


Mama dan Papa tertegun mendengar apa yang aku ucapkan.


Dengan pemasukan aku sekarang, aku yakin bisa ikut arisan dengan nominal sebesar itu.


" Ga usah Fred, beresiko nanti " Ujar Papa.


" Ga apa Pa, biar Mama juga jadi ada kegiatan lagi ketemu teman teman lamanya Pa "


Mama seketika girang mendengar aku bicara seperti itu.


" Waduh gimana ya nanti ketemu Jeng Puput, Jeng Ani sama Jeng Vita, seru banget pasti. Tapi Mama ga punya baju baru Fred "


" Ma " Papa mengingatkan Mama untuk jangan banyak permintaan padaku.


" Hari ini kan aku sama Papa spesial nemenin mama ke mall. Nanti kita belanja baju ya ma "


" Beneran Fred? kamu beneran ada uang?

__ADS_1


" Iya ada Ma tenang aja. Dulu kan Mama dan Papa selalu nurutin apa yang Fred minta, sekarang giliran aku yang menuhin apa yang Mama Papa mau "


Mama langsung memelukku erat " Akhirnya doa doa Mama di kabulkan sama Tuhan, Mama senang sekali "


Antara sedih dan senang mendengarkan ucapan Mama. Aku senang karena berangsur angsur kondisi keluarga kami membaik, tapi aku juga sedih membayangkan jika orang tua aku tau kerjaan aku yang sebenarnya.


Mau bagaimanapun Mama dan Papa pasti akan hancur hatinya jika mengetahui hal ini.


Setelah makan kami langsung menuju toko baju langganan Mama. Mama disambut sangat baik oleh karyawan tokonya.


" Apa kabarnya Ibu " seorang karyawan wanita langsung menyapa Mama ketika Mama masuk.


" Baik Mba, iya sudah lama saya ga kesini ya. Ada koleksi terbaru ga Mba? "


" Ada Ibu, Ibu tunggu di depan fitting aaja, nanti saya bawakan koleksi terbaru kami "


Kami duduk di depan sofa panjang depan fitting room.


Tidak lama kemudian ada beberapa staff wanita yang membawakan baju koleksi terbaru toko ini.


Mereka menampilkan baju baju tersebut dan jika ada yang Mama mau, akan di kumpulkan kemudian akan mama coba di fitting room.


Mama mengambil 5 baju dari 10 koleksi terbaru mereka.


Kemudian Mama mencobanya satu persatu, setelah di coba mama meminta pendapat kami yang menunggu di sofa.


Dari 5 baju yang mama pilih 4 baju terlihat sangat pas dan cantik untuk Mama pakai.


Tapi sepertinya mama tetap suka dengan 1 baju yang tidak kami pilih, jadi mama tetap membeli 5 baju.


Setelah dari 1 toko baju kami langsung pulang, karena Papa sudah terlihat kecapean.


Sebetulnya aku mau membelikan tas untuk Mama, karena semua tas Mama di jual pada saat Papa bangkrut.


Hanya tersisa 1 tas yang selalu Mama pakai kemana mana.


Tapi karena harga tas branded lumayan lama, mungkin aku harus menabung dulu untuk membeli tas untuk Mama.


Ketika aku menunggu taksi online di lobby, masuk pesan baru dari Alrik.


Dia menanyakan apakah aku mau ambil job sehari 2 kali?


Tanpa pikir panjang aku langsung membalas bisa selagi dalam kota.


Sebetulnya kemarin Alrik menawarkan untuk menemani seorang tante keluar negeri selama 3 hari full.


Dan fee nya sungguh luar biasa. Tapi sayang sekali aku masih sekolah, sehingga tidak bisa mengambil job tersebut.

__ADS_1


Taksi online pesanan kami datang, kami langsung masuk dan sepanjang perjalanan Mama san Papa tertidur.


Semoga aku bisa secepatnya membelikan rumah yang layak dan mobil untuk kedua orang tuaku serta melunasi hutang Papaku.


__ADS_2