
Akhirnya hari yang di tunggu tunggu datang juga.
Hari dimana jadwal aku dan jadwal Vena ada yang kosong.
Kami berencana untuk pergi ke Bandung bertemu dengan Mama dan Papaku.
" Aku harus pake baju apa ya Beb? " Tanya Vena semalem ketika kami dinner bersama.
" Yang nyaman kamu pake aja Beb, Mama Papa aku santai kok orangnya "
" Aku ga mau pertama kali ketemu terus kesan aku ga bagus untuk orang tua kamu "
" Ya ampun Beb santai aaja beneran, aku beberapa kali bawa pacar ke rumah Mama dan Papa santai santai aja " Setelah aku mengakhiri kalimatku, aku baru menyadari sepertinya ada yang salah.
Kenapa aku harus bercerita tentang mantan mantanku.
Untungnya Vena ga bereaksi apa apa. Ia masih tetap memakan steak nya dengan tenang.
" Besok aku jemput jam berapa Beb? " Tanyaku.
" Hmm nanti kalo aku udah selesai dari salon aku info kamu "
Dan sekarang sudah hampir jam sebelas siang Vena masih belum menghubungi aku.
Terakhir dua jam yang lalu dia sudah ada di salon.
Apa perempuan selama itu jika berada di salon?
Karena bosan menunggu di Apartemen aku mendatangi salon Vena di kawasan kemang.
Baru saja memarkirkan mobilku dan ternyata Vena sudah selesai.
Akhirnya kami langsung melanjutkan perjalan menuju Bandung.
Di rest area kami sempat berhenti untuk membeli camilan, karena Vena belum makan dari pagi.
Dua jam perjalanan kami sudah sampai di kota bandung.
Bandung sekarang beda dengan situasi bandung beberapa tahun yang lalu.
Dulu lalulintasnya tidak semacet sekarang, tapi karena banyaknya tempat wisata dan factory outlet banyak orang dari luar kota yang berkunjung ke Bandung.
Akhirnya setelah tiga puluh menit kami sudah sampai di rumah.
Sebelum turun Vena memeriksa kembali riasan di wajahnya.
" Aku udah oke kan beb? " Tanyanya setelah mengoleskan lipstick di bibirnya.
" Udah cantik beb "
__ADS_1
Di garasi terparkir mobil Honda HRV warna merah yang aku belikan beberapa minggu yang lalu.
Sekarang papa ga perlu mengendarai sepeda motor lagi untuk menuju tempat kerjanya yang jaraknya lumayan jauh dari rumah.
Mama sampai menangis waktu aku belikan mobil.
Ya walupun bukan mobil mewah yang biasa Papa pake dulu, tapi setidaknya Papa dan Mama tidak kepanasan dan kehujanan lagi.
Hutang Papa pun akan lunas di tahun depan, jika sudah lunas semua aku akan upgrade lagi mobil Papa.
Ku pencet bel di pintu depan, di bukakan oleh Bi Lastri mbak di rumah kami.
Tidak lama Mama datang " Aduh cantik amat calon mantu Mama "
Vena langsung mencium pipi Mama " Tante bisa aja, Tante juga masih cantik banget jadi kaya kakaknya Alfred "
" Ayo masuk sayang " Mama langsung mengandeng Vena menuju ruang keluarga.
" Kamu pasti cape kan perjalanan dari Jakarta ke Bandung, ini mama udah beliin snack dimakan dulu yaa. Mama panggil Papa dulu ya sebentar "
Di meja sudah ada berbagai camilan mulai dari camilan tradisional sampai kue kekinian.
Sebenarnya kue kue ini terlalu banyak jika hanya untuk empat orang, sepertinya Mama sangat bersemangat menyambut pacar anaknya.
Vena mengambil kue sus isi vanilla dan memakannya.
Dulu Mama memang sering menggelar acara di rumah dsn selalu menyiapkan semua makanannya sendiri.
Tidak heran mama jadi hapal sus yang enak di toko ini dan cheese cake yang enak di toko yang itu.
Papa dan Mama keluar dari kamar. Papa seperti habis bangun tidur, wajahnya masih belum benar benar sadar.
Sudah terbayang olehku, seperti apa Mama membangunkan Papa.
Aku langsung mencium tangan Papa diikuti oleh Vena di belakangku.
Mama dan Vena sedang asik membahas tentang kue yang Mama sajikan.
Sedangkan aku dan Papa pindah ke taman depan.
Papa menanyakan bagaimana pekerjaanku dan kehidupanku selama di Jakarta.
Hanya beberapa bulan tidak bertemu dengan Papa, aku melihat Papa semakin tua.
Wajahnya tampak lelah dan rambut Papa sudah mulai banyak yang putih.
Aku bilang pada Papa jika semua hutang sudah selesai aku akan membukakan Papa usaha saja agar tidak cape kerja.
Papa bilang ingin membuka usaha restoran lagi, tapi kali ini untuk kalangan middle class.
__ADS_1
" All you can eat yang murah murah aja Fred, yang penting usahanya berkah "
" Iya Pa nanti coba Fred cari info tempat dulu ya Pa sambil nabung nabung "
Selama kami mengobrol tentang niat Papa yang mau membuka resto, Papa begitu bersemangat.
Memang dasarnya Papa adalah seorang pengusaha, jadi berwirausaha adalah passion Papa.
Tidak lama kemudian kami makan siang bersama, mengobrol dan Mama menunjukan foto kecil aku kepada Vena.
" Ya ampun Beb kamu kecilnya lucu banget " Ujar vena yang melihat fotoku di taman safari ketika berfoto dengan orang utan.
" Ya namanya anak satu satunya ya Ven, jadi tante seneng banget foto foto dia dari kecil. Tante pakein baju macem macem nurut aja dia "
Ini pertama kalinya Mama menunjukan foto masa kecil aku kepada pacarku.
Kalo dulu, jika pacarku dateng paling paling hanya mengobrol sebentar dan Mama langsung kembali ke kamarnya.
Beda dengan Vena, dari awal bertemu mereka tidak hentinya mengobrol.
Sampai akhirnya hari sudah mulai malam kami pun harus berpamitan dengan Mama dan Papa.
" Sering sering main ya Ven, kalo Alfred ga bisa Vena dateng sendiri aja nanti Tante ajak ke toko kue langganan Tante deh "
" Iya Tante nanti setiap Vena ke Bandung, Vena mampir ke rumah ya " Ujar Vena sambil mencium pipi Mama.
Setelah berpamitan dengan berat hari aku meninggalkan Mama dan Papa.
" Mama dan Papa kamu baik banget ya. Dari mukanya udah keliatan baik gitu loh "
" Ya namanya anaknya cuma satu Beb, seneng pasti sekarang jadi nambah punya anak cewek " Ujarku menggoda Vena.
" Ngomong ngomong kapan aku bisa ketemu Mama dan Papa kamu? "
" Nanti kita atur waktu lagi ya Beb, Papa lagi jarang di Jakarta soalnya. Nanti pas ada di Jakarta kita coba atur ketemuan ya "
" Oke Beb "
Perjalanan pulang dari Bandung ke Jakarta kami isi dengan banyak cerita dan sedikit bernyanyi mengikuti alunan musik.
Kami tiba di jakarta sekitar jam sebelas malam, asisten Vena sudah menunggu di lobby apartemenku.
Karena besok Vena ada shooting pagi, jadi ia tidak bisa menginap di apartemenku. Ia akan pulang bersama asistennya.
Sesampainya di Lobby, Vena langsung turun dari mobilku dan pindah ke mobilnya. Dan langsung pergi meninggalkan kompleks apartemen ku.
Seharian bersama Vena dan kedua orangtuaku terasa sangat menyenangkan.
Aku senang Mama dan Papa menerima kehadiran Vena dengan hangat.
__ADS_1