Kisah sang Gigolo

Kisah sang Gigolo
Tante Rossa dan selai strawberry


__ADS_3

Client hari ini begitu spesial. Hampir semua anak anak di kantor sudah pernah melayani Si Tante.


Namanya Tante Rossa, umurnya empat puluh sembilan tahun dan suaminya adalah seorang diplomat.


Menurut Alrik walaupun usianya hampir lima puluh tahun tapi wajahnya masih cantik dan badannya masih bagus.


Tapi bukan itu yang menjadikan Tante Rossa terkenal.


Ia terkenal di kantor kami karena cara untuk memuaskan Tante Rossa.


Tante Rossa ini punya fetish Salirophilia. Begitu Alrik memberitahukan informasi ini aku langsung googling apa yang di maksud dengan itu.


Penderita Salirophilia ini akan mencapai kepuasannya dengan mengotori lawannya sampai menyobek baju kita.


Menurut Alrik Tante Rossa tidak berbahaya, hanya saja setiap melayani Tante Rossa anak anak selalu bertanya tanya kira kira hari ini akan di lumuri dengan apa.


Jika ada yang mendapatkan callingan dari Tante Rossa, anak anak kantor sudah langsung meledek " Siap siap deh jadi roti tawar "


" Sejauh ini sih masih aman aman aja permintaan si tante, kita cuma di lumurin coklat sama selai aja. Sama lo jangan lupa bawa baju, celana dan daleman, karena udah pasti di sobek sobek sama Si Tante "


" Selain istri diplomat memang kerjaannya apa Rik? Kok suka nyobek nyobek? "


" Kesehariannya sih kaya sosialita jakarta pada umumnya aja, ga ada yang aneh aneh juga "


" Tapi mainnya kasar ga Rik? "


Kalo sudah suka merobek robek aku takut permainannya kasar seperti Tante Vero, bisa lecet lecet nanti.


" Duh mainnya mah ga lama Fred dan ga kasar juha, udah tua gitu ketambahan dia punya fetish jadi cepet banget nyampenya "


Aku tidak tau Alrik hanya menenangkan aku atau memang faktanya seperti itu.


Tapi berbekal informasi itu, jadilah sekarang aku sedang mengemas baju, celana dan daleman untuk pertemuan nanti malam.


Sengaja aku memilih pakaian yang memang sudah tidak terlalu bagus, agar tidak sayang ketika di robek Tante Rossa.


Karena malam hari masih panjang, aku memutuskan gym dan berenang di club house lantai satu apartemenku.


Aku hanya memakai kaos putih polos dan celana hitam dan membawa celana renang beserta kaca mata.


Di lift aku satu lift dengan seorang penyanyi yang terkenal dengan suaranya yang bagus.


Ia menyapaku dengan ramah, sedangkan asistennya menatap aku saja tidak.


Club house hari ini tidak terlalu ramai. Sebelum berenang aku mau menjaga badanku dengan gym terlebih dahulu.


Pertama aku menggunakan treadmill selama empat puluh lima menit.

__ADS_1


Setelah itu menggunakan alat lain untuk membentuk ototku.


Sebenernya hal yang membuatku malas jika gym selain di apartemen adalah pandangan orang orang gatel yang sengaja flirting terang terangan.


Seakan tujuan mereka gym bukan untuk berolah raga tapi untuk mencuci mata bahkan mencari jodoh.


Seperti hari ini, banyak mata mata genit yang melihat aku berolah raga.


Jika itu perempuan yang sedang berolah raga sendiri, mereka cenderung hanya mencuri curi pandang.


Tapi jika perempuan itu lebih dari dua orang, mereka tidak berhenti menatap kita sambil tertawa tawa, entah apa yang mereka bicarakan.


Dan jika yang melihatku adalah laki laki yang suka laki laki maka mereka akan terang terangan menggodaku.


Hanya satu jam aku berolah raga di club house ini karena tidak nyaman.


Dari awal aku gym, ada seorang laki laki yang tidak mirip laki laki mengikuti aku terus.


Setiap aku pindah mencoba alat baru dia pasti ada di sebelahku, gerah sekali rasanya.


Untung aku mengenakan earphone jadi ia tidak bisa mengajak aku mengobrol.


Kolom renang di apartemenku sistemnya outdoor.


Walaupun outdoor kondisinya sangat bersih. Di area kolom renang tidak ada banyak orang sehingga aku bisa leluasa berenang.


Dan untungnya si laki laki stalker yang mengikuti aku dari tadi sudah tidak mengikuti ku, mungkin Ia tidak bisa berenang.


Ini pertama kalinya aku jalan jalan di sekitaran apartemen.


Akhirnya aku memilih untuk makan soto bandung.


Tapi sayangnya rasanya tidak seenak buatan Mama, aku jadi kangen Mama.


Sesampainya di apartemen aku langsung mandi dan beristirahat sebentar sampai sore.


Sebelum tidur aku kirim pesan kepada Vena menanyakan ia sedang dimana dan sedang apa.


Dan sampai aku tertidur Vena tidak membalas pesanku.


Hari sudah mulai gelap ketika aku terbangun. Untung jarak hotel tidak terlalu jauh dari apartemen ku.


Jika tidak macet lima belas menit sudah sampai.


Alrik sudah mengingatkan untuk aku datang tepat waktu malam ini.


Mengenakan kemeja putih dan celana coklat aku bergegas menuju hotel tempat pertemuan dengan Tante Rossa.

__ADS_1


Untungnya jalanan tidak terlalu macet hari ini sehingga lima belas menit sebelum waktunya aku sudah sampai di hotel Tante Rossa.


Berbekal nomor kamar yang di berikan Alrik, aku mengetuk kamar 5003.


Pintu kamar di bukakan oleh Tante Rossa dan Ia mempersilahkan aku masuk.


" Tante mau aku mandi dulu atau langsung? "


" Langsung aja Will "


Aku lepas sepatu dan ranselku. Menghampiri Tante Rossa yang sudah duduk di pinggir kasur.


Tante Rossa langsung menarik kemejaku dengan kasar, membuka kancing bajuku dengan kasar sehingga ada beberapa kancing baju yang terlepas.


Melumuri badan aku dengan selai strawberry dan menjilatnya.


Bahkan pisang ambon ku di lumuri juga dengan selai strawberry.


Iya pun menjilat semua area yang Ia lumuri dengan selai tanpa tersisa.


Aku mainkan gunung kembar yang sudah tidak kencang lagi dan Ia melenguh.


Ia menuntun untuk pisang ambon ku mengunjungi Goanya.


Tidak lupa aku pakaikan pengaman sebelum bermain ke gua Tante Rossa.


Tante Rossa mengoleskan selai strawberry ke bibirku kemudian Ia melahapnya dengan beringas.


Tubuhku sudah seperti roti tawar karena selalu dioleskan selai.


Sebenarnya fetish Tante Rossa tidak terlalu menganggu ku. Hanya saja badanku terasa lengket sekali sehingga membuatku agak tidak nyaman bergerak.


Bayangkan keringat bercampue selai strawberry euwwhh.


Terlihat Tante Rossa menikmati permainanku. Kami mengganti beberapa gaya sebelum Tante Rossa mencapai puncaknya.


Setelah itu kami berdua langsung mandi. Ketika keadaanku sudah bersih Tante Rossa tidak bergairah kepadaku.


Ia bergairah hanya jika aku dalam keadaan kotor saja.


" Maaf ya Will bajunya sampe sobek gitu, habis gemes sih Tante "


" Ga apa apa tante, aku udah bawa baju ganti kok "


" Oiya kalo Tante mau repeat order bisa langsung ke kamu atau ke management kamu? "


" Ke management aja tante biar nanti di aturin Waktunya "

__ADS_1


Waduh baru selesai Si Tante udah mau repeat order aja.


Kira kira aku akan di lumuri dengan apa ya? Tapi selagi bukan wasabi atau sambal cabe sepertinya akan oke oke saja.


__ADS_2