
Sudah dua bulan aku membantu Natasha menurunkan berat badannya.
Sejauh ini berat badannya sudah turun dua puluh kilo.
Tapi walaupun begitu belum sampai di berat badan idealnya Natasha.
Tapi Natasha sudah senang dengan susutnya berat badannya.
" Temen temen aku sampai comment loh kak, katanya aku kurusan. Seneng banget rasanya "
" Aku bilang aja sekarang aku fitnes, lalu mereka bertanya aku fitnes dimana dan siapa personal trainer nya?
Sepanjang kami fitnes Ia tidak berhenti bercerita tentang teman temannya yang menyadari perubahan badannya.
" Kakak ikut seneng, tapi kamu harus semangat terus jangan sampe lengah. Masih lima belas kilo lagi semangat ya " Ujarku
" Iya Kak aku akan semangat terus buat nurunin berat badan "
Begitulah keseharian aku selama dua bulan ini bersama Natasha.
Mantan client ku yang tidak disangka sangka akan menjadi dekat seperti ini.
Natasha sudah seperti adik sendiri tapi walaupun begitu aku belum pernah mengajaknya ke apartemenku.
Walaupun beberapa kali Ia bertanya terus dimana aku tinggal. Aku selalu bilang rahasia. Biarlah hubungan kami terjalin sebatas ini saja.
Hari minggu ini aku akan bertemu dengan Mama dan Papanya Vena.
Karena Papa ya kebetulan sedang berada di Indonesia.
Aku sudah meminta Alrik untuk mengosongkan jadwalku di hari minggu ini.
" Beb Mama dan Papa kamu kira kira suka sama laki laki yang kaya gimana ya? " Tanyaku di sela sela dinner kemarin.
" Hmm apa ya, kalo Mama kayanya santai yaa. Mama tuh tipenya ceria gitu loh nah kalo Papa agak kaku orangnya tapi baik kok. Mereka pasti akan suka kamu kok "
" Menurut kamu ada yang perlu aku rubah atau aku lakuin ga? "
" Ya Ampun Beb, ga perlu. Udah jadi diri sendiri aja. Aku udah reserved di restoran cinnamon hotel mandarin ya jam tujuh malem "
" Oke Beb "
" Kamu jangan telat ya, soalnya Papa aku orangnya on time banget "
" Siap Beb "
Ini pertama kalinya aku bertemu dengan orang tua pacarku.
Lumayan bikin nervous, aku seperti bingung mau memakai baju apa, celana apa bahkan jam tangan saja aku bingung harus memakai yang mana.
Aku mau mempunyai kesan baik di mata kedua orang tua Vena.
Sore ini aku ada jadwal melayani client namanya Alisia.
Alisia ini merupakan dosen di Universitas swasta terkenal yang berada si Jakarta Barat.
__ADS_1
Umurnya masih muda dan punya suami. Iya bener punya suami.
Suaminya adalah seolah lawyer dan masih muda juga namanya Gilbert
Tapi suaminya ini punya fetish unik. Dia senang melihat istrinya main bersama orang lain dulu sebelum dengannya.
Tidak seperti threesome dimana kami main bertiga, tapi aku bersama istrinya dulu setelah itu mereka melanjutkan main berdua.
Alissa merupakan client yang baru menggunakan jasa kami.
Jadilah sekarang aku dalam perjalanan menuju rumah mereka di daerah Pondok Indah.
Berbekal google maps yang di berikan Alrik, aku memasuki kompleks perumahan elite dan berderetlah rumah mewah berbagai gaya.
Aku tiba di rumah dengan gaya eropa berwarna putih dengan nomor tujuh belas.
Ku bunyikan klakson mobil dan keluar seorang mas mas membukakan pintu rumah.
Aku turunkan kaca mobil " Mau bertemu siapa Mas? " Tanyanya sopan
" Saya William, sudah ada janji temu dengan Alissa dan Gilbert"
" Oiya silahkan masuk Mas sudah di tunggu oleh non Alissa "
Aku ucapkan terima kasih dan masuk kedalam rumah Alissa.
Oleh Mas penjaga aku diminta untuk menunggu di ruang tamu.
Di ruang tamu ini banyak foto foto mereka di berbagai negara.
Dari foto yang ada sapat aku simpulkan mereka belum memiliki anak.
Tidak lama suami Alissa menyapaku " Halo Will gue Gilbert "
" Hallo " Ujarku sambil menyodorkan tangan.
Lalu kami berbasa basi, Ia menanyakan apakah tadi jalan macet, umur aku berapa dan hal basa basi seperti itu.
" Sebentar ya ruangannya lagi di siapin dulu "
" Oke ga apa santai saja "
Tidak lama kemudian mbak ART memberitahukan bahwa ruangannya sudah selesai di bersihkan.
Masuklah aku bersama Suami Alissa. Di dalam kamar full dengan kaca.
Ada satu kasur besar dan satu sofa panjang yang berhadapan dengan kasur.
Di dekat kasur Alissa sudah memakai jubah tidur dengan lingerie tipis berwarna biru.
" Hallo Will, maaf nunggu lama ya " Alissa menjabat tanganku.
" Ga lama kok, santai "
Alissa ini beneran cantik, aku ga tau Ia berasal dari daerah mana tapi putihnya putih sekali. Bukan tipikal putih orang chinese atau sunda.
__ADS_1
Benar benar pasangan yang serasi, gumamku dalam hati.
Sebelum kami melakukan, Alissa bertanya kepada suaminya?
" Kamu bener Beb mau kita ngelakuin ini? "
" Seratus persen Beb "
Aku mulai memegang pipi Alissa, awalnya Ia seperti kaget aku sentuh.
Setelah itu aku sentuh kembali pipinya dan Ia diam saja, ku cium bibirnya perlahan dan ketika Ia mulai rileks tanganku mulai merabanya.
Aku buka kemeja bajuku dan celana panjangku, Alissa mulai berani menyentuh dadaku.
Nafasnya sudah mulai cepat, aku buka jubah tidurnya dan tanganku masuk ke dalam lingerie nya.
Kami masih dalam posisi berdiri, aku mainkan tanganku di dalam lingerie nya dan setelah itu aju buka semua.
Aku melihat sekilas suami Alissa sangat menikmati adegan kami.
Aku sedang berada diantara kedua kaki Alissa dan tanganku menjelajahi gunung kembar.
Alissa menggoyangkan kakinya ke kiri dan ke kanan sehingga beberapa kali aku merasa kepalaku seperti terjepit.
Lalu Alissa mengarahkan Pisangku untuk bertemu dengan Goanya.
Aku mainkan dulu sebelum masuk ke dalam goa.
Goa Alissa sudah banjir, tidak ada kesulitan untuk masuk berenang didalamnya.
Kami bermain dengan berbagai gaya sampai akhirnya Suami Alissa menghampiri kami, dan meminta kode untuk bertukar.
Aku bertukar dengan suami Alissa dan mereka melanjutkan permainannya.
Karena pisangku sudah berdiri tegak, sambil melihat permainan di depan aku memainkan sendiri pisangku sampai mencapai puncaknya.
Alissa dan Suaminya masih bermain sangat panas.
Suaminya nampak sangat bernafsu, dan aku hanya bisa berdiam diri duduk di sofa dan melihat ini semua.
Setelah permainan selesai, sambil berpakaian Alissa bercerita bahwa selama pernikahan mereka, belum pernah pisang suaminya bisa berdiri.
Itu yang menyebabkan mereka belum memiliki anak.
Sampai akhirnya enam bulan yang lalu suaminya jujur pada Alissa kalo Ia hanya bisa berdiri jika melihat Alissa bersama laki laki lain.
Tentu saja Alissa menolak mentah mentah keinginan gila suaminya.
Tapi akhirnya Alissa mengikuti kemauan suaminya karena Ia ingin mempunyai anak
Awalnya sangat susah mencari orang yang mau bermain seperti ini.
Sampai akhirnya Ia tau ada jasa gigolo yang bisa membantu mereka.
Alissa sangat berterima kasih padaku karena mau menuruti fetish suaminya.
__ADS_1
Setelah pekerjaanku selesai aku langsung pulang menuju apartemenku.