Kisah sang Gigolo

Kisah sang Gigolo
Tamu cantik


__ADS_3

Tadi pagi sebelum berangkat ke sekolah aku bercerita kepada kedua orang tuaku bahwa amu mendapatkan pinjaman mobil dari kantor.


Mama sangat senang mendengarnya " Kalo kamu libur boleh Mama pake mobilnya fred? "


" Boleh Ma, pake aja ga apa. Sore ini Alfred ke dealer untuk transaksinya "


" Duh mama jadi ga sabar Fred "


Berbeda dengan Mama yang sangat bersemangat, Papa lebih tenang mendengar aku di pinjamkan mobil oleh kantor.


Bel sekolahpun berbunyi pertanda jam pelajaran terakhir sudah selesai.


Aku langsung bergegas menuju gerbang sekolah untuk menghampiri Alrik yang seperti biasa suda standby di sana.


" Jadwal medical checkup kita tiga puluh menit lagi, anak anak udah gue suruh duluan ke rumah sakit "


Sesampainya di rumah sakit teman temanku sekitar dua belas orang sudah mengantri.


Banyak mata memandang ke kerumunan kami.


Gimana tidak empat belas laki laki bertubuh tegap, tampan berkumpul di dalam satu tempat.


Mulai dari perempuan sampai laki laki, dari yang muda sampai yang tua semua memandang ke arah kami.


Proses medical checkup berlangsung sekitar empat luluh lima menit.


Hasilnya nanti akan diambil oleh salah satu temanku yang kebetulan rumahnya tidak jauh dari rumah sakit.


Setelah medical checkup kami semua makan di restoran jepang sushi tei.


Ketika sedang memesan makanan di sushi tei aku melihat dua orang datang.


Dan satu perempuan yang sangat aku kenal yaitu Alice.


Dia juga mengenali aku yang sedang melihat kearahnya.


Aku langsung membuang muka ketika ia melihat ke arahku.


Aku masih ingat kejadian saat Papa bangkrut ia menjadi orang pertama yang menghinaku.


" Kenapa muka lo tiba tiba keras ? " Alrik sepertinya melihat ekspresiku yang berubah.


" Ada mantan gue yang ngehina gue abis abisan waktu bokap bangkrut "


" Wah yang mana? "


" Lo jangan langsung nengok, arah jam dua belas "


Setelah aku memberitahukan tentang Alice, tiba tiba Alrik berdiri membawa gelas minuman di tangan kanannya.

__ADS_1


" Guys, ayo kita ucapin selamat ke Alfred yang mempunyai pendapatan terbesar di kantor kita. Dia juga akan punya mobil baru nih "


Temen temen riuh bertepuk tangan, aku hanya tersenyum melihat apa yang Alrik lakukan.


Alice tentu saja melihat ke arah kami dan sudah pasti mendengar apa yang Alrik bicarakan.


Temen temen memberikan selamat kepadaku.


Masuk di management Alrik membuatku merasakan memiliki keluarga baru.


Sebagai anak tunggal, dari kecil aku tidak memiliki teman.


Bahkan selama sekolahpun tidak ada satupun teman yang aku anggap seperti sahabat.


Walaupun dulu aku di kelilingi banyak teman tapi aku tidak merasakan ketulusan mereka.


Dan benar saja ketika aku bangkrut teman temanku meninggalkan aku.


Tapi sekarang aku seperti memiliki keluarga baru yang begitu peduli satu sama lain.


Apalagi Alrik, dia seperti penolong di hidupku yang sedang hancur saat itu.


Ia menolong aku, seseorang yang baru Ia kenal. Membantuku sedikit demi sedikit keluar dari kemiskinan.


Ia begitu perhatian kepadaku layaknya seorang kaka.


Entah harus berterima kasih seperti apa kepada Alrik. Setiap aku tanya, dia hanya menjawab yang penting lo bisa bantu keluarga lo. Dan gue minta tolong lo supaya jaga kerjaan ini.


Jadi sebisa mungkin aku bekerja dengan baik agar tidak mengecewakan Alrik.


Setelah selesai makan aku dan Alrik menuju dealer mobil BMW.


Untungnya mobil yang aku mau tersedia dan akan diantarkan ke rumahku besok.


" Nyokap gue seneng banget Rik ngedenger gue mau beli mobil "


" Bagus kalo keluarga lo seneng, gue ikut seneng "


" Thank you ya Rik "


" Udah abis ini lo siap siap ya besok job ke singapore, tiket udah gue booking lo jangan lupa siapin dokumen yang harus di bawa "


"Oke Rik "


Flight ku jam sepuluh dua puluh lima pagi, aku sengaja berangkat dari rumah lebih awal karena takut tertinggal pesawat.


Untungnya aku tiba tepat waktu, segera aku sampai di Airport Soekarno Hatta aku bergegas untuk check in.


Aku tidak membawa banyak baju karena biasanya para tante akan membelikan kami pakaian dan barang barang lainnya.

__ADS_1


Belum lagi rate luar negeri ini lumayan besar. Kebayang bukan sudah mendapatkan uang, kita juga mendapatkan barang mewah.


Sesampainya di Airport Changi, Alrik bilang aku akan di jemput oleh orangnya Tante Vena.


Setelah menunggu dua puluh menit mobil yang akan menjemput ku tiba.


Kami menuju ke Hotel Marina Bay Sands. Rupanya selain berbelanja Tante Vena juga senang bermain casino.


Dulu saat liburan ke Singapore bersama beberapa teman, aku sempat juga iseng iseng bermain casino.


Ya walupun hanya mencoba yang mesin jackpot bukan yang kartu.


Perjalan ke Hotel hanya sekitar dua puluh menit. Aku diantar sampai lobby dan di minta langsung naik ke kamar hotel.


Saya di minta bersiap siap karena Tante akan datang satu jam lagi.


Saya diminta sudah mandi dan rapih ketika Tante datang.


Bahkan sekretaris tante sudah memberikan aku agenda selama di Singapore.


Hari ini, setelah tante datang kami akan pergi makan terlebih dahulu setelah itu kami akan shoping sampai malam.


Malam hari kembali ke hotel untuk mandi dan setelah itu malamnya akan main di casino sampai tengah malam.


Hari selanjutnya dimulai jam sepuluh pagi, aku diminta langsung bersiap siap untuk menemani Tante belanja lagi sebelum akhirnya aku dan tante pulang flight jam lima sore.


Walaupun kami menggunakan pesawat yabg sama, kami akan duduk di seat dan kelas yang berbeda.


Dan ketika tiba di Airport Soekarno Hatta pun, Ia minta aku untuk tidak mendekatinya, seolah kami bukan orang yang saling mengenal.


Aku sampai berfikir siapa Tante Vena ini, karena seperti menjaga privacy sekali.


Aku pernah bertanya kepada Alrik, siapa Tante Vena ini.


Tapi Alrik bilang ia adalah tamu baru pengguna jasa kami.


Alrik pun tidak punya biodata Tante Vena. Karena ketika diminta si Tante menolak untuk memberikannya.


" Yang penting bayarannya lumayan Fred, jadi gue ambil aja. Tapi gue udah kasih tau dia kok term and condition jasa kita dan dia setuju buat ngikutin itu "


Sampai di kamar hotel aku langsung mandi dan mengenakan pakaianku.


Tidak lama menunggu pintu kamar di buka oleh seorang wanita berusia dua puluh lima tahun dan aku mengenalinya sebagai aktris terkenal yang sedang naik daun.


Lumayan terkejut aku dibuatnya, karena biasanya yang menggunakan jasa kami adalah tante tante kesepian.


Dan baru kali ini aku disewa oleh perempuan yang masih muda ya walupun umurnya di atasku sudah begitu artis cantik pula.


" Hallo William yaa " Ia langsung menjabat tanganku dan tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2