
Siang ini aku sedang fitnes dengan Natasha di club house.
Dua minggu ga bertemu dengannya, berat badanya sudah turun jauh.
Menurut Natasha Ia sudah sampai di berat badan ideal nya.
" Jahat banget dua minggu ga nemenin aku fitnes " Protes Natasha karena dua minggu ini aku ga bisa di hubungi.
Dia ga tau aja kalo aku memang dalam kondisi yang menyedihkan.
Tapi dia terlalu kecil untuk tau masalah hidupku.
" Maaf deh Kakak sibuk banget dua minggu kemaren. Tapi kamu hebat loh dua minggu ga ada Kakak kamu tetep rajin latihan "
" Iya aku tetep semangat Kak, karena udah mau ke berat idel aku waktu itu "
" Terus temen temen kamu udah ga bully kamu lagi dong? "
" Udah engga kak, malah sekarang ada yang nanya tips diet aku "
" Wah hebat ya kamu sekarang jadi terkenal karena berhasil diet ya. Sebagai bentuk selamat nanti abis kita fitnes kita ke Mall yuk "
" Kaka ga kerja hari ini? Tumben ngajak aku ke Mall? "
" Lagi ga ada kerjaan hari ini, mau ga nih? "
" Mau dong Kak, aku mau di beliin apa nih? "
" Rahasia dong " Ku towel hidung Natasha.
Kami berdua menuju Mall di bilangan Jakarta Selatan.
Pertama aku mengajaknya ke salon langgananku.
Aku minta Natasha untuk rambutnya di potong sesuai dengan bentuk wajahnya.
Kurang lebih aku menunggu selama tiga puluh menit sampai Natasha selesai.
Ia keluar dengan rambut baru, terlihat lebih cantik dan fresh.
Setelah itu aku ajak ke toko baju. Aku pilihkan beberapa baju yang cocok untuk Natasha.
Ia mencoba bajunya dan memperlihatkannya padaku.
Jika terlihat bagus dipake oleh Natasha maka aku akan beli.
Natasha terlihat membawa tiga buah kantong belanjaan.
Wajahnya bahagia sekali. Berbeda sekali dari waktu pertama kali bertemu.
Sekarang wajahnya sudah tidak murung dan menjadi ceria.
Terakhir aku membelikannya contact lens untuk pengganti kaca matanya.
Wajah cantik Natasha rasanya sayang jika tertutup oleh kaca matanya.
" Aku jadi kaya orang lain ya kak, sampe ga ngenalin diri sendiri " Ini sudah kata kata kesekian kali nya yang Natasha ucapkan setelah selesai berbelanja.
__ADS_1
Natasha sudah cantik dan tidak mungkin ada yang bully Natasha lagi.
Setelah Ia merasa cantik, energi positifnya memancar sehingga membuat Natasha menjadi bersinar.
Aku senang melihat perubahan Natasha yang menjadi lebih baik.
Walaupun kondisi aku sekarang berkebalikan dengan apa yang dialami Natasha.
Aku tidak tau apa yang paling menyakitkan antara aku yang sudah tidak bersama Vena atau ucapan Vena yang bilang jijik denganku?
Semakin hari aku seperti menjalani hari yang tanpa arti.
Aku seperti cangkang berjalan yang sedang melakukan kegiatan rutinnya.
Karena itu aku menerima tawaran Tante Vero untuk menjadi kucingnya.
Bukan penthouse atau bonus bonus lainnya yang membuat aku akhirnya mau menjadi kucingnya.
Tapi mungkin dengan kehadiran Tante Vero di hidupku, aku akan memiliki teman untuk bercerita dan berbagi perhatian.
" Sha, mungkin ini terakhir kalinya kita bisa fitnes bareng "
Natasha yang dari tadi sibuk selfie langsung mengalihkan pandangannya ke Alfred.
" Kenapa Kak, kok tiba tiba? "
" Karena kakak mau pindah apartemen dan asa kerjaan baru juga, jadi ga bisa nemenin kamu lagi "
" Tapi aku masih boleh chat Kakak kan? "
" Boleh dong, kaka tetep mau mastiin kamu fitnes tiap hari. Jadi kirim fotonya ya "
Tiga hari lagi aku akan pindah ke Penthouse Tante Vero.
Sebetulnya aku akan jauh lebih santai dengan mengambil pekerjaan ini.
Iya hanya memintaku standby di jam sebelas siang sampai jam tiga sore.
Selebihnya Ia akan memberi tau jika ingin bermain di waktu lain.
Ia juga memperbolehkan aku jika mau mengambil job lain maksimal satu order tapi tidak bisa mengambil order luar negeri.
Semoga pilihan yang aku ambil sudah tepat dan dengan pindahnya aku dari apartemen bisa membantuku melupakan Vena.
Semua baju yang aku akan bawa sudah aku packing semua.
Tante Vero sudah memberitahukan alamat penthouse nya.
Aku pergi dengan membawa dua koper besar, semua berisi baju dan perlengkapan yang aku butuhkan.
Aku pikir Tante Vero akan menungguku di penthouse. Tapi ternyata tidak.
Sesampainya di penthouse tidak ada siapa siapa disini. Hanya ada aku sendiri.
Penthouse ini dua kali lebih besar dari apartemenku.
View dari balcony tempat ini benar benar bagus dan tidak terhalang gedung lain.
__ADS_1
Setelah aku menyusun bajuku di lemari.
Aku mengambil wine dan gelas dan duduk menikmati sore di balcony.
Alunan lagu You're Gonna Live Forever In Me dari John Mayer menemani sore hari ku.
Tiba tiba aku merasakan kesepian. Aku rindu kedua orang tuaku di Bandung.
Rindu masakan Mama dan rindu mengobrol dengan Papa.
Warna langit sudah berubah menjadi keemasan.
Dan perasaanku menjadi tambah tidak karuan.
Seharian aku tunggu ternyata Tante Vero tidak datang.
Chat yang aku kirim dari siang pun tidak ada balasan sampai aku lelah tertidur.
Tante Vero benar benar hanya menggunakan aku ketika Ia sedang berada di kantor, atau sedang meeting di luar.
Jika sedang meeting di luar, Ia minta melakukan quickie.
Kami melakukan di tangga darurat bahkan di toilet.
Aku tidak tau apakah dengan melakukan quickie pikirannya menjadi terang dan meeting nya berjalan lancar atau seperti apa.
Yang pasti dimanapun Ia meeting aku pasti di minta standby untuk melakukan quickie.
Sudah tiga bulan aku menjadi kucing Tante Vero, dan hanya dua kali Ia datang ke Penthouse.
Itu pun karena Ia ingin mencoba resep baru dan meminta aku menilai hasilnya.
Selain wanita karir yang sukses Tante Vero lumayan jago masak.
Cara memotong sayuran dan yang lainnya pun sudah seperti seorang profesional.
Dan penyajian plating nya sudah seperti seorang chef.
Menurutnya Ia pernah mengikuti beberapa kursus memasak dan memiliki beberapa sertifikat.
" Aku dari muda udah ambisius banget Will, semua aku lakuin dan coba. Dari mulai belajar masak sampai belajar bahasa bahasa asing "
Tidak heran karir Tante Vero begitu gemilang. Dia memang punya tekat dan ambisi yang kuat untuk mencapai titik ini.
" Tante kalo kedua orang tuaku main ke penthouse ga apa? "
" Ya ga apa Will kamu bebas melakukan apapun disini, aku ga harus nemenin kan? " Goda Tante Vero.
Hari itu juga aku meminta kedua orang tuaku untuk berkunjung ke Jakarta.
Sudah dari awal aku pindah ke Jakarta Mama ingin main ke apartemenku.
Tapi belum bisa karena Papa yang sibuk bekerja.
Tapi setelah aku membukakan restoran all you can eat untuk Papa, beliau jadi memiliki banyak waktu di banding dulu.
Aku sudah bilang untuk menyewa driver untuk membawa mobil pulang pergi agar lebih aman.
__ADS_1
Dan tiga hari lagi aku akan bertemu kedua orang tuaku.