
Di setiap pekerjaan yang kita lakukan pasti memiliki resiko masing masing bukan.
Dengan pekerjaanku sebagai Gigolo selain penyakit kelamin atau terjangkit HIV AIDS, hal ini adalah salah satu resiko pekerjaan yang kami takutkan.
Aku sedang berdiri sambil bersiaga kalo kalo laki laki di hadapanku, yang sedang bertengkar dengan istrinya akan menonjok ku.
Ya, hari ini client ku ketahuan bermain denganku di hotel oleh suaminya.
Betapa terkejutnya aku ketika sedang foreplay ada beberapa laki laki masuk menerobos ke dalam kamar hotel.
Ada seorang security dan perwakilan hotel yang ikut masuk ke dalam kamar.
Bayangkan, suami Si Tante masuk pada saat Tante tanpa busana dan aku sedang sibuk di antara kakinya.
" Kurang ajar " Suami si Tante berteriak ketika masuk ke dalam kamar.
Kontan saja kami terkejut dan menoleh ke sumber suara.
Terlihat seorang lelaki berusia empat puluh tahun dengan badan tegap sedang mendekati kami.
Ia mencoba untuk menarik aku yang berada di antara kaki istrinya.
Refleks aku langsung menjauh dari arah kasur dan menghindari tangan si Om.
Dengan melihatnya masuk ke dalam kamar kami, aku sudah tau bahwa Ia adalah suami Si Tante.
Si Tante langsung menutupi tubuhnya yang tanpa busana dengan bed cover.
Mereka berdua beradu mulut. Hebatnya walaupun sudah kalah telak Si Tante masih bisa membela dirinya.
Keduanya berantem mulut sangat sengit sekali. Si Om menunjuk nunjuk muka Si Tante dan Si Tante menepis tangan Si Om dengan kasar.
Si Tante berteriak histeris sehingga keributan ini mengundang tamu hotel datang ke depan kamar kami.
Si Om marah sambil menangis karena merasa di khianati.
Mataku sibuk mencari dimana kemejaku berada.
Untungnya aku belum melepaskan celanaku walau bajuku sudah di lepas oleh Si Tante.
" Gila ya kamu, perempuan murahan bisa bisanya tidur dengan laki laki lain "
" Apa sih kamu tuh cuma bisa bikin malu " Teriak Si Tante ga mau kalah.
" Kamu yamg bikin malu jalan sama berondong kaya begitu "
__ADS_1
" Kamu juga sama saja suka main perempuan. Giliran aku balas kamu marah, lucu ! "
Karena tidak bisa membalas omongan Si Tante, Si Om menoleh ke arahku mencoba untuk memukulku.
Security hotel berusaha menahannya sekuat tenaga.
" Siapa lo anjing, lo masih kecil mau maunya sama tante tante, ga punya harga diri lo bangsat "
Ini pertama kalinya dalam hidupku, aku di maki maki oleh seseorang.
Mata si Om tampak merah dan urat urat di lehernya keluar semua.
Aku tidak tau bagaimana cara membela diriku dan aku hanya bisa diam.
Jujur saja aku cukup takut saat itu, aku takut Si Om akan menonjok aku atau membawaku ke kantor polisi.
Setahuku perselingkuhan bisa di polisikan. Tapi Si Tante membelaku.
" Lo kalo mau nyalahin sini salahin gue. Beraninya sama anak kecil " Ucap Si Tante sambil memegang bed covernya erat.
" Sudah Pak sabar, jika Bapak berteriak seperti ini akan mengganggu tamu yang lain Pak " Security dan perwakilan hotel nampak kesulitan memegang Si Om yang terus berontak.
" Ibu silahkan berpakaian dulu, setelah itu bisa ikut kami ke bawah " Ucap security mencoba membawa Si Om keluar dari kamar.
Staff hotel yang lain membantu mengamankan situasi, meminta Tamu yang berkerubung untuk masuk kembali ke dalam kamarnya.
" Maaf ya Will kamu pasti kaget banget " Ucap Tante sambil sibuk memakai baju dengan cepat.
" Iya Tante, kaget banget aku "
" Si Om emang suka sok galak, tapi dia selalu kalah sama Tante, kamu ga usah takut "
Ternyata kemeja putihku berada di gulungan bedcover yang Tante gunakan untuk menutupi tubuhnya.
Tidak lama kemudian kami keluar dari kamar dan bersama yang lainnya menuju ruangan kantor manager hotel.
Di dalam ruangan, ada Si Tante, Om, dua staff hotel, dua security dan aku.
Staff hotel membantu menengahi pertengkaran mereka.
" Jadi mau Ibu dan Bapak seperti apa? Hendaknya bisa di musyawarahkan terlebih dahulu agar tidak terjadi ribut ribut "
" Ga ada yang perlu di musyawarahkan, semuanya sudah jelas, istri saya berselingkuh dengan laki laki brengsek itu " Sengit Si Om menatapku yang erat memegang tas karena takut.
" Ya udah kalo udah tau kamu mau apa? Kamu juga sering main gila sama perempuan lain kok, memangnya aku ga tau hah? Aku diem bukan berarti ga tau ya "
__ADS_1
'' Mana buktinya aku berselingkuh dengan perempuan lain, dari dulu kamu hanya menuduhku tanpa bukti yang jelas "
" Udahlah, aku tuh menyadap whatapps, sms, email bahkan telpon kamu. Bukti bukti gitu gampang banget aku keluarin kalo kamu nantang "
" Tapi kan sekarang kamu yang tidur dengan berondong itu "
" Ya sudah sekarang apa maumu? Mau cerai ayo. Kamu mau apapun aku jabanin. Bertahun tahun aku menahan semuanya dan baru hari ini aku bisa membalas kamu "
Staff hotel nampak bingung harus bagaimana menenangkan mereka.
Sepanjang percakapan itu aku hanya bisa terdiam.
Berharap semuanya cepat berlalu dan aku bisa pulang ke apartemenku.
Di sela sela perdebatan aku mengirimkan pesan kepada Alrik dan menceritakan tentang apa yang sedang aku alami.
" Atau lebih baik Ibu dan Bapak dapat menyelesaikan ini semua di rumah dengan kepala dingin, bagaimana? "
" Udah ayo kita selesaikan di rumah, kamu bikin malu aja buat kaya begini " Si tante pun berdiri.
" Mohon maaf untuk keributan yang terjadi ya Pak " Si Tante menjabat tangan staf hotel yang membantu mediasi hari ini.
Si Om juga melakukan hal yang sama.
Dan ketika ia melewati aku di berhenti dan menatapku " Gue belum selesai ya sama lo, gue akan cari lo. Inget "
Si Om berbicara seperri itu dengan penuh amarah dan setelah itu berlalu dengan si Tante.
Aku pun pamit dengan semua orang yang ada si salam ruangan dan meminta maaf atas semua ke gaduhan yang terjadi hari ini.
Benar benar sial sekali hari ini , rutuk ku dalam hati.
Walaupun Si Om tidak sempat memukulku tapi aku malu sekali sudah di gerebek seperti itu oleh banyak orang.
Baru masuk ke dalam mobil handphoneku berdering, ternyata Alrik yang menelepon.
Menanyakan bagaimana kabarku? Apakah butuh bantuan?
Aku bilang semuanya sudah selesai dan aku sudah dalam perjalanan pulang.
Kalo bukan karena Si Tante punya kendali atas Si Om.
Mungkin aku akan merasakan beberapa bogem mentah dari Si Om.
Beruntung Tante lumayan melindungi aku dan cepat cepat keluar dari hotel ini.
__ADS_1
Ku pastikan tidak akan menginjak hotel ini lagi, karena pasti muka ku sudah terkenal di sana.