
Hari kelulusanku pun tiba. Akhirnya aku sudah tidak lagi menjadi siswa SMA.
Teman temanku yang lain bersuka cita dengan mencoret baju seragam kami dengan pilok.
Sedangkan aku sedang perjalanan menuju ke jakarta dengan mobil kesayanganku.
Kantor kami sudah resmi pindah ke jakarta. Alrik menyewa ruangan di sebuah gedung di Jakarta selatan.
Beberapa minggu sebelum kami pindah ke Jakarta, kam sudah mencari Apartemen dekat dengan gedung kami.
Teman temanku ada yang memilih untuk sharing apartemen agar biaya sewanya ringan.
Sedangkan aku lebih memilih untuk menyewa sendiri. Bukan karena sombong tapi karena jika sewaktu waktu kedua orang tuaku ingin main ketempat ku, aku bisa menyediakan kamar untuk Mama dan Papa.
" Kamu yakin Fred mau pindah ke jakarta? Mama sedih loh ga ada kamu "
Ujar mama pada saat aku meminta izin untuk pindah ke Jakarta karena kantorku pindah.
" Mama Papa ikut Alfred aja yuk, Fred nyewa Apartemen di sana, kamarnya juga ada dua "
Jika dilihat dari raut wajah Mama sepertinya Mama mau ikut denganku.
Tapi mungkin memikirkan bagaimana kalo Papa di tinggal sendirian di rumah ini.
Karena Papa juga tidak bisa meninggalkan pekerjaannya di sini.
" Mama jangan sedih dong Nanti Fred sering sering main deh "
Mama masih terlihat sedih. Sebenarnya aku mempunyai kejutan untuk Mama.
Aku sudah mengambilkan rumah untuk Mama dan Papa.
Bukan rumah mewah, aku pun mengambil rumah secara kredit.
Tapi rumah ini jauh lebih layak dari rumah yang kami tempati sekarang.
Tadinya aku mau memberitahukan Mama ketika aku sudah ada di Jakarta, tapi melihat Mama sedih karena aku mau tinggal jadi aku memutuskan untuk memberitahukan mama hari ini.
Aku ajak mama dan papa keluar, dengan alasan ke Mall.
Memang benar nantinya akan ke Mall, tapi aku mau membawa Mama dan Papa melihat rumah baru kami.
Rumah baru yang sudah aku isi beberapa perabotan penting seperti tempat tidur, lemari, meja makan, kompor, kulkas dan alat elektronik lainnya.
Sengaja aku sudah isi rumah kami agar Mama dan Papa hanya pindah membawa pakaian saja agar tidak repot.
Kami masuk ke kompleks perumahan. Buka. Perumahan mewah seperti rumahku dulu.
__ADS_1
Tapi ini perumahan dengan konsep gaya modern.
Tetap terlihat bagus dan mewah walaupun tidak megah seperti rumah kami dulu.
" Ini kita kemana dulu Fred, katanya mau ke Mall "
" Mama Papa turun dulu yuk, Alfred mau ngenalin sama seseorang " Tentu saja aku sengaja berbohong agar surprise nya berhasil.
Mama dan Papa mengikuti aku dari belakang dan masuk ke dalam rumah.
Begitu dibuka, Mama Papa melihat foto keluarga kami menggunakan pakaian formil.
Foto yang diambil lima tahun lalu, ketika aku masih SMP.
Mama dan Papa tentu saja terkejut sambil masuk dan melihat sekeliling.
" Ini rumah kamu Fred? " Tanya Papa kepadaku.
" Iya Pah ini rumah baru kita "
Dan seketika air mata Papa jatuh. Dari semua pemberian yang aku berikan kepada Papa, baru pada saat aku membelikan rumah Papa menangis bahagia.
Mama sampai harus menenangkan Papa.
" Kemarin gengsi dia pura pura ga seneng kamu kasih kasih. Sekarang pecah semua deh " Mama terkekeh melihat Papa yang masih menangis.
Mama bingung ketika melihat rak lemari. " Buat apa ino Fred, Mama kan udah ga koleksi tas "
" Nanti Fred beliin lagi Ma, biar Mama bisa koleksi tas lagi "
Kali ini mama yang menangis karena haru. Aku sangat senang sekali melihat Mama dan Papa bisa senang lagi.
Karena setelah bisnis Papa hancur hampir ga pernah aku lihat senyum atau tangis haru dari Mama dan Papa.
Semoga secepatnya hutang papa bisa lunas dan aku bisa membelikan mobil untuk kendaraan Mama dan Papa.
Sesampainya di kantor, anak anak sedang sibuk bergotong royong menata kantor kami.
Selain kantor juga ada ruangan Gym yang kami akan pakai setiap hari untum berolah raga.
Alrik bilang besok aku sudah mendapatkan client baru.
Ia langsung memberikan biodata client kami. Ia menyewa untuk bridal shower.
" Kalo bridal shower gini gue ngapain Rik? " Tanyaku heran. Kalo arisan seperti waktu itu aku masih bisa membayangkan.
Tapi kalo untuk bridal shower apa yang harus aku lakukan? Tidur dengan calon pengantin?
__ADS_1
" Gue juga baru sih nerima yang beginian. Paling nari nari aja buat menggoda si calon pengantin "
Emang orang kaya kelakuannya ada ada saja, buat apa juga mengeluarkan uang yang nominalnya tidak kecik hanya untuk menggoda temennya.
Setelah kantor dan gym sudah tertata rapih, aku langsung menuju ke apartemen.
Apartemen aku sewa bukan apartemen seperti penthouse yang private dan besar.
Hanya apartemen biasa dengan dua kamar.
Aku merapihkan barang barang yang aku bawa dari bandung dan beberapa perabotan yang aku beli online.
Sedang sibuk bersih bersih handphoneku berbunyi ternyata dari Alrik.
Alrik mengirimkan jadwal sementaraku dalam semingu ke depan.
Semuanya fu dari senin sampai minggu. Bahkan di hari sabtu dan minggu aku di booking untuk ke luar negeri.
Alrik juga mengirimkan biodata calon client ku. Aku lihat semuanya adalah Tante tante usia empat puluh lima tahun sampai enam puluh tahun.
Jika sudah melayani client yang sudah menopause biasanya aku memerlukan banyak pelumas.
Jika tidak bisa bisa lecet semua harta berhargaku yang berurat ini.
Walau ada beberapa client yang tidak jujur dengan kondisinya yang sudah menopause.
Seperti yang pernah aku alami. Sebagai gigolo junior aku bum tau usia berapa wanita menopause.
Aku melakukan permainan seperti biasa. Lima menit, sepuluh menit sampai dua puluh menit aku tunggu si tante ga basah juga.
Memang di pelindung juga ada pelumas, tapi jika di pakai terus biasanya lama lama akan terasa.
Setelah aku bertanya kepada Alrik ternyata itu yang di namakan menopause.
Semenjak itu sekarang aku tidak pernah bertanya lagi, jika aku lihat si client sudah memasuki usia lima puluh tahun maka aku pasti memakai pelumas untuk menjaga aset berhargaku agar tidak lecet.
Setelah membaca semua biodata dan schedule, aku melanjutkan menata apartemenku.
Ku pandangi ruang apartemen ini ketika sudah selesai bersih bersih.
Tempat ini akan menjadi saksi bisu perjalananku selama menjadi gigolo Ibu kota.
Ku rebahkan diriku di sofa panjang depan Tv
" Aku udah ada di Jakarta Ven kalo ada waktu meet up yuk " Ku kirim pesan ke Vina.
Tinggal di jakarta mungkin akan memudahkan kami untuk bertemu, semoga saja.
__ADS_1