
Hariku kumulai kembali, badanku sudah segar kembali, dan aku siap untuk beraktifitas lagi, pagi itu aku berangkat ke kampus seperti biasa,dan aku sudah sampai kampusku tercinta aku berjalan diloby untuk menuju kelas, aku begitu bersemangat, dalam perjalananku ke kelas aku berjumpa dengan Virgo, ada aku udah biasa aja, dan dia berlalu begitu saja seperti kita tidak saling mengenal, aku sangat bahagia sekali dengan kekuatan baruku ini
Setibanya aku di kelas aku disambut bahagia deng teman teman baikku, siapa lagi kalau bukan bulan dan Widia
" Lisa kamu udah sehat" seru Widia sembari memelukku
" Alhamdulillah aku sangat sehat sekali" ucapku
" Aku kangen sekali sama kamu, kuliah gak ada kamu kayak ada yang kurang" terang Widia padaku
" Alah baru aja 2 hari Lisa gak masuk kamu sudah lebay" ejek bulan
" Beneran ya soalnya kalau aku ngomong sama kamu pasti gak pernah ada benernya, kalau GK gitu pasti dikatain,, hufftttt" keluh Widia
" Udah udah sekarang aku kan udah masuk, kita bisa bersama lagi, oiya kamu gimana Wid dengan Virgo buruan dikejar keburu diembat cewek lain lho" ucapku ke Widia
" Sebenernya Lis kemarin Virgo wa aku, tapi aku mau ngobrolnya nanti dirumah aja, cz panjang banget" kata Widia terlihat bahagia
" Alah paling juga kamu yang wa duluan" timpal bulan
" Ya gitu tu yang bikin aku gak mau cerita sama kamu pasti salah terus" balas Widia
" Yaudah sepulang kuliah kita ke tempatmu ya" ucapku
" Oke"
Pelajaran pun dimulai
bla bla bla
Pelajaran pun selesai, saatnya kita pulang menuju ke tempat Widia.
Dalam perjalanan yang masih di loby kampus, sambil jalan kita sambil ngobrol dan lagi lagi Widia masih asik merayuku dengan gombalannya yang kesepian Tanpa aku di kampu,,,, dan saat itu juga aku lihat Virgo berdiri didepan seperti sedang menunggu seseorang dan benar saja pas mendekat dia melambaikan tangan dan itu bukan untuk aku tapi Widia, langkahku terhenti seketika dan bulanpun mengikutiku, Widia yang bahagia dia langsung kedepan dan menyapa Virgo
dalam hatiku berkata " ada apa ini" tapi aku langsung tersadar, lalu akupun berusaha berjalan mendekat
" Kamu kok lama banget sih Wid??" tanya Virgo
" Wahh,,,,, maaf tadi dosennya agak molor, kamu udah lama nunggunya??" tanya Widia balik
" Ya gak sih, ayok jalan" ucap Virgo yang sesekali tetap menatapku
" Ayokkk,,,," kata Widia pada aku da bulan, dengan memberi kode lambaian sebagai tanda bahwa aku dan bulan diajak bareng
" Kamu gak apa apa Lis" tanya bulan
__ADS_1
" Aku gak pa pa kok" jawabku
" Aku juga heran dengan kejadian ini" tambah bulan
" Gak usah heran karena ini udah jadi kesepakatan kami" tegasku ke bulan sembari kita berjalan di belakang Widia dan Virgo yang lagi asik ngobrol dan berjalan didepan kita
Tibalah kita di depan kampus saatnya kita berpisah dengan Virgo
" Bye Vir nanti kalau udah siap aku wa ya" kata Widia sembari melambaikan tangannya ke Virgo, dan Virgo cuma membalas Widia dengan jempol menandakan kalau dia setuju
Disitu aku harus merelakan sesuatu yang dulunya ingin aku miliki, dan aku harus terus bersikap seperti tidak ada apa apa, dan aku sedikit lega karena aku masih bisa dipercaya oleh cinta pertamaku meski kita berada dengan jarak yang jauh, tapi kita masih tetap bisa jaga kesetiaan kita
" Yee,,, senengnya yang udan bisa deketin lelaki pujaannya" ledekku ke Widia
" Ahhh,,,,, kamu Lis bisa aja" jawab Widia tersipu malu
" Jangan jangan Virgo kamu pelet ya" candaku ke Widia
" Ihhh,,,,, kamu ngomongnya, ya gak lah" elak Widia
" Iya tuh gak ada angin gak ada hujan tiba tiba aja udah romantis gitu" ledek bulan
" Makanya ayok ke kostku biar aku ceritain awal mulanya gimana, biar kalian gak berprasangka buruk terus sama aku" terang Widia pada aku dan bulan
" Oke deh yukss,,,, brangkat" ajakku sembari ku gandeng Widia dan bulan
" Kamu tau Lis kalau kamu gak ada, bulan tu dingin terus, untung aku dah paham karakternya jadi aku godain aja dia wkwkwk" ucap Widia sambil ketawa
" Ya habis sapa yang gak males juga kalau ngomong pasti ujung ujungnya Virgo, kayak gak ada yang lain, tu cowok yang di kampung dikemanain" protes bulan
" Kan aku udah bilang aku butuh dua duanya satu untuk lengkapi kantongku yang satu untuk lengkapi hariku" celoteh Widia yang semakin membangkongkan
" Udah ayok ngomong aja ahhh" ajakku untuk menghentikan debat mereka
Tak berselang lama kitapun sampai didepan kost widia dan bulan, bergegas kita masuk untuk segera bisa melepas penat dan lelah, aku baringkan tubuhku diatas tempat tidur sembari ku Hela nafas panjang
" Leganya sampai rumah jga akhirnya" kataku lega
" Baru gitu aja lelahnya udah minta ampun ya" imbuh Widia
" Iya meski terlihat dekat tapi kalau jalan capek juga ya" imbuhku
" makanya aku mending naik angkot 5000 terima beres" ucap Widia sembari ketawa
" Ya begini ni tipe tipe orang lemah" timpal bulan ngeledek aku dan Widia
__ADS_1
" Kayak kamu kuat aja" elak Widia
" Buktinya jalan aku biasa aja gak selebay kalian" terang bulan
" Udah udah dilarang debat terus" leraiku
Seketika kita terdiam sebentar seraya berbaring di kasur dan saling menatap bergantian, aku yang di antara mereka
Aku lihat dua sahabatku yang beda karakter dan kepribadian, mereka yang mengisi hari hariku sehingga hariku penuh warna, rasanya akan sangat sulit buatku untuk menyakiti mereka, hubungan ini jangan sampai hancur hanya karena ke egoisan kita atau hanya karena cinta pada lelaki yang sama, karena buatku sebelum aku kenal banyak orang disini mereka dululah yang welcome padaku, dan menjadi sahabatku
Dalam keheningan itu aku ambil hp yang ada disakuku lalu aku putar lagu ceria yang membuat kita ikut bernyanyi bersama, begitu terasa kebersamaan yang harmonis dan bahagia, kita begitu menikmati lagu lagu disore itu
Persahabatan bagai kepompong,,,,,
mengubah ulat menjadi kupu kupu,,,,,,
bla bla bla
Sembari benyanyi dan berpelukan kita bertiga
yel yel pun kita kumandangkan
*Persahabatan Selamanya Yes Yes Yes,,,,,,*
sorak kami bersama untuk mempererat persahabatan kami.
Tak terasa aku sudah harus pulang, karena rutinitasku setiap menjelang malam, adalah menemani Via untuk membeli makan malam bersama, karena kost kita gak disediain tempat untuk masak jadi setiap makan kita beli, paling cuma bkin minum hangat aja kita bisa buat sendiri dengan heater
" Udah sore aku pulang dulu ya, taku Via nungguin" kataku beranjak bangun dari tidur
" Wah aku belum cerita sama kamu" cegah Widia
" Yaudah besok aku mampir lagi" bujukku
" Yah gak seru deh" bantah Widia
" Yaudah intinya aja dulu" kataku
" Virgo kmrin wa aku minta ketemuan" jawab Widia
" Stop gitu aja, besok kita lanjut ya" kataku sembari beranjak dan menuju pintu untuk segera pulang
" Yaudah hati hati" ucap Widia
" Hati hati Lis " imbuh bulan
__ADS_1
Dan akupun berlalu, karena gak ingin sakit lagi, karena udah bahagia dengan ketidak tahuanku, aku hentikan cerita Widia, udah aku cukup tau dan ini memang pilihanku, aku yang buat alur ceritanya
# Lanjut episode selanjutnya besti #