
Sorepun tiba, dan bulanpun sudah pulang, tinggalah aku sendiri, aku mencium bau kecut dari badanku yang menandakan bahwa aku harus segera mandi, dan menyegarkan tubuhku dengan segarnya air yang mengalir ditubuhku, aku bergegas ke kamar mandi,,,, karena kesegaran air disore itu rasanya aku gak ingin selesai mandi, tapi tetap harus aku akhiri, aku pergi ke taman hanya untuk melepas penat dan menyambut senja tiba
Sesampainya ditaman, aku kebayang waktu pertama aku bertemu dengan Virgo, dan aku pernah bilang padanya kalau aku ketaman kalau aku lagi galau aja, sembari berjalan aku membayangkan semua, dan ketika aku akan sampai di tempat biasa aku dapati Virgo sedang duduk termenung disana, yang membuat langkah kakiku seketika berhenti
" Itukan Virgo kenapa dia disana" gumamku
Sembari berusaha agar tak terlihat oleh Virgo, lalu aku putusi buat balik kanan dan menjauh dari Virgo, aku gak mau ada masalah lagi, biarkan kita sama sama saling mencari jalan kita masing masing, ditengah perjalananku untuk menghindar aku bertemu dengan sandi sahabat Randi
" Lisa " panggil sandi
Akupun clingak clinguk buat cari sumber panggilan
" Lis aku disini, teriak sandi sembari melambaikan tangannya
" Sandi" kataku dan sandipun mendekat
" Lagi ngapain Lis??" tanya Sandi
" Biasa lgi cari udara segar san, kamu sendiri ngapain??" tanyaku balik
" Sama juga sih Lis" jawab Sandi
" Iya emang enak taman sini buat sekedar lepas penat" imbuhku
" Oiya kemarin aku vc sama Randi, aku cerita aja kalau disini aku ketemu sama kamu" cerita Sandi
" Trus dia ngomong apa San" tanyaku penasaran
" yah dia cuma bilang, gini
(" Aku minta tolong ya kalau Lisa lagi butuh sesuatu kamu bantuin, aku sedih karena gak bisa selalu ada buatnya, tapi aku juga masih egois mempertahankannya, aku tidak tahu dia bahagia apa tidak dengan hubungan ini, aku gak mau terlalu membuat dia sakit tapi aku juga gak mau kehilangan dia, mungkin buat aku sekarang dia sudah hilang dari pandanganku, tapi dia tidak pernah hilang dari hatiku, biarkan dia sekarang memahagiakan hidupnya, karena kelak aku yang akan bahagiakan hidupnya")
" akupun juga gak ngerti apa maksudnya" terang sandi
Akupun terdiam tanpa kata, aku juga lagi berusaha mencerna kata kata yang disampaikan Sandi, karena aku tahu semua kata kata Randi selalu bahasa yang tidak mudah kita pahami, dia Randi pemuda yang baik, ramah dan tidak pernah marah
" Hai Lis kamu gak pa pa" ucap Sandi menyadarkanku dari lamunanku
" Oohhh,,,,, iya San maaf" kataku
__ADS_1
" Kamu bingung ya" tanya Sandi
" Sangat,,," jawabku
" Yaudah gak usah di fikirkan lagi, kalau kamu butuh bantuan kamu bilang ya, aku akan bantu kamu" ucap sandi padaku
" Iya San kamu gak usah khawatir aku disini punya teman yang baik baik dan selalu bantuin aku kok" terangku
" Yaudah aku cuma pengen bangun Randi buat jagain kamu aja" jelas Sandi
" Iya terimakasih" jawabku
Sempat kita terdiam sembari terus berjalan ditaman hingga aku melihat ada kursi kosong di depan
" San duduk sana yuk" ajakku
" Boleh, ayok" jawab Sandi setuju
Lalu kami bergegas ke kursi dan duduk disana, kita ngobrol seperti biasa kita ngobrol seputaran kuliah dan pertamanan kita dulu sewaktu SMA, dan gimana keakraban Sandi di dengan Randi
" Katanya pas libur kemarin kamu dari Surabaya ya Lis " tanya Sandi
" Iya aku sempatin buat bisa ketemu Randi sebelum pulang ke rumah" jawabku
" Kampus ini pilihan ayahku, dan aku disini karena juga ada sepupuku" jawabku
" Oooohhhh,,, aku pikir kamu sendiri yang punya keinginan untuk kuliah disini" tambah Sandi
" Yah begitulah, dari kecil aku sangat penurut dengan ayahku, dan sampai sekarangpun masih, karena ayahku tahu yang terbaik buat aku" terangku pada Sandi
" Iya kamu bener orangtua pasti ingin yang terbaik untuk anaknya" imbuh sandi
" Hemmm " jawabku
Disaat kita asik ngobrol, tiba tiba Via Dateng menghampiriku
" Lisa,,,,," panggil Via
" Hai,,,, Vi mau kemana kamu" tanyaku
__ADS_1
" Aku cariin kamu dari tadi, untuk kepikiran kalau kamu disini" jawab Via sembari mendekat ke arahku dan Sandi yang lagi duduk santai
' Vi kenalin ini Sandi teman SMA ku dulu, San ini sepupuku Via" kataku memperkenalkan mereka dan mereka saling berjabat tangan memperkenalkan diri mereka
" Katanya cowokmu namanya Randi, ini kok Sandi" celoteh Via
" Ini Sandi temenku bulan cowokku, gimana sih" gerutuku
" Ohhh,,,, jadi ada sandi juga ada Randi gitu" tanya Via
" Iya betul gitu" jawabku
ditengah perdebatan kecilku ternyata Sandi memperhatikan kami sambil senyum sendiri
" Kalian lucu ya kalau lgi ngobrol" ucap Sandi sambil ketawa
" Gak lucu gimana San kalau yang diajak ngomong Lola kayak si Via" ledekku
" Iya aku aja yang disalahin" ucap Via sembari cubit hidungku
" Ahhh,,,,, Via,,,,," teriakku
" Aku tu kesini mau ngajakin kamu ketempat temen aku ambil tugas" kata Via padaku
" Kebiasaan pasti cariin kalau butuh" gerutuku
" Yah nnti aku traktir makan deh, yuk anterin ya" bujuk Via
" Tapi aku gak mau diwarung biasa aku maunya nasi Padang" ucapku ke Via
" Iya deh, Ayuk" ajak Via
" Oohhhh iya San aku pergi dulu ya, tak anter Via dulu" aku pamit pada Sandi
" Iya Lis gak apa apa kok, anterin dlu sepupumu" ucap Sandi
" Makasih ya" Ucap Via ke Sandi
" Kami duluan ya San" Ucapku dan berlalu
__ADS_1
Kamipun berlalu
hai gaessss ternyata diam diam ketika si Lisa dan Sandi lagi asik duduk dan ngobrol berdua tanpa sengaja Virgo melihat mereka dan pergi begitu saja tanpa Lisa tahu, keseruannya lanjut episode selanjutnya ya, pasti akan ada tambahan konflik diantara Lisa dan Virgo karena kesalah pahaman yang membuat mereka tambah semakin jauh lagi, dan ada suatu hal yang membuat mereka saling menyakiti