
Suasana sepi dikamar sendiri, dengan di temani hati yang bergemuruh, rasanya begitu sulit untuk diungkapkan, karena aku tahu ini salahku karena mencintai cowok lain selain pacarku
Didalam lamunan yang semakin kacau, tiba tiba pintu di ketuk
tok tok tok
" Lisa apa kamu dirumah " panggil Bulan dari luar
Lisa masih terdiam
" Lis aku Bulan, kamu baik baik saja kan??" tanya Bulan
Lisa dengan berat dia mencoba berdiri dan membukakan pintu untuk Bulan
" Lisa kamu gak apa apa kan" tanya Bulan setelah pintu di buka
" Masuk Bul " kata Lisa mempersilahkan, dan Bulan pun masuk kedalam
" Lis apa yang terjadi ??" tanya Bulan sembari duduk dan diikuti Lisa duduk juga
" Ini semua salahku Bul, aku memaksakan alurku pada Virgo untuk jadian dengan Widia yang tidak dia cintai " ucap Lisa sedih
" Emang kamu tadi dengan Virgo kenapa ???" tanya Bulan
" Virgo Udah gak mau bersandiwara lagi, dia menghadangku dan ngancem buat cerita semua ke Widia, dan aku menghalanginya Bul, aku sendiri bingung Bul, aku gak berharap semua ini akan terjadi, dulu aku pikir Widia bisa meluluhkan hati Virgo, tapi nyatanya sampai sekarang Virgo masih berharap denganku" terang Lisa
" Apa kamu belum ada niatan Buat jujur soal Randi???" tanya Bulan lagi
" Aku tadi sempat bilang soal itu, tapi semua itu akan percuma, tidak akan mengembalikan hubungan Widia dan Virgo, ini semua kesalahanku Bul" ucap Lisa sembari menangis dan memeluk Bulan
" Kamu terlalu baik Lis " Ucap Bulan sembari mengelus punggung Lisa yang saat itu masih memeluknya, dan Lisa pun menumpahkan tangisnya di pelukan Bulan sahabatnya
Suasana seketika menjadi haru biru, Bulan pun ikut bersedih atas benang merah yang menjerat kedua sahabatnya
" Hal inilah yang aku takutkan,,,,, dan terjadi juga " ucap Bulan lirih
" Maafkan aku Bul, aku tahu ini salahku " tambah Lisa
" Jangan menyalahkan dirimu, semua ini karena keadaan dan perasaan yang tidak bisa seimbang " Hibur Bulan sembari melepaskan pelukan Lisa dan menatapnya
" Aku takut bertemu dengan Widia, pasti dia masih marah denganku " ucap Lisa
" Kamu gak usah mikirin Widia, dia pasti akan kembali lagi, jangan khawatirkan dia" saran Bulan agar Lisa tidak terlalu takut lagi
__ADS_1
" Maaf kan aku Bul, karena aku kamu juga jadi ikut bingung " pinta Lisa
" Aku begini karena aku perduli sama kamu dan Widia, kita adalah sahabat, yaudah yang penting sekarang kamu harus kuat, soal Widia aku akan coba beri dia pengertian " tegas Bulan
" Terimakasih Bul " ucap Lisa
" Sama sama sekarang kamu istirahat ya, aku balik dulu, aku juga harus nemuin Widia " pamit Bulan
" Hati hati ya Bul " pesan Lisa sembari melihat Bulan yang beranjak dari kamarnya
" Bye Lis " ucap Bulan berlalu
Disisi lain ada Widia yang masih terpuruk, dia berusaha menghubungi Virgo tapi sampai saat ini Virgo belum angkat telpon dari Lisa
" Ihhh,,,,, Virgo itu telpon dari tadi dibiarin aja " Ucap Mirna yang saat itu juga berada di ruang tengah bersama Virgo
" Hemmm,,,,, udah aku gak mau bahas apa apa" jawab Virgo cuek dan masih fokus lihat tivi sembari tiduran
" Kasian Vir barangkali ada yang penting " imbuh Widia
" Kalau kamu kasihan angkat aja " ucap Virgo
Dan Mirna pun mendekat dan melihat panggilan dari siapa itu
" Udah malesss" bantah Virgo
" Yaudah aku angkat ya " pinta Mirna
" Terserah " jawab Virgo singkat
Kemudia Mirna mengangkat telepon masuk itu
" Halo " sapa Mirna
" Halo ini siapa ya ???" tanya Widia
" Aku Mirna sepupu Virgo, dan ini siapa ya ???" tanya Mirna balik
" Aku Widia apa virgonya ada ya? " tanya Widia
" Oohhh iya Virgo lagi dikamar mandi, nanti kalau sudah selesai biar dia hubungi balik ya" jawab Mirna beralasan
" Ooohhh,,,,, tolong sampaikan ke Virgo ya kalau ada yang penting pengen aku omongin dengan dia" pesan Widia
__ADS_1
" Oke nanti aku sampaikan " jawab Mirna
" Makasih ya, bye " salam Widia
" Bye juga " balas Mirna
Setelah telepon dimatiin hp dikembalikan lagi di meja oleh Mirna
" Kalau kamu udah gak galau, telpon Widia, kasihan dia " saran Mirna ke Virgo
" Halah terserah mau ngomong apa" jawab Virgo gak perduli
Mirna beranjak dan masuk ke kamarnya
Disisi lain Widia yang masih belum tenang, setelah telepon mati dia kembali duduk termenung, dan masih bingung atas apa yang dia lihat tadi pagi, apakah dia harus percaya kalau itu kebetulan, sementara Virgo belum bisa diajak ngomong, tak berselang lama Bulan pun Dateng
" Wid aku masuk ya " Ijin Bulan sembari membuka pintu
" Iya masuk aja " jawab Widia masih dingin
" Kamu masih marah " tanya Bulan
" Aku bingung Bul apa aku harus marah atau aku cuma ngambek, aku belum bisa hubungi Virgo untuk konfirmasi kejadian tadi pagi, perasaanku masih ngambang gak karuan Bul? " jawab Widia
" Berarti kamu masih gak percaya sama Lisa " tebak Bulan
" Aku tidak tahu " jawab Widia lemas
" Wid sebelum kenal Virgo kita udah berteman, dan kamu juga tahu Lisa sudah punya pacar, dan kamu juga, kamu kan sudah punya pacar, jadi ngapain kamu sekarang berharap sama Virgo, begitu juga Lisa, mana mungkin dia suka sama Virgo sedangkan dia masih mempertahankan pacarnya, kalau saranku udah berhenti mengejar yang belum tentu tulus sama kamu, lihat Miko ( pacar Widia di desa ) dia selama ini menuruti semua mau mu, tapi disini kamu mengejar cowok lain, yang akhirnya membuat persahabatan hancur, coba kamu bersyukur Sudah ada Miko, jangan mainin hati cowok Wid, disini kalau main salah salahkan kamu juga salah, semua salah " kata Bulan panjang lebar untuk dipahami Widia
" Iya Bul maaf, aku memang salah, selama ini aku sama Virgo gak bahagia, tapi aku suka sama dia, hingga aku abaikan semua kebahagianku yang tak pernah ku rasakan lagi " balas Widia sedih
" Sekarang kamu paham kan, bahkan sampai sekarang Virgo juga gak bisa kamu hubungi, jadi sudahi cinta butamu Wid " tegas Bulan
" Makasih ya Bul kamu sudah buka hatiku, selama ini aku udah naif, aku berharap bahagia dengan cinta ini, meski aku tahu ini hubungan yang sulit " imbuh Widia
Dan akhirnya merekapun berpelukan
Di belahan yang lain ada Randi yang sudah selesai bekerja dan hendak pulang, dia teringat bahwa belum buka hp dari meeting tadi siang, lalu dia ambil hp di tas dan mengeceknya, ada banyak misscall dari Lisa, dan satu pesan yang kemudian dia baca, setelah membacanya dia tahu ini bukan hal yang biasa, dia diam dan berfikir
" Lis apakah ke khawatiran ku bener bener terjadi, aku tidak bisa mencegahmu tapi aku bisa membuatmu tahu bahwa aku masih mencintaimu " gumam Randi khawatir
Disisi lain ada Lisa termenung menunggu telpon dari Randi, sesekali dia buka hp untuk melihat Randi sudah on line apa belum, disisi lain Randi menahan diri untuk membalas pesan Lisa, dia ingin yang terbaik buat Lisa dan tidak mau memaksakan hati Lisa untuknya
__ADS_1
lanjut next episode ya