
Aku sengaja hari ini ke kampus lebih awal, hanya untuk sekedar bisa duduk ditaman sembari baca buku yang sudah aku bawa, pada awalnya aku sangat menikmati membaca buku dengan santai, tapi tiba tiba Widia dan bulan sampai, dan mereka mengganggu ketenangan ku
" Lisa ,,,,,," teriak Widia memanggilku sembari berlari kecil menuju tempatku duduk, dan aku hanya menoleh dibelakang Widia ada bulan yang berjalan dengan santai dibelakangnya, Widia datang langsung memelukku kegirangan, maklum lah lagi kasmaran
" Ihhh,,,,, Widia apa apaan sih" ucapku sembari melepaskan pelukan Widia yang sangat rempong itu
" Lis aku seneng banget hari ini, aku pengen cerita banyak sama kamu" jelas Widia
Aku menengok ke bulan dan memberi kode mata untuk tanya ada apa, dan bulanpun cuma geleng kepala
" Emang kamu kenapa sih Wid" tanyaku
" Iya aku mau cerita sama kalian berdua, kalau semalam aku kencan sama Virgo" terang Widia
" Bukannya udah sering kan kalian kencan, kok kamu seheboh ini" heranku pada Widia
" Iya tapi ini lain Lis, aku udah jadian sama Virgo" ucap Widia jelas
" Apa" teriakku bersama bulan serentak
" Wah kalian seheran itu ya" ucap Widia kaget
Seketika aku tidak bisa berkata kata, dan akupun masih tidak percaya kalau Virgo akan mutusin untuk berpacaran dengan Widia, rasanya hatiku gak karuan, antara percaya menyakitkan dan tidakpun aku juga akan galau
" Kamu menghayal ya Wid" ucap bulan masih belum percaya
" Kalian pasti gitu, beneran aku jadian semalam, aku juga heran tiba tiba dia bilang kalau mau jadi pacarku, dan aku langsung setuju gitu aja" terang Widia
" Wahhh,,,,, selamat ya Wid " ucapku sembari menenangkan hatiku, dan berusaha untuk terlihat baik baik saja, dan ikut bahagia atas kebahagiaannya Widia
" Nanti ke kantin aku traktir ya, sebagai tanda aku jadian, nanti aku juga akan ajak Virgo kok" kata Widia
" Oke kita nanti makan sepuasnya ya" pintaku
" Ya harus lah Lis, Widiakan lagi bahagia pasti apapun pinta kita bakal diturutin ni kayaknya" tambah bulan
" Iya deh kalian boleh makan apa aja, kalau mau bungkus juga boleh" ucap Widia semakin meyakinkanku bahwa Virgo benar benar udah membuangku dari hatinya
" Yaudah kita ke kelas dulu yuk, keburu dosene Dateng nanti" ajakku
" Oke yuks" tambah Widia
Lalu kitapun beranjak pergi ke kelas
Disisi lain ada Virgo yang sedang duduk terdiam dikelas, dia masih membayangkan saat dia melihatku bersama sandi ditaman, dia masih beranggapan sandilah cowok yang sudah merebut hatiku sehingga aku tidak mengijinkan dia untuk singgah dihatiku
__ADS_1
" Ternyata kamu lebih memilih cowok itu Lis" gumam Randi dalam hati
Karena terlalu emosi tak sadar dia gebrak meja
" kamu jahat Lis" teriak Virgo sembari gebrak meja
Dan hal itu membuat teman sekelasnya memandanginya semua, dan bahkan banyak yang berbisik kalau Virgo lagi patah hati, karena sadar apa yang barusan dia lakukan Virgo pun tambah kesal dengan tatapan tajam dari teman temannya, lalu tanpa berkata kata Virgo langsung keluar, ada segerombolan cewek membicarakannya
" Masak ganteng kayak Virgo patah hati, bukannya dia yang suka bikin cewek patah hati" ucap salah seorang cewek dikelas
" Yah bisa jadi gitu, mungkin dia terlalu cinta kali" timpal teman yang lain, dan desas desus itu akan menyebar dari mulut ke mulut
Virgo yang lagi kesal dia pergi ke taman, dia terduduk sendiri dan masih membayangkan Lisa
" Aku sangat bodoh menyukaimu Lis" gumam Virgo
Dan sekarang tiba saatnya jam traktiran, aku, bulan dan Widia pergi kekanti, sesampainya di kantin, kami bertiga memilih menu yang paling kami suka
" Aku telpon Virgo dulu ya" ucap Widia
" Oke telpon saja" jawab bulan
Widia langsung mengeluarkan hp dari tasnya dan langsung menghubungi Virgo
Tut Tut Tut
" Iya Wid ada apa" jawab Virgo
" Vir kamu lagi kelas gak" tanya Widia
" Lagi kosong nih" jawab Virgo lagi
" Aku tunggu dikantin ya, ini anak anak lagi minta ditraktir " ucap Widia
" Traktir kenapa" tanya Virgo
" Yahhh karena kita jadian, kamu kesini ya" pinta widia
" Yaudah tunggu ya" ucap Virgo setuju
" Yaudah bye"
Lalu Widia menutup telepon
" Gimana Wid" tanya bulan
__ADS_1
" Iya Virgo akan kesini sebentar lagi" jawab Widia
" Ohhh,,,,, yaudah kita pesen dulu ya Lis" ajak bulan padaku
Lalu aku dan bulanpun berdiri dan beranjak menuju stand kantin yang udah kita pilih, saat kita lagi asih memilih dan memesan makanan tiba tiba Virgo datang, lalu akupun terdiam sambil melihatnya datang dari tempat aku memesan makanan, aku sedikit melamun tak percaya
" Heii,,,, Lis " panggil bulan sembari memegang pundakku dan menyadarkanku dari lamunanku
" Ohhhh,,,, iya Bul" jawabku gugup
" Kamu gak apa apakan??" tanya Bulan
" Iya aku baik kok" jawabku
" Kamu masih gak percaya ya, dan kamu pasti syok lihat Virgo Dateng" terka bulan
" Iya buk aku memang masih gak percaya kalau secepat ini mereka pacaran" terangku
" Kamu yang sabar ya, kan masih ada Randi, toh belum tentu Virgo baik buat kamu" ucap bulan menenangkanku
" Iya Bul makasih ya" jawabku
" Kamu udah siap" tanya bulan
" Siap kok" jawabku lagi
" Kalau sudah yukk kita kembali kesana" ajak Bulan padaku untuk kembali kemeja dimana sudah ada Virgo disana, lalu kami pun berjalan dengan pelan kesana, dan sesampainya dimeja, aku berusaha untuk tidak melihat Virgo dan berusaha terlihat baik baik saja
" Kalian udah pesan apa aja" tanya Widia
" tenang aja udah banyak banget tadi kita juga udah pesenin cappucino untuk Randi" jawab Bulan
" Lho emang Randi suka cappucino" tanya Widia
" Gak tau tadi si,,,,," ucap bulan terputus karena sebenernya yang pesan adalah Lisa tapi Bulan keburu sadar kalau jangan sampai Widia tahu kalau Lisa tahu minuman favorit Virgo
" Itu si mbaknya, ya biar gak salah aku tanya mbaknya minuman favorit cowok itu apa dibilang cappuccino aja, yaudah aku pesen itu" terang bulan beralasan
" Ohhh,,,, iya gak apa apa aku suka kok cappuccino" kata Randi
" Tukan bener Randi juga suka " Ucap bulan lega
" Untung aja tepat tebakan mbaknya kantin, kalau enggak kamu yang harus minum cappucinonya" ucap Widia
" Lha kamu aja ceweknya masak gak tau minuman favorit cowokmu, kalah sama mbak mbaknya kantin" ejek bulan
__ADS_1
Lisa yang saat itu hanya diam, dia tidak berani menatap Randi, dan randipun sadar bahwa Lisa berusaha menghindari tatapannya
" Aku tahu kamu masih menyukaiku, tapi kamu lebih dulu menyakitiku, kamu memilih cowok itu dan menyuruhku sama Widia, kamu kejam Lis" gumam Randi dalam hati